7 Cara Menulis Fanfiction Sesuai Kemampuan Sendiri

Cara Menulis Fanfiction


Dari dulu, orang-orang yang suka membuat fanfiction sering saya anggap sebagai tukang mengkhayal. Tapi, khayalan mereka luar biasa. Mereka dapat mengkhayal tokoh idolanya (katakan lah artis K-Pop) lalu dijadikan tokoh cerita pada sebuah cerpen maupun novel.

Uniknya, tokoh idola yang mereka tulis itu bener-bener detail. Mulai dari fisik hingga sifat-sifatnya dijelasin panjang lebar. Padahal, buat saya, cara menulis fanfiction itu terbilang sulit. Tidak semudah menulis novel fiksi sejarah, misalnya.

Denger-denger, kata sebagian penulis fanfiction, ada dua sumber insipirasi yang sering dijadikan patokan utama dalam menulis fiksi penggemar (terjemahan dari fanfiction). Pertama, inspirasinya datang dari nonton film. Kedua, dari membaca FF orang lain atau dari membaca Wattpad. Dengan demikian, mereka mudah membikin cerita fanfiction.

Lantas, bagaimana sebaiknya cara menulis cerita fanfiction? Membuat cerita yang katakan lah sesuai dengan kemampuan sendiri, alias apa adanya aja, gitu.

Nah, untuk memahaminya, silakan simak ulasan saya di bawah ini.

Apa yang dimaksud fanfiction?

Berdasar pengamatan saya, fanfiction atau fiksi penggemar ialah sebutan untuk orang-orang yang suka membuat karya dengan mengangkat atau menulis cerita tentang tokoh idolanya. Fanfiction berlaku untuk komik, film, novel, dan karakter-karakter terkenal lainnya.

Mengutip tulisan Rani Latifah dalam blognya, plot pada cerita fanfiction ialah hasil imajinasi dari para fans. Konsep yang digunakan dalam menulis cerita fanfiction adalah “What if” atau “Bagaimana jika”. Dengan konsep seperti itu maka fans bebas berimajinasi tentang tokoh idola kesayangannya.

Fanfiction bisa menjadi sebuah art-project yang menyenangkan untuk seorang fans di samping proyek lain, seperti membikin wallpaper, scrap book, craft design, atau art-work lain yang menyangkut soal karakter pujaannya.

Nah, untuk mengatasi tuntutan hak cipta, penulis fanfiction biasanya sering mencantumkan kategori “fanfic” dalam tulisannya lalu memberikan semacam disclaimer pengakuan hak cipta bagi penulis aslinya.

Sedangkan untuk mengatasi protes maupun pertanyaan dari fans lain, biasanya para penulis fanfic kerap memberikan catatan-catatan peringatan atas variasi-variasi atau eksperimen-eksperimen yang mereka gunakan dalam fanfic-nya.

Cara menulis fanfiction

Saya pernah beberapa kali menulis fanfic, beginilah cara saya dalam membuatnya.

1. Tentukan gaya menulis yang menarik

Langkah pertama dalam menulis FF, adalah menentukan gaya menulis. Gaya menulis yang menarik, alias tidak membosankan pembaca.

Penggunaan tanda baca, seperti titik, koma, dan tanda seru sebaiknya sering digunakan untuk mempermudah pembaca dalam memahami cerita yang kita tulis.

Tidak perlu memuat banyak diksi, terpenting adalah enak aja pas dibaca dan konsep cerita mengalir. Untuk mengetahui gaya penulisan fanfiction, silakan baca: gaya menulis novel.

2. Memilih genre cerita yang mainstream

Agaknya, bagi pembaca, kini sudah bosan membaca cerita romance. Sebaiknya para penulis fanfic, sesekali coba lah menulis cerita yang mainstrem atau out of the box, seperti membuat cerita fantasi, komedi, dan masih banyak lagi.

Tapi, tidak apa-apa juga menulis cerita romance. Asal, konsep yang disajikan dapat menaruh minat pembaca. Plot ceritanya juga harus susah ketebak. Dengan memilih genre cerita yang unik, maka pembaca akan terkesima sama cerita yang kalian buat.

Untuk referensi perihal tema cerita, silakan pahami artikel ini: kumpulan tema novel.

3. Beri visualisai pada cerita

Kasih beberapa gambar yang relevan dengan isi cerita. Di era penulisan sekarang, gambar cukup mempengaruhi dalam sebuah cerita. Pembaca pun akan terpana apabila penulis fanfic mampu menyuguhkan gambar yang keren di setiap bab cerita.

Tidak perlu banyak-banyak juga visualisasinya, taruh aja beberapa gambar untuk menghiasi isi tulisan. Dengan begitu, pembaca tidak akan merasa bosan membaca tulisan kita.

4. Bikin rating yang jelas

Rating ini ibarat target pembaca. Sekiranya tulisan kita banyak adegan dewasanya, maka target pembaca dikhususkan saja untuk pembaca usia 21 tahun ke atas. Jangan lupa, beri disclaimer dulu.

Sebaliknya, jika isi cerita tergolong umum atau masuk ke semua kalangan, alias aman-aman saja, lantas targetkan ke semua usia. Biasanya genre yang diambil, yakni genre keluarga dan persahabatan.

5. Ciptakan tokoh yang menarik

Fiksi penggemar tentu erat kaitannya dengan tokoh idola. Maka, sebagimana kita menyukai tokoh idola, ciptakan saja tokoh cerita yang setidaknya menyerupai tokoh idola kita tersebut.

Untuk menghidupkan tokoh cerita, saya pernah membahasnya melalui artikel: cara menghidupkan karakter cerita pada novel.

6. Beri judul yang menggugah pembaca

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa, judul itu tidak terlalu penting. Tapi, bagi penulis pemula, sebaiknya pemberian judul pada cerita harus merasa dipentingin. Sebab, pembaca kadang negliat dulu, kita ini siapa?

Kalau kita penulis yang sudah famous, membuat judul kayak gimana pun, mudah menarik pembaca. Tapi, kalau penulis pemula, kita bakal dianggap: kamu siapa? Oleh pembaca.

Maka dari itu, beri judul yang dapat menggugah pembaca.

7. Bikin nama pena yang unik

Terkahir, buat lah nama pena yang unik. Nama pena bisa diambil dari nama panggilan kita, nama samaran, atau nama-nama yang sekiranya unik, deh.

Untuk mengetahui cara membuat nama pena pada sebuah cerita, ada baiknya kalian membaca tulisan saya yang pernah dibaca hingga ribuan orang. Ini artikelnya: nama pena yang bagus.

-

Berdasar pengalaman, hanya ada tujuh cara menulis fanfiction yang disukai pembaca. Ini berdasar eksperimen sendiri dan juga berdasar hasil penelitian sendiri saat membaca fanfic di berbagai platform menulis.

Silakan aplikasikan tujuh panduan tersebut secara step by step. 

Sekian.

Jika ada tambahan dari kalian, silakan berkomentar dengan baik.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url