Artikel Terbaru

Penulis, Inilah Cara Menghidupkan Karakter Novel yang Kamu Tulis agar Diingat Pembaca

Menghidupkan Karakter Novel

Membuat tokoh yang karakternya kuat atau memiliki ciri khas tersendiri masuk ke dalam salah satu cara agar novel yang kita tulis dapat diminati banyak orang.

Mengenai hal itu sudah pernah saya tulis dalam postingan 7 cara mudah membuat novel agar diminati banyak orang. Silakan dibaca dulu teman-teman.

Nah yang jadi pertanyaan adalah gimana sih cara menghidupkan karakter novel? Hal ini bertujuan agar pembaca paham betul terhadap karakter yang kita ciptakan.

Soalnya begini. Silakan resapi dan bayangkan, gimana rasanya ketika membaca novel lalu karakter yang diciptakan oleh si penulis terkesan membosankan dan tidak memiliki daya tarik tersendiri? Pasti bingung sendiri kan. Bahkan, kita sulit mengidentifikasi ciri khas karakternya.

Oleh sebab itu di postingan ini, saya ingin berbagi tips atau cara untuk menghidupkan karakter dalam sebuah novel.

Apakah memangnya penting menghidupkan karakter dalam novel yang kita tulis? Penting. Ini sama pentingnya ketika kita menentukan target pembaca sebelum benar-benar menulis novel.

Dan kalau boleh saya tebak, pembaca novel akan ingat terhadap sebuah novel karena dua hal; judul novel dan karakter yang diceritakan dalam novel tersebut.

Berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam menghidupkan karakter novel.

Hidupkan karakter novel kamu dengan menentukan fisiknya terlebih dahulu

Kamu mungkin pernah membaca sebuah novel yang diawali dengan menceritakan fisik tokoh utamanya dulu. Hal ini memang salah satu teknik penulis fiksi dalam menulis novel. Tujuannya agar pembaca dapat berimajinasi terhadap karakter yang si penulis bikin.

Dalam menulis sebuah novel, memang sudah lumrah ketika sang penulis mendeksripsikan dulu fisik tokoh utamanya. Hanya saja, ada beberapa penulis yang mendeskripsikan karakternya tidak begitu detail.

Bagi penulis pemula yang berencana mau menulis novel, alangkah baiknya tulis sedetail mungkin karakter yang kamu buat. Jangan bikin pembaca sulit membayangkan karakter dalam novelmu. Lantas untuk membuat gambaran fisiknya gimana?

1. Tokoh utama kamu mau cewek/cowok?
2. Tinggi badannya berapa?
3. Warna kulitnya gimana?
4. Rambutnya seperti apa?
5. Bentuk mata dan hidugnya?

Bangun karakter novel kamu dengan memperdalam masalah psikisnya

Untuk melengkapi fisik, maka perlu memperdalam masalah psikisnya. Masa iya pembaca hanya mengingat fisiknya. Sedangkan psikisnya tidak ada.

Biasanya untuk menentukan psikisnya, ada masa lalu yang mungkin membuat tokoh yang kamu ceritakan jadi bermasalah. Lantas bagaimana membuat psikisnya? Di bawah ini ada beberapa pertanyaan untuk memperdalam psikis "penokohan" dalam sebuah novel.

1. Hubungan karakter novel kamu dengan nilai-nilai agamanya seperti apa?
2. Sisi emosionalnya gimana?
3. Kecenderungan sosialnya gimana?
4. Kecerdasannya gimana?

Hidupkan karakter novel kamu dengan menjelaskan sosiolognya

Semakin lengkap karakter novel yang kamu tulis agar diingat pembaca setelah menjelaskan sosiolognya.

1. Bagaimana latar belakang keluarganya?
2. Apa profesinya?
3. Status sosialnya bagaimana?
4. Hubungan dia dengan orang lain bagaimana?

Nah setelah mengetahui tiga cara menghidupkan karakter novel, silakan teman-teman bikin permisalannya atau contohnya. Saya akan menyederhakannya sebagai berikut.

Fisik

1. Tokoh utama cewek/cowok? Cowok.
2. Tinggi badannya berapa? 185 cm.
3. Warna kulitnya gimana? Sawo matang.
4. Rambutnya seperti apa? Lurus hitam.
5. Bentuk mata dan hidugnya? Sipit dan mancung.

Psikis

1. Hubungan karakter novel kamu dengan nilai-nilai agamanya seperti apa? Tidak terlalu kuat.
2. Sisi emosionalnya gimana? Emosian.
3. Kecenderungan sosialnya gimana? Tidak begitu bersosilasisi.
4. Kecerdasannya gimana? Cukup tinggi.

Sosiolog

1. Bagaimana latar belakang keluarganya? Rumit. Terlahir dari keluarga broken home.
2. Apa profesinya? Pelukis.
3. Status sosialnya bagaimana? Tidak terlalu kuat.
4. Hubungan dia dengan orang lain bagaimana? Rumit.

Sebagai tambahan, di bawah ini ada juga cara untuk membangun tokoh yang menarik.

Pilihlah nama tokoh kamu itu sesimple dan semenarik mungkin

Nama tokoh adalah hal pertama yang akan dikenal pembaca ketika menikmati sebuah cerita. Coba usahakan membuat nama tokoh yang berkesan dan sederhana. Sebab, mempertimbangkan nama tokoh yang sesuai dengan karakter yang kita ciptakan merupakan suatu hal yang penting. Hal ini akan menambah keseruan bagi pembaca.

Deskripsikan penampilan fisik dengan baik

Setelah tadi diberikan contoh dalam menggambarkan fisik, selanjutnya adalah menambahkan ciri-ciri fisik khusus. Seperti memiliki tahi lalat, lesung pipi, berambut pendek, dan lain sebagainya. Saya pikir, kamu paham mengenai hal ini.

Memberikan keunikan pada sifat dan sikap karakter yang kamu ceritakan

Ini cukup mendukung untuk kemenarikan si tokoh-tokoh yang kamu tulis. Contohnya yaitu tokoh kamu itu penakut, pemberontak atau pemberani. Atau cuek mungkin. Saya yakin, kamu juga bisa menulis tentang hal ini.


***

Nah di atas (sekali lagi) merupakan contoh saja. Dan itu adalah semacam outline cerita. Kamu tinggal kembangkan saja usai menentukan fisik, psikis, dan sosilognya. Untuk memahami outline cerita atau membuat outline cerita, baca artikel di bawah ini yang banyak dibaca oleh para penulis. Semoga bermanfaat!



Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.