Artikel Terbaru

6 Teknik Menulis Buku dari Nol bagi Penulis Pemula agar Cepat Terbit ala Bobbi DePorter [TERBARU]

teknik menulis buku

Salah satu impian orang yang hobi menulis adalah ingin menulis buku sendiri. Setidaknya itu yang saya perhatikan di lapangan sebagai penggiat literasi. Namun ketika saya bertanya, "Naskahnya sudah sampai mana?"

"Masih lama sih, om".

Saya menebak, mungkin alasan naskah kalian belum rampung karena tidak tahu teknik menulis buku. Padahal, menulis buku itu ada teknik-nya kalau ingin cepat terbit.

Nah untuk kamu yang ingin menulis buku, saya ingin berbagi tentang 6 teknik menulis buku dari nol bagi penulis pemula agar cepat terbit.

Sebab bukan hanya menulis esai saja yang perlu memiliki teknik-teknis khusus, menulis buku juga perlu teknik tersendiri. Bagi yang suka menulis esai, saya pernah menulis tentang teknis menulis esai. Silakan dibaca.

Apa manfaat dengan mengikuti panduan teknik menulis buku ini? Adalah naskah terarah. Masih banyak tuh yang sering mengeluh begini, "Saya sibuk kerja. Jadi naskah mengendap".

Maka dari itu, tulisan ini memandu kamu untuk menyelesaikan naskah yang masih mengendap itu.

Di bawah ini akan saya jelaskan teknik menulis buku ala Bobbi DePorter dalam bukunya yang berjudul Quantum Writer. Berikut adalah penjelasannya.

1. Time (waktu)

Jadi, semua teknik itu pasti memiliki formula. Termasuk teknik menulis buku. Nah Bobbi DePorter tadi memiliki formula yang dinamakan dengan formula "Target". Huruf 'T' dalam formulanya yaitu time (waktu).

Apa maksudnya?

Kamu sebagai penulis yang pengin menulis buku dari nol, usahakan buatlah batasan waktu. Kenapa demikian? Karena penulis yang terlalu lama bekerja dengan tulisannya akan memiliki efek yang kurang baik. Salah satunya sering kali menulis tergantung mood.

Kamu harus tahu bahwa penulis profesional itu kebanyakan bekerja selama 50 menit, kemudian diselingi istirahat selama 10 menit. Dengan memakai teknik ini maka akan membuat kita tidak terlalu tegang saat menulis. Dan akan terasa rileks.

Sekarang coba bikin batasan waktu yang baik untuk menulis buku. Saya yakin, kamu bisa.

Terkait menulis tergantung mood tadi, silakan baca tulisan saya mengenai cara mengembalikan mood menulis.

2. Audience (pembaca)

Berulang-ulang kali saya sampaikan, bahkan Bobbi DePorter pun melakukan hal ini, yaitu saat menulis buku lakukan lah teknik memikirkan audience..

"Siapa pembaca buku saya? Target usianya berapa?"

Jadi, sejak awal penulis harus tahu siapa target pembaca dari buku yang ditulisnya. Tanpa menentukan hal ini, bisa jadi tulisan kita sulit untuk fokus dan jauh dari target sasaran.

Apa alasan yang bikin memikirkan target pembaca itu penting?

Adalah hal ini akan memengaruhi bahasa yang kita gunakan, bab-bab yang akan kita bahas, dan juga istilah-istilah yang akan kita tulis di dalam buku.

Risikonya jika salah sasaran, buku kita akan sulit dimengerti oleh pembaca.

Ini juga yang saya lakukan di blog penulis Garut. Audience, saya targetkan untuk anak-anak SMA atau penulis-penulis muda. Sehingga, bahasa atau tulisan yang saya sajikan standar saja.

Menentukan target pembaca juga masuk ke ciri agar buku kita terjual banyak. Saya pikir, teknik menulis buku nomor dua ini penting banget.

3. Reason (alasan)

Teknik ketiga saat menulis buku yaitu bertanya kepada diri kamu sendiri, "Kira-kira apa manfaat yang akan disumbangkan oleh tulisanmu nantinya?"

Jangan sampai buku yang kamu tulis tidak memiliki dampak apapun.

Nah, penulis yang memiliki alasan kuat mengapa dia harus segera selesai membuat buku, akan semangat menyelesaikannya dibandingkan dengan penulis yang tidak memiliki alasan kuat.

Penulis yang tidak memiliki alasan kuat untuk menulis buku, maka sering kali menulis semaunya aja. Ketika moodnya lagi enak, nulis. Ketika moodnya buruk, tidak menulis.

Padahal, kamu harus tahu bahwa menulis itu akan lebih baik dilakukan setiap hari agar nantinya terasah. Dan skill menulis bisa jadi bagus.

Ibaratnya, menulis setiap hari itu macam latihan lah.

Untuk membantu kamu agar terbiasa menulis dan naskah kamu bisa cepat rampung, dua Minggu lalu saya pernah menulis tentang tips agar terbiasa menulis dan betah menulis. Silakan disimak tulisan saya mengenai tips agar terbiasa menulis.

4. Goal (tujuan)

Buatlah dua tujuan; apa tujuan jangka pendek yang ingin kamu capai saat menulis buku? Apa tujuan jangka panjang yang ingin kamu gapai dari tulisanmu itu?

Dengan menetapkan tujuan, kamu akan memiliki pedoman. Misalnya, apa saja yang seharusnya kamu lakukan untuk menggapai dua tujuan yang telah kamu tetapkan itu?

Sederhananya, tujuan jangka pendek yaitu minimal berapa halaman dalam satu hari kamu harus menulis agar naskah kamu cepat terbit.

Jangka panjangnya, kira-kira kalau naskah kamu sudah menjadi buku, promosinya gimana ya? Harus terjual berapa banyak, ya?

Ada tujuan-tujuan seperti itu yang harus kamu buat.

5. Excitement (semangat)

Coba tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang bisa bikin kamu semangat dalam mengerjakan buku ini?"

Apa motivasi utama yang bisa mendorong kamu untuk menyelesaikan tulisanmu itu?

Setelah memikirkan pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka alirkan gairah dalam setiap tulisan kamu. Sebab, kamu harus tahu bahwa salah satu rahasia keberhasilan buku-buku best seller adalah memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan dengan para pembacanya.

Ada banyak cara untuk membangkitkan semangat dalam menulis buku. Tapi, tiap orang beda-beda cara untuk menyemangati dirinya sendiri.

Paling tidak, saya menyarankan kamu untuk membaca 3 cara dalam membangun semangat menulis. Saya pikir, cara tersebut cukup baik untuk membangkitkan semangat menulismu.

6. Tone (nada)

Mari kita masuk ke teknik menulis buku nomor 6, yaitu huruf "T" dalam formula "Target" ala Bobbi DePorter ini.

Adalah soal tone alias nada. Dalam hal ini, kamu harus memperjelas perasaan. Misal, apa yang ingin kamu hadirkan saat pembaca membaca tulisanmu itu?

Itulah yang dinamakan seni dalam menulis.

Kamu harus merasa tertantang untuk membuat sebuah tulisan yang keharuannya, kebahagiaannya, dan kesedihannya bikin pembaca menjiwai dan terbawa pada perasaanmu itu.

Apakah mudah? Tentu tidak mudah. Namun selagi kamu berusaha, saya yakin ada hasilnya.

Langkah selanjutnya setelah melakukan teknik menulis buku ini, adalah menulis. Selesaikan naskahmu itu. Dan kirim ke penerbit.

Jika naskah kamu ditolak penerbit, silakan baca artikel saya yang banyak dibaca oleh para penulis di bawah ini. Artikel di bawah ini 99% naskah kamu terbit..



Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.