Arunika, Puisi dan Narasi Karya Yuni Heryanti


Pada tanggal delapan Mei yang lalu naskah Arunika masuk ke redaksi tim penulis Garut. Dan kabar baiknya, naskah Arunika karya Yuni Heryanti sudah terbit. Selamat!

Sedikit informasi mengenai buku Arunika itu sendiri, menurut Teh Yuni, sapaan kami kepada sang penulis, isi bukunya tidak pure kumpulan puisi, tetapi ada narasi-narasi yang ia sajikan.

Barangkali, jika pembaca penasaran dengan buku Arunika karya Teh Yuni Heryanti, silakan simak wawancara pendek kami di bawah ini.

Teh Yuni, Arunika itu siapa? Kami mengira Arunika bak aktor utama dalam sebuah novel romance, tetapi, kan, buku Teh Yuni genrenya bukan disitu.

"Arunika itu proyeksi dari jiwa saya. Segala harap dan makna hidup, saya titipkan pada Arunika. Arunika sebuah nama yang cantik. Arunika bermakna Fajr, keadaan subuh hari dengan sunyi sepi sebagai pembuka dari amanah kehidupan".

Puisi yang Teh Yuni tulis di buku Arunika, paling ngena, favorit, di halaman berapa?

"Halaman 25, dalam judul Diksi Pilu".

Awal nulis buku Arunika bagaimana? Baru digarap pas niat pengen bikin buku atau sudah cukup lama ditulisnya?

"Menulis buku Arunika ini sudah di beberapa tahun ke belakang. Namun, ada beberapa kendala hingga merasa cukup dijadikan diary saja. Tetapi, dengan seiring berjalannya waktu, saya selalu membicarakan tentang keingingan menerbitkan sebuah buku ini pada sahabat saya. Sebab, semangat saya untuk menulis dan merampungkan buku ini sebegitu antusiasnya."

"Namun, qodarulloh, ternyata sahabat saya lebih dulu mejemput takdir. Allah lebih sayang beliau, Allah mengambil sahabat yang sempat di titipkan pada saya. Rasanya, dalam menulis buku ini, semacam dibumbui rasa sesal, tetapi saya yakin beliau seolah-olah sedang membaca tulisan saya di buku Arunika ini".

Jika kami tidak keliru, sentuhan religinya di buku Arunika ada ya?

"Ada. Dalam sub judul buku Arunika terdapat redaksi kata 'Tidak ada luka yang Tak Bermuara pada KeadilanNya'. Sense religi terdapat pada kata 'KeadilanNya'. Di kata tersebut saya ingin memberi pemahaman, khususnya pada diri saya sendiri, bahwa apapun luka yang dihadirkan dalam kehidupan pada dasarnya adalah sebuah rahmat".

Keluarga support atau diam-diam nih nerbitin buku?

"Diam-diam".

Rencana setelah pandemi Corona selesai, buku Arunika mau dilaunchingkan dimana?

"Yang paling saya inginkan, Arunika ini dlaunchingkan di SMA 18 Garut (Karangpawitan). Sebab, di SMA 18 Garut itulah saya menemukan makna kehidupan pertama kalinya, kenangan yang penuh bersejarah, kenangan penuh perjuangan bersama almarhum sahabat saya yang memampukan saya untuk menyusun buku ini".

Sekian wawancara singkat kami kepada penulis yang sempat bersekolah di SMPN 1 Wanaraja, SMAN 18 Garut dan eks kampus UPI Tasikmalaya, Selasa (19/05). Informasi mengenai buku Arunika bisa kamu stalking di akun Instagram kami @penulisgarut dan @bukupenulisgarut.

Artikel Selanjutnya Postingan Selanjutnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url