Film Ruby Sparks: Saat Penulis Jatuh Hati sama Karakter di Dalam Naskahnya

Film Ruby Sparks


Saya belum bisa move on dari film Rebel in the Rye. Sebab, karakter Jerry masih terkenang di ingatan saya. Oleh sebab itu, hampir tiga Minggu lebih saya tidak menonton film dunia kepenulisan. Baru-baru ini saya memberanikan diri nonton film Ruby Sparks.

Film Ruby Sparks jauh lebih rumit daripada film The End Of The TourAlur cerita di dalam film Ruby Sparks tidak masuk akal. Bagaimana mungkin karakter yang ditulis di dalam naskah lalu muncul di kehidupan nyata.

Mungkin ada lah beberapa penulis novel di Indonesia yang jatuh hati terhadap karakter yang ditulisnya. Saya yakin itu. Begitu pun dalam film Ruby Sparks. Bedanya, karakter yang ditulis oleh Calvin tetiba muncul begitu saja di realife. Kan aneh, ya.

Bagi saya film Ruby Sparks meski tidak masuk akal, tapi keren kalau ditinjau dari sisi kepenulisan novel. Imajinasi sang penulis luar biasa kuat, gitu sih istilahnya. Dan memang tidak heran, salah satu alasan film ini disukai banyak orang (setelah searching di Instagram) karena disutradai oleh pembuat film Little Miss Sunshine (film yang tidak kalah hebat juga) yaitu Jonathan dan Valerie Faris.

Yang menarik dalam film ini adalah Zoe Kazan, penulis naskah film Ruby Sparks yang ikut main juga dalam film ini sebagai Ruby Sparks. Zoe Kazan ini bak Raditya Dika lah. Dia yang menulis naskah, dia juga yang berperan penting dalam filmnya. Overall, akting Zoe keren banget pokoknya.

Film Ruby Sparks menceritakan tentang Calvin Weir-Fields, seorang novelis berbakat yang masih sangat muda. Diceritakan, novel pertama yang ia tulis terjual banyak. Ia terkenal di mana-mana. Banyak orang bilang, Calvin jenius. Tapi, ia membenci pujian itu.

Saat Calvin ingin menulis novel lagi, ia kemudian mengalami writer's block yang cukup parah. Ini seperti yang saya bilang di postingan tentang kupas tuntas tentang writer'block. Gimana cara mengatasinya dan apa penyebabnya? Maksudnya, writer's block semengerikan itu.

Oleh karena penggemar Calvin bilang bahwa "dia" itu jenius maka mereka menunggu karya terbarunya. Padahal, ia sedang mengalami fase hidup yang cukup rumit. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya, mengalami kebuntuan saat menulis, dan hidupnya kesepian.

Disaat mengalami fase hidup yang sulit, Calvin mengalami mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang wanita yang tidak pernah ditemuinya. Sialnya, mimpi bertemu dengan wanita ini terjadi berulang-ulang kali. Hingga kemudian, ia tertarik untuk menulis tentang wanita ini. Wanita yang ia tulis diberi nama Ruby Tiffany Sparks.

Apa yang terjadi saat Calvin menulis tentang Ruby Sparks? Adalah ia merasa terinspirasi dan bersemangat. Anehnya dan yang bikin tidak masuk akal, Ruby Sparks muncul menjadi wanita nyata di kehidupannya setelah ia bangun tidur.

Pertanyaannya, berapa kali saya mengatakan film Ruby Sparks adalah film tidak masuk akal? Tentu banyak kan. Tapi saat saya menggelengkan kepala nonton film ini sambil ngedumel "tidak masuk akal!", eh di akhir film, Calvin bilang dalam salah satu dialognya, "Tidak perlu berpikir tidak masuk akal untuk nonton film ini. Sebab yang jelas, Calvin mencintai Ruby".

Di luar tema tentang film seorang penulis, film Ruby Sparks menceritakan hubungan cinta yang mendalam. Calvin yang notabennya kesepian, didatangi oleh Ruby yang periang. Mereka saling melengkapi.

Film Ruby Sparks ini terbilang seru sih. Selain karena menceritakan kisah percintaan Calvin dan Ruby yang romantis, juga diisi dengan momen komedi yang lucu. Jadi tidak membosankan.

Nah, di luar ketidaklogisan film Ruby Spark ini, komentar saya untuk film ini mengajarkan kepada bahwa dunia fiksi itu penuh dengan imajinasi yang tidak terbatas. Inilah alasan mengapa penulis fiksi boleh dibilang hebat.

Kalau kalian nonton film Ruby Sparks, nanti pasti bakal percaya seperti yang saya bilang di Radio penulis Garut, bahwa penulis fiksi rata-rata sering mengalami stress. Silakan, tonton saja film ini.

Skor untuk film Ruby Spark 8/10.

BACA JUGA: Finding Forrester: Berlatih menulis dan Rajin membac Adalah Kunci Sukses Bagi Seorang Penulis


Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Artikel Selanjutnya Postingan Selanjutnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url