5 Tips Membangun Kebiasaan Membaca ala Dee Lestari, Masuk Akal sih!


Membangun Kebiasaan Membaca


Judul di atas cukup menarik untuk saya bahas. Sebab, entah sudah berapa bulan saya tidak membaca buku. Maka dari itu, ini yang jadi pertanyaan adalah membangun kebiasaan membaca buku atau membaca selain buku?

Saya mendapati lima tips membangun kebiasaan membaca ala Dee Lestari di Instagram. Saya pikir, ini unik untuk saya kembangkan melalui tulisan. Sebab, pertama, saya sudah lama tidak membaca buku. Kedua, dalam pandangan saya, membaca itu bukan hanya tentang membaca buku.

Saya tahu dan sering saya katakan bahwa penulis itu harus dekat dengan aktivitas membaca. Bahkan, di radio penulis Garut, saya pernah bilang bahwa aneh rasanya kalau ada penulis yang jarang membaca. 

Akan tetapi yang perlu saya garis bawahi di sini adalah membaca itu bukan hanya tentang membaca buku, melainkan luas definisinya. Boleh juga kan membaca artikel di media online misalnya. Membaca berita misalnya. Dan bahkan, orang yang membaca artikel bisa lebih rajin daripada orang yang membaca buku.

Kalau saya ringkas ini mah, tips membangun kebiasaan membaca ala Dee Lestari ini lebih kepada membaca buku. Namun, saya kembangkan sesempit mungkin bahwa tips dari penulis Supernova itu bukan hanya tentang membaca buku, melainkan membaca apa saja. Tentu, termasuk membaca artikel. Soalnya, saya sendiri lebih sering baca artikel. Dan bagi saya, tipsnya ini masuk akal sih.

Berikut saya kupas tentang tips membangun kebiasaan membaca ala Dee Lestari.

Lakukan manajemen waktu

Secara garis besar, Dee Lestari menyampaikan bahwa setiap orang memiliki manajemen waktunya sendiri. Ya, benar. Saya dan teman saya misalnya. Saat saya menyuruh dia membaca artikel yang saya tulis, dia menjawab, "Nanti bacanya deh, pas waktunya jadwal membaca. Biar rileks".

Adalah kesibukan yang mungkin membuat seseorang yang awalnya rajin membaca menjadi sedikit berkurang. Di tips pertama ini, Dee bilang demikian. Jadi, saat dirinya single, dia bisa baca buku sampai subuh. Namun, setelah berkeluarga, waktu buat membaca jadi beda lagi.

Mungkin bagi teman-teman yang ingin membangun kebiasaan membaca, ada baiknya dalam 24 jam melakukan manajemen waktu ini. Artinya, memaksakan diri untuk membaca di jam berapa dan di jam sekian. Membaca apapun itu. Dengan dipaksa diri kita buat membaca, jadi terbiasa.

Membaca lah di waktu yang ideal

Tips kedua ini masuk akal juga. Dee Lestari sendiri, waktu ideal buat membaca buku, katanya pagi hari. Sebab, pikiran masih segar. Rata-rata memang di pagi hari sih. Apalagi sekelas mahasiswa atau karyawan kantor, mereka pasti meluangkan waktunya untuk membaca buku di pagi hari.

Akan tetapi, tiap orang beda-beda lah waktu yang menurutnya ideal buat membaca. Saya misalnya, lebih senang membaca di waktu dini hari. Entah mengapa, lebih fokus dan kadang sering merasa "ngeh" dan "tertampar" kalau membaca buku pengembangan diri. Mengapa demikian? Sebab kalau di pagi hari pikiran masih segar, sedangkan dini hari kayak pikiran kita kosong aja gitu.

Pasang target

"Misal saya akan menyelesaikan buku dalam satu Minggu" ucap Dee. Masuk akal juga nih. Sebab, dengan membuat target maka ada semacam tujuan. Dengan catatan, target ini, mau tidak mau harus dicapai.

Akan tetapi, Dee sadar bahwa buku kan banyak macamnya. Mulai dari buku tipis hingga tebal. Persoalan ini kembali kepada diri pembaca, kira-kira berapa hari untuk menyelesaikan buku yang kamu baca itu. Dengan cara ini, kebiasaan membaca akan tumbuh.

Pilih buku bacaan yang disukai

Saya persempit lagi, silakan pilih bacaan yang kalian sukai. Entah itu buku bergenre pengembangan diri atau artikel kedaerahan. Nah, oleh karena saya lebih dominan baca artikel (setidaknya dalam dua bulan ini) maka saya lebih suka membaca artikel seperti tutorial, kedaerahan, dan hobi. Sehingga, artikel macam anime, K-Pop, dan masih banyak lagi jarang saya baca.

Meski demikian, pilih-pilih bacaan itu harus, lho. Sebab mungkin saja, malas membaca diakibatkan karena bacaannya yang berat-berat. Yang sulit dipahami juga. Saya pernah membaca artikel mengenai teknologi, eh malah males. Hal itu karena saya tidak memahaminya.

Konsisten

Mbak Dee Lestari bilang, tanpa membiasakan sikap konsisten, kebiasaan membaca tidak mungkin terbentuk!. Saya beri kesimpulan, ya. Jadi, empat tips di atas tidak mungkin dapat membangun kebiasaan membaca kalau tips kelima ini tidak diaplikasikan oleh kita.

Sumber gambar: merdeka.com




Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url