Artikel Terbaru

7 Cara Mudah Membuat Novel Kisah Sendiri yang Bakal Diminati Banyak Orang

Membuat Novel Kisah Sendiri

Cara membuat novel kisah sendiri - Tahun lalu saya pernah menulis tentang 8 langkah mudah menulis buku. Namun, kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara mudah membuat novel kisah sendiri. Mengapa cara ini terbilang mudah?

Pertama, buku yang saya terbitkan berkisah tentang pengalaman saya sendiri. Kedua, menulis pengalaman pribadi terkadang lebih khusyuk daripada menulis fiksi yang tentu harus berimajinasi kesana-kemari.

Saya belum pernah menulis buku fiksi. Kalau mencoba menulisnya mah pernah. Tapi, sepanjang saya berusaha untuk menyelesaikannya, selalu ada saja hambatannya.

Misalnya, sering tergoda ingin  menulis cerita lain. Lalu bingung memulainya harus dari mana. Lebih parah lagi adalah naskah ingin segera rampung, tapi kesibukan melambai-lambai mulu. Akhirnya, saya yang melambaikan tangan

Sebelum berbagi cara membuat novel yang berkisah dari pengalaman pribadi, saya mau bertanya kepada teman-teman pembaca. Mengapa kalian ingin menuliskan pengalaman pribadi?

Saya menebak-nebak saja. Mungkin kalian ingin menulis atau mengarang kisah sendiri karena kehidupan kalian banyak konflik, banyak rasa sakit yang mampir, dan banyak keluhan yang ingin ditumpahkan melalui tulisan lalu dibagikan kepada banyak orang.

Atau mungkin saja kalian adalah tipe orang yang pendiam dan jarang curhat sehingga curhatnya ingin melalui perantara buku.

Apakah itu yang melatarbelakangi kalian ingin membuat novel yang berkisah pada pengalaman sendiri?

Jika iya, berarti kita sama. Saya juga (dulu) menulis novel Tanpa Ayah berkisah dari pengalaman hidup saya yang dibesarkan oleh seorang ibu, tanpa bimbingan seorang ayah. Sehingga, saya menulis buku tersebut.

Sebenarnya bebas saja sih mau menulis cerita apapun. Sebab, berkarya itu tidak usah pandang bulu. Kalau memang kalian menguasai tulisan yang diambil dari pengalaman pribadi, yasudah. Selesaikan! 

Nanti jangan takut dibilang membosankan, dikritik kurang menarik ceritanya, dan lain sebagainya. Penilaian buruk dari orang lain adalah proses pembelajaran buat kita ke depannya. Jadi, santai saja.

Jika kalian merasa penulis pemula dan ingin mengarang, menulis, dan membuat novel kisah sendiri, saya tekankan sekali lagi bahwa jangan takut. Tulis saja sesuai dengan kemampuan kalian. Nah, keberanian inilah yang harus digembor-gemborkan dalam diri kalian.

Apakah membuat novel kisah sendiri ada aturannya?

Tidak. Hanya saja saya menghighlight satu poin yang harus kalian ingat yaitu ketika kalian membuat novel dari pengalaman sendiri, minta izin dulu lah kepada nama orang yang ingin kalian tulis. Ini penting!

Soalnya dulu saya lupa tidak meminta izin ke salah seorang keluarga. Hingga akhirnya, jadi agak bermasalah. Dan ternyata bukan hanya saya saja, beberapa penulis juga mengalami hal demikian.

Baiklah, mari saya bahas. Gimana sih cara membuat novel kisah sendiri? Dengan catatan: bakal diminati banyak orang.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Menentukan target pembaca

Penerbit Dee Publishing menyampaikan saat menulis artikel yang hampir serupa dengan judul di postingan ini. Menurutnya, cara pertama untuk membuat novel yang diambil dari pengalaman pribadi adalah menentukan tema dulu.

Akan tetapi, menurut saya, hal pertama yang perlu dipikirkan adalah menentukan target pembaca dulu. Mengapa demikian? Nah, judul ini dan semua artikel di blog penulis Garut tidak akan menipu pembaca. Ketika saya bilang "bakal diminati banyak orang" maka inilah jawaban realistisnya. Inilah cara pertamanya.

Kalau novel kalian ingin dibeli banyak orang dan menghasilkan uang, coba pikirin target pembacanya siapa? Di kalangan usia berapa saja? Sudah kah memikirkan hal ini?

Untuk menjawab pertanyaan itu caranya mudah. Adalah menengok genre buku yang kalian tulis. Saya pikir tidak masuk ketika kalian menulis kisah percintaan sendiri lalu dipromosikan kepada anak-anak SD.

Jadi, target pembaca itu penting. Ukurannya adalah apakah bukunya luas untuk dipasarkan? Atau hanya kepada kalangan-kalangan tertentu saja. Kepada usia yang masih remaja saja. Saya sendiri ketika buku pertama terbit, target pembacanya luas. Sebab, saya mengambil tema "keluarga". Berarti, semua kalangan masuk.

Mengenai tema, mari masuk ke cara kedua.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Memilih tema novel

Penting banget sih bagi penulis untuk mikir-mikir dulu sebelum benar-benar ingin menulis buku sendiri. Oke lah untuk menulis mah saya setuju, jangan kebanyakan mikir. Tuangkan saja. Tapi ketika ingin menulis buku sendiri, apalagi membuat novel yang diambil dari kisah sendiri, perlu berkontemplasi dulu. Mengapa harus begitu?

Jawabannya adalah buku itu awet. Tidak seperti makanan. Ia abadi. Bahkan, ketika penulisnya mati, buku tetap abadi. Jadi ketika tulisan sudah menjadi buku, maka bertanggung jawab lah.

Dan perlu diingat bahwa kadang, banyak penulis buku yang menyesal ketika buku pertamanya diterbitkan. Sebab, kadang ada semacam kekeliruan ketika menulis cerita. Atau kayak tadi, tidak izin dulu kepada nama orang yang kita ceritakan. Coba baca tulisan saya tentang persiapan sebelum menerbitkan buku.

Nah mikirin tema ini tidak kalah penting seperti mikirin target pembaca. Ini demi label "diminati banyak orang" kecuali kalau kalian membuat novelnya untuk disimpan di rak pribadi, mungkin tidak perlu mikirin tema. Sikat saja.

Saran saya, ambil tema yang dekat-dekat saja dengan pembaca. Misalnya tema keluarga. Atau pengalaman memiliki gangguan mental. Jadi, untuk memasarkan novelnya luas.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Membuat judul yang unik

Judul novel yang diambil dari dua kata biasanya dapat diingat oleh pembaca. Satu kata juga boleh. Seperti buku Arunika  misalnya, yang dibantu diterbitkan oleh tim penulis Garut. Soalnya, menentukan  judul novel cukup krusial juga demi novel kita diminati banyak orang.

Coba riset dulu, apakah judul novel yang sudah kalian persiapakan itu belum ada yang memakainya? Ini penting agar tidak ada kesamaan judul dengan penulis lain.

Saya punya sedikit tips untuk membuat judul novel, yaitu pembaca silakan menggunakan nama tokoh utama. Atau kalau nulis buku pengalaman pribadi tentang bisnis misalnya, agar judul bukunya bisa menjual, coba menggunakan teknik angka, tips, dan rahasia.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Gambarkan tokoh yang kuat

Saya membaca sebuah postingan di Instagram tentang cara membuat novel yang baik, yaitu salah satunya jangan banyak tokoh yang diceritakan. Minimal empat orang, katanya. Kalau tema keluarga: kamu, kakak, sahabat kamu, dan ibu. Empat tokoh ini berdialog, bercerita, dan terus kalian kembangkan hingga mengalir.

Tokoh kuat yang saya maksud di sini adalah tokoh utama, itu paling penting. Pembaca harus menggambarkan tokoh utama sedetail mungkin sehingga karakternya solid.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Bikin alur cerita yang menarik

Di poin inilah respon pembaca nantinya masuk kepada si penulis. Apakah novel yang si penulis tulis itu membosankan? Menarik? Apa gimana?

Membikin alur cerita yang menarik itu emang sulit sih kalau novel yang kita tulis bergenre fiksi. Sementara kalau membuat novel kisah sendiri, kalian hanya perlu mengimbangi konflik cerita. Atau kalau bisa, ceritakan kisah-kisah menyedihkannya sehingga pembaca merasa "ngeh" dan terwakilkan. Sedangkan di akhir novel, kalian bikin klimaksnya.

Jika kalian mau menulis novel pertama alias debut, alangkah baiknya ending cerita jangan menggantung. Ini untuk semua genre novel. Nah, menulis novel pengalaman pribadi juga sama. Nanti kalau alurnya maju, kira-kira si tokoh utama di ujungnya jadi orang kayak gimana? Sukses kah? Atau masih menderita? Ini harus ditulis secara jujur.

Kalau misalnya kalian pusing, sekarang tulis apa adanya dulu deh. Pokoknya jujur, udah. Saya pernah dibimbing oleh seorang redaktur media online, tulisan jujur itu lebih bagus daripada tulisan bagus yang dilebih-lebihkan. Dan saran saya, jangan punya sikap toxic dalam aktivitas menulis. Ini akan membayahakan buat karir menulis kalian.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Pilih penerbit yang menguntungkan

Sekarang pertanyaannya, apakah novel kalian yang diambil dari kisah sendiri itu ingin diterbitkan? Kalau naskah kalian dikirim ke penerbit mayor maka bersiap saja harus menunggu selama berbulan-bulan untuk menerima email penolakan dan penerimaan.

Kalau kalian merasa inscure sama tulisan sendiri alias kurang percaya diri, terbitkan saja melalui penerbit indie atau self-publishing. Kalian mengeluarkan modal sendiri untuk menerbitkan naskah kalian lalu menjualnya secara mandiri. Saya pikir tidak apa-apa diterbitkan melalui penerbit indie. Ini langkah kalian buat berkarya.

Langkah kalian buat berkarir di dunia kepenulisan. Boleh jadi nantinya kalau sudah menerbitkan sendiri, bisa diterima oleh penerbit mayor.

Nah saya pernah membahas tentang dunia penerbit di radio penulis Garut yang saya unggah melalui blog ini. Silakan, ada beberapa episode yang saya unggah dan bisa kalian dengarkan dengan cara memutarnya. Gratis lah. Berbagi ilmu. Klik di halaman radio penulis Garut.

Tips Membuat Novel Kisah Sendiri #Promosi yang bagus

Cara terakhir membuat novel kisah sendiri yang bakal diminati banyak orang adalah promosi sebelum dan sesudah menerbitkan buku. Mengapa?

Kalau sebelum menerbitkan buku sudah ada semacam informasi mau menerbitkan buku, maka teman-teman terdekat kalian sudah excited menunggu debut kalian. Teman-temannya kalian punya teman-teman lagi, mereka bisa jadi relasi buat membeli buku kalian. Ini trik jitu dalam mempromosikan karya.

Sebagai penutup, seorang penulis pemula yang menulis buku tentang pengalaman pribadinya bakal sukses kalau promosinya bagus. Dan juga kalau pemasaran bukunya luas, masuk ke semua kalangan. 

Jadi saya pikir tujuh cara mudah membuat novel kisah sendiri yang bakal diminati banyak orang ini kalau kalian aplikasikan, pasti akan ada hasilnya. Saya sendiri sudah mengalaminya.

Mungkin kalau kalian sudah menerbitkan buku sendiri, coba baca strategi menjual buku karya kita sendiri yang saya tulis tahun lalu. Dan buat kalian yang masih belum merampungkan naskahnya, baca artikel di bawah ini biar kalian tambah semangat.



Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

2 komentar:

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.