Artikel Terbaru

3 Cara Membangun Semangat Menulis dengan Mudah, No Bacot!

Cara Membangun Semangat Menulis


Cara membangun semangat menulis - Setelah seharian melakukan riset tentang bagaimana cara membangun semangat menulis, kami tidak menemukan artikel-artikel yang menjawab dengan jelas. Artikel yang satu ke artikel lain isinya hampir sama.

Barangkali mereka melakukan riset bukan bertujuan untuk menyingkirkan halaman website pesaingnya, tapi kayaknya buat mengisi konten blognya saja agar bisa konsisten setiap hari. Sehingga, artikel yang lain ditiru dan dimodifikasi sedikit. Padahal, hal ini akan berakibat pada ketidakpuasan pembaca.

Pembaca butuh artikel yang mampu menjawab keresahannya tentang semangat menulis. Sebab, kami yakin, pembaca yang mencari artikel tentang cara membangun semangat menulis adalah pembaca yang hobi sama aktivitas menulis yang saat ini, semangat menulisnya sedang menurun.

Sebenarnya kami pun sering melakukan hal demikian. Ketika semangat menulis kami agak luntur, kami akan mencari tahu juga tentang cara agar bisa semangat menulis lagi.

Berdasarkan pengalaman selama berkiprah di dunia kepenulisan, kami memiliki cara-cara ampuh untuk membangun semangat menulis dengan mudah.

Simple saja saran dari kami. Setelah kalian membaca postingan ini, coba langsung praktikan. Sebab, cara yang akan kami sampaikan tentang membangun semangat menulis adalah cara yang no tipu-tipu dan no bacot!

Kalian pasti bakalan puas.


#1 Ikut komunitas

Beberapa hari yang lalu, kami membuat komunitas literasi di suatu kampus. Di kampus yang kami datangi, banyak mahasiswa yang malu-malu kucing mengungkapkan bahwa dirinya senang sama aktivitas membaca dan menulis. Mungkin mereka "malu" karena bakatnya hanya dipendam saja.

Nah, saat kami menyarankan kepada mahasiswa sana untuk membuat komunitas menulis, mereka yang bakatnya terpendam lalu bergabung.

Hasilnya, mereka yang semangat menulisnya menurun, jadi semangat lagi dengan adanya komunitas tersebut.

Sejauh ini tim penulis Garut telah ikut membantu dalam membuat komunitas menulis di kampus-kampus.

Hasilnya, mereka memberikan salah satu pernyataan berupa apresiasi kepada kami bahwa benar, dengan adanya komunitas menulis, mahasiswa-mahasiswi sana menjadi semangat menulis lagi.

Bagi kalian yang mungkin saat ini sering merasa sendirian, coba ikut saja sama komunitas menulis di daerah kalian.

Punya teman atau sekelompok teman baru yang satu frekuensi dengan hobi kita, pasti menyenangkan. Tidak perlu sering ketemuan, di grup WA saja bisa.

#2 Buat tujuan yang jelas

Menulis bisa terus semangat kalau kalian memiliki tujuan yang jelas. Kami ambil contoh, tujuan kami
menulis yaitu untuk menghasilkan uang. Maka, mau tidak mau harus terus menulis. Sebab, dengan menghasilkan uang, kebutuhan sehari-hari tercukupi.

Kami beri contoh lagi, tujuan kami menulis yaitu untuk debut buku pertama. Maka, sesibuk apa pun pasti ingin segera merampungkannya.

Pengalaman kami berbicara, saat kami tidak punya tujuan ketika menulis, yaaa menulis tidak ada semangat-semangatnya.

#3 Lakukan hal-hal baru 

Ini poin ketiga yang sering kami lakukan di blog ini. Kami selalu melakukan hal-hal baru. Mulai dari membuat rubrik-rubrik tulisan baru, membuat inovasi baru kayak bikin radio penulis Garut, dan masih banyak lagi. Sehingga, kami semangat untuk terus menulis dalam mengisi hal-hal baru yang kami bikin.

Selain itu, kami selalu mencoba hal-hal baru seperti ingin belajar menjadi penulis cerpen, puisi, dan lain sebagainya.

Kami misalnya saat ini bergerak dalam menulis artikel agar bisa menghasilkan uang, lalu berhenti sejenak. Berhenti sejenak bukan tidak sedang menulis, tetapi melakukan hal-hal baru. Dan ternyata, menyenangkan.

Lebih dari itu, melakukan hal-hal baru juga misalnya kalau kalian sering menulis di rumah, coba sesekali menulis di sebuah kafe. Ini serius, bisa membangun semangat menulis.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.