Cara Membuat Biodata Penulis untuk Buku Sendiri [TERBARU]

Cara Membuat Biodata Penulis


Salah satu syarat agar naskah buku kita diterima penerbit ialah naskah harus lengkap. Mulai dari judul, daftar isi, hingga biodata penulis.

Terkait biodata penulis, seperti yang kita tahu, ia biasanya berada di halaman terakhir buku.

Namun, meski ditempatkan di halaman terakhir, penulisan biodata seharusnya tidak asal tulis. Ia harus ditulis secara profesional.

Jika saat ini kalian sedang menulis buku sendiri, lalu kebingungan membuat biodata penulis itu gimana dan pengin tahu contohnya seperti apa, tenang saja!

Di tulisan ini, saya akan berbagi cara membuat biodata penulis untuk buku sendiri.

Seperti pada tulisan-tulisan sebelumnya, apa yang saya tulis di blog ini referensi-nya selalu diambil dari pengalaman sendiri.

Ya, jadi pada 2016 lalu saya menerbitkan buku sendiri. Dan kebetulan saya diajari cara menulis biodata penulis.

Simak baik-baik, saya jelaskan secara runut.

Cara membuat biodata penulis untuk buku sendiri:


1. Siapkan foto terbaik

Langkah pertama adalah menyiapkan foto sendiri. Ini digunakan apabila kalian ingin mempublikasikan sosok kalian kepada pembaca.

-Jika tidak menggunakan foto? Tidak masalah.

-Foto yang saya pajang di buku sendiri harus seperti apa? Foto terbaik.

-Foto terbaik itu foto formal? Boleh. Tapi, lebih nyaman memakai foto non formal dan santai (kebanyakan penulis memajang foto yang terlihat santai).

-Sebetulnya menampilkan foto dalam buku sendiri perlu nggak sih? Untuk eksistensi, boleh. Misal, buat diunggah di Instagram, kan, lumayan buat menarik perhatian pembaca.

Tapi, ingat! Foto tidak wajib.

2. Tulis nama lengkap beserta tempat tanggal lahir

-Kalau nama pena saja? Gimana? Boleh saja. Tapi, akan lebih profesional apabila kalian menulis identitas lengkap dalam biodata penulis.

-Ditulis gitu tempat tanggal lahir saya dalam buku? Tidak ditulis tanggal, bulan, dan tahunnya juga gapapa.

Untuk gambaran, begini contohnya:

“Perkenalkan, saya Ridwansyah. Lahir di Garut. Ini adalah buku pertama saya yang didedikasikan khusus untuk bla bla bla..

3. Cantumkan eks sekolah dan kampus

Saya dulu mencantumkan nama sekolah dan kampus agar eks sekolah dan kampus saya bangga terhadap alumninya yang sudah berhasil membuat buku sendiri.

Ini juga menjadi salah satu strategi pemasaran agar buku saya terjangkau luas. Atau, agar buku saya dibeli oleh eks sekolah dan kampus saya.

Bukankah betapa bahagianya ketika melihat buku sendiri terpajang di rak buku sekolah dan kampus yang pernah kita tempati. Jadi, alangkah baiknya menyebutkan eks sekolah dan kampus

4. Menuliskan prestasi kalian di dunia kepenulisan

Jika pernah memenangkan lomba menulis online, tulis. Jika pernah mengikuti event menulis, tulis saja. Sebab, ini menjadi daya tarik tersendiri untuk pembaca.

Pembaca akan berpikir, betapa seriusnya kita menggeluti dunia kepenulisan hingga berhasil menerbitkan buku.

Ada kemungkinan, pembaca akan mencontoh apa saja yang sudah kita lakukan.

5. Cantumkan akun media sosial

Dulu, ketika saya membaca buku yang dapat menggugah hati saya, saya pasti mencari akun media sosial si penulisnya. Entah itu akun Instagram-nya, Facebooknya, dan lain-lain.

Sebab, pengalaman saya membuktikan bahwa ketika akun media sosial dicantumkan dalam biodata penulis, kadang pembaca pengin mewawancarai kita, bertanya segala macam, atau mengucapkan terima kasih karena telah memberikan bacaan yang menarik baginya.

Tiba-tiba, mereka akan memfollow akun kita. Nge-add Facebook kita. Intinya ingin berkenalan dengan kita. Jadi, cantumkan akun media sosial kalian.

6. Sisipkan link blog atau website

Selain akun media sosial, lengkapi biodata penulis dengan menyisipkan link blog/website kita guna mendatangkan pembaca bagi blog/website yang kita kelola.

Pembaca akan senang membaca tulisan-tulisan kita. Mereka menunggu artikel-artikel terbaru kita. Ini saya kira perlu juga sih.

3 Tambahan dalam membuat biodata penulis

Selain 6 poin di atas, ada tambahan nih!

1. Pernah menulis buku apa saja?

Jika kalian pernah menulis lebih dari satu buku, entah karya sendiri atau antologi, ada baiknya cantumkan saja. Sebab, boleh jadi pembaca membeli buku kita yang lain.

2. Pernah mendirikan komunitas yang berkaitan dengan dunia menulis, kah?

Apabila sudah pernah membuat komunitas menulis atau komunitas literasi, terlebih komunitasnya aktif, tulis saja.

Boleh jadi, pembaca ingin bergabung sama komunitas yang kita bikin.

3. Aktif menulis di platform apa saja?

Sejauh yang saya perhatikan, penulis-penulis muda kini bukan hanya aktif menulis di blog/webiste saja.

Namun, mereka aktif juga di platform menulis lain. Mulai dari Wattpad, Novel Toon, dan lain-lain.

Nah ajak pembaca buku kalian untuk membaca tulisan yang kita sebarkan di beberapa platform menulis tersebut.

Contoh biodata penulis untuk buku sendiri

Dari penjelasan tersebut, saya akan memberikan kesimpulan dengan ngasih contoh bagaimana cara membuat biodata penulis.

Beginii…

"Halo! Nama lengkap saya Muhammad Ridwansyah. Sering disapa Ridwansyah. Saya lahir di Garut. Dulu, saya bersekolah di SD Haruman II Kecamatan Leles. Kemudian dilanjutkan di SMP N 1 Leles, dan waktu SMA saya sekolah di SMA YKBBB Leles Garut. Prestasi saya di dunia kepenulisan tidak banyak, hanya pernah juara 1 lomba menulis novel romance.

Buku pertama yang saya terbitkan adalah novel Tanpa Ayah. Dan buku yang dipegang oleh pembaca adalah buku kedua saya. Saat ini saya sudah mendirikan Penulis Garut. Silakan baca artikel-artikel terbaik saya di blog penulis Garut. Saya aktif juga menulis di Wattpad dan Novel Toon. Semua tulisan saya dicantumkan lewat bio Instagram/Twitter @aaridwan16."


Jangan lupa baca tulisan-tulisan saya terkait dunia kepenulisan di: blog penulis Garut.

***

Begitu kira-kira contoh biodata penulis untuk buku sendiri. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 7 Cara Meningkatkan Followers Wattpad dengan Mudah
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url