Artikel Terbaru

Cukup 4 Cara Mengembalikan Mood Menulis, Ini Ideal sih


Mengembalikan mood menulis
Sumber gambar: blog.nulisbuku.com

Kadang, dalam aktivitas menulis, para penulis seringkali dihadapi oleh sikap toxic yaitu menulis tergantung mood.

Saya pernah membahas sikap toxic dalam aktivitas menulis, salah satunya berisi seputar mood menulis, kamu bisa baca artikel lengkapnya di sini.

Akan tetapi, bagi penulis pemula, memang susah sekali agar bisa konsisten menulis tanpa tergantung mood. Justru, dengan moodnya yang baik itu, tulisan mereka bisa lebih hidup dan terlihat keren.

Lalu bagaimana cara mengembalikan mood menulis?

Dalam postingan kali ini, saya akan membagikan 4 cara untuk mengembalikan mood menulis dan 4 cara ini cukup ideal untuk kamu lakukan.

Selalu ingat tujuan menulis

Nomor satu sekaligus yang cukup ideal adalah selalu ingat tujuan menulis.

Jika di awal tujuan menulis kamu hanya untuk iseng-iseng, saya rasa, ujungnya gak bakalan serius.

Namun, berbeda jika tujuan awal menulis untuk berkarya, untuk mengarang buku sendiri. Pasti semangat untuk merampungkan naskahnya menggebu-gebu.

Sekarang, tengok tujuan menulis kamu untuk apa sebenarnya?

Saya pribadi, memiliki tujuan menulis yang beragam. Disamping untuk berkarya karena lagi ada project bikin buku, juga untuk mengefisienkan kinerja saya di penulis Garut.

Dengan selalu aktif nulis di blog, ini mempermudah saya ketika ditanyai soal penulis Garut itu apa? 

Pengen belajar menulis dong, minta tips menulis kak?

Ya tinggal suruh baca blog ini saja.

Nah, sekarang balik lagi, dengan selalu ingat tujuan menulis maka mood menulis kamu bakal kembali naik. Lakukan!

Kalo tujuannya untuk bikin buku sendiri dan naskahnya sudah beres, lalu pengen kerja sama dengan tim penulis Garut, kirim naskahnya kesini: Cara kirim naskah ke penulis Garut.

Tentang pola tidur, ini menentukaan waktu terbaik dalam menulis

Ada sisi yang berbahaya bagi seorang penulis ketika pola tidur mereka berantakan. Setidaknya, pendapat ini menurut pandangan saya pribadi dan pengalaman saya ketika menulis.

Tatkala saya menulis dengan posisi pola tidur tidak normal maka hasilnya tidak memuaskan.

Saya menghimbau, bagi teman-teman sesama penulis juga, memiliki waktu yang cukup untuk tidur sangat diperlukan bagi kita.

Hal ini tentu demi kesehatan tubuh kita sehingga aktivitas menulis bisa dilakukan dengan maksimal.

Maksud tentang pola tidur guna mengembalikan mood menulis disini adalah, tak lain menjaga pola tidur sebaik mungkin.

Usai bisa tidur cukup, barulah menentukan waktu terbaik dalam menulis.

Ada banyak waktu terbaik dalam menulis dan setiap penulis memiliki waktu yang berbeda-beda.

Ada yang menulis pada dini hari, sehabis shalat shubuh, jam 9 pagi kesana dan lain-lain. Ringkasnya, tidur yang cukup, ini bisa mengembalikan mood menulis.

Berteman dengan teman terbaik menulismu

Cara ketiga untuk mengembalikan mood menulis yang sempat redup, bertemanlah dengan teman terbaik menulismu.

Barangkali, bagi teman-teman yang baru belajar menulis, jangan memaksakan diri untuk menulis tanpa teman. Ini bisa menambah beban dalam menulis.

Siapa teman terbaik kamu dalam menulis yang bisa mengembalikan mood menulis?

Kalo saya pribadi, kopi panas dan cemilan. Tanpa kopi panas dan cemilan, mood menulis saya bisa berantakan.

Nah, berarti, sebisa-bisa selalu temani proses menulismu dengan teman-teman terbaikmu. Jangan sendiri. Tinggal beli, bikin, lalu semangat nulisnya!

Membaca buku sesuai genre tulisan kamu

Cara mudah terakhir dan cukup ideal sih untuk kita lakukan, yaitu membaca buku sesuai genre tulisan yang sedang kita garap. 

Selain cara ini untuk mengembalikan mood menulis, cara ini mampu juga untuk mendapatkan ide, inspirasi dan lain-lain.

Misalnya, naskah kamu sedang mentok di tengah jalan cerita, langsung saja baca buku religi jika kamu sedang menulis naskah religi. Ideal, kan?

Memang, saya kira, aturannya harus begitu. Jangan sampai saat ini kamu sedang menulis buku biografi, yang seharusnya meneliti tata cara menulis biografi, kamu malah baca buku romance.

Nanti. diksi-diksi buku romantis ke comot ke tulisan biografimu.

Hal ini rentan terjadi, terutama bagi mereka yang baru belajar menulis. Demikian, semoga mood menulis kamu kembali semangat dan bisa cepat untuk mewujudkan cita-citamu menulis buku sendiri.

Agar semangat menulis buku kamu kembali naik, baca artikel ini: Seberapa Besar sih Apresiasi Orang Terhadap Penulis Buku?

***

Itulah 4 cara untuk mengembalikan mood menulis. Cukup ideal, kan?



Ridwansyah

Pendiri penulis Garut

2 komentar:

  1. Kak gimana kalo kita udah bosen? Dan nggak pengen nulis, masih males gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya kalo udah bosen mah berhenti aja. Jangan dipaksakan. Tapi, ada saat di mana pengin nulis lagi. Jadi, ada baiknya, rehat sejenak.

      Hapus

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.