Artikel Terbaru

5 Tips Jualan Buku Online agar Mendapatkan Keuntungan Besar | Penulis Berbisnis!

Jualan Buku Online


Bukan hanya sekarang saja gaya hidup pembeli buku sudah beralih ke ranah digital. Namun, tiga tahun lalu saat saya masih jualan buku online, pembeli buku justru memang kebanyakan melalui online. Apalagi bagi para pembeli buku yang di kotanya tidak mempunyai toko buku.

Jujur, saya merasakan sendiri keuntungan yang didapat dari jualan buku online. Dan itu cukup besar. Awalnya saya nggak nyangka kalau jualan buku online bisa sebesar itu keuntungannya.

Oke lah kalau dibandingkan dengan jualan makanan dan pakaian, keuntungan dari jualan buku mungkin kalah. Namun, hebatnya jualan buku, sifat buku itu tidak akan basi seperti makanan. Dan tidak perlu ribet, apakah ukurannya pass? Seperti jualan pakaian kan begitu.

Kalau jualan buku justru yang penting adalah pembeli tahu judul bukunya, sinopsisnya, nama penulisnya, dan harganya lebih murah dibandingkan dengan toko buku konvensional sehingga mereka langsung membeli buku melalui online.

Nah selama saya jualan buku online, boleh dibilang cukup berhasil. Bisa kebeli hape, sepeda, dan hidup terasa senang saja sih, berhubung cinta sama buku.

Hingga kemudian, singkat cerita, saya berhenti jualan buku online karena fokus menulis dan ada pekerjaan lain. Dan kebetulan di Garut sudah ada Gramedia. Gramedia pun jualan buku melalui online sehingga saya berhenti pada 2019 lalu.

Di tulisan ini, saya ingin berbagi kepada pembaca mengenai tips jualan buku online agar mendapatkan keuntungan besar. Tentu saja saya menulis artikel ini selain dari pengalaman pribadi, juga dari teman-teman saya yang sempat berjualan buku. Berikut adalah lima tipsnya.

1. Kerja sama dengan penerbit dan para distributor buku

Ini adalah langkah utama buat kalian yang ingin jualan buku online. Kalian harus kenal dekat dengan beberapa penerbit dan para distributor buku. Apalagi bagi kalian yang tidak memiliki modal untuk terjun berjualan buku.

Penerbit dan distributor buku bakalan senang ketika memiliki seorang reseller. Sebab, penjualan mereka setidaknya terbantu. Dalam hal ini juga, ada kerja sama antara reseller dan penerbit/distributor buku yang menghantarkan kepada saling menguntungkan.

Dari mana reseller dapat keuntungan? Tentu dari harga buku yang dikurangi harga jualnya oleh penerbit dan para distributor buku. Mereka juga bakalan ngerti kok nantinya. Hitung-hitungannya mereka paham lah.

Saran saya, jangan malu jadi reseller buku. Kalian tinggal promosi dan ulas buku-buku yang tersedia. Insyaa Allah pembeli nyangkut kalau kalian serius melakukannya.

Nah solusi kedua agar mendapatkan keuntungan lebih besar lagi dari jualan buku online yaitu menjadi dropshipper di beberapa marketplace terkenal seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia. Ini yang saya lakukan selama tiga tahun itu.

Agar lebih jelas lagi dari mana sumber penghasilan saya selama jualan buku online, ada di cara berikutnya.

2. Bikin toko buku online

Sebelum membahas menuju sumber penghasilan dari jualan buku online, saya mau bahas dulu mengenai toko buku online.

Jadi, setelah kalian kerja sama dengan penerbit dan distributor buku maka hal selanjutnya adalah membikin toko buku online sendiri. Ini menurut teman saya yang sekarang udah berhenti jualan buku. Kalian katanya harus bikin website sendiri. Entah sebagai reseller maupun dropshipper. Dan ini yang saya tidak lakukan pada saat itu.

Kenapa harus bikin toko buku online sendiri?

Ya ini agar terlihat profesional sehingga menambah kepercayaan dari para pembeli. Ditambah lagi desain websitenya kudu menarik. Sebab itu akan membuat betah para pembeli.

Lebih lanjut, susun buku dengan kategori-kategori tertentu. Mulai dari buku langka, pelajaran, anak, dan masih banyak lagi.

3. Sering melakukan promo

Setelah memiliki toko buku online, sering-sering lah melakukan promo. Mulai dari bikin giveaway, gratis ongkir, hingga bikin promo paketan.

Tiga cara promo itu lah yang saya lakukan.

Dulu saya tidak begitu menarik promonya. Sederhana saja. Soalnya saya tidak punya bakat dalam mengedit gambar. Kekuatan saya hanya pada menarik orang untuk membeli buku dengan tulisan-tulisan yang menarik.

Saya yakin, anak jaman sekarang sudah pandai mengedit gambar dan tulisan. Ini akan memudahkan kalian.

4. Aktif di sosial media

Di grup Facebook lah sumber penghasilan saya. Nama grupnya yaitu Grup Jual Beli Buku Online (Baru-Bekas).

Sekarang kalau saya perhatikan, masih rame aja tuh yang nyari buku. Sayang, saya sudah tidak ada waktu buat jualan buku online lagi. Ditambah banyak pesaing yang harganya lebih murah.

Akan tetapi, silakan kalian coba aktif di grup tersebut. Dan mulai berjualan.

Jangan lupakan juga kekuatan Instagram. Bikin akun Instagram toko buku kalian. Saya aja yang aktif jualan di Facebook bisa laku, apalagi bagi kalian yang ngerti algoritma Instagram.

5. Menguasai teknik penjualan

Ada beberapa teknik jualan yang saya aplikasikan selama tiga tahun, di antaranya:

Pertama, fast respon. Entah mengapa pembeli sering memuji saya. "Suka euy penjualnya fast respon".

Selain fast respon, pelayan saya kepada pembeli yaitu cuek. Tidak banyak chat yang pakai emoticon-emoticon gitu lah. Tapi, meski cuek, mungkin udah rezeki kali ya jadi banyak yang membeli. Soalnya pembeli tidak ribet juga sih. Kalau pun ada yang ribet, ya udah tidak saya layani.

Kedua, saya pandai melakukan story stelling. Sehingga, pembeli percaya.

Saya pasang juga foto profil asli. Siapin KTP, dan lain-lain.

Ketiga, dekat dengan pembeli. Beri kepastian secepatnya antara ada dan kosong terhadap buku yang mereka cari. Simpan kontak WA-nya biar mereka menjadi pelanggan kalian.

Keempat, jadilah penjual yang baik dan sabar. Layani mereka dengan sebaik-baiknya. Itu aja sih kuncinya dalam jualan buku online.

Kalau sudah melakukan hal-hal di atas, keuntungan yang kalian dapatkan bakal lumayan besar. Coba saja.

Semoga bermanfaat..

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara ampuh mendapatkan uang dari jualan buku online tanpa modal sepeser pun, silakan baca artikel di bawah ini.


Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.