Artikel Terbaru

Cara Membuat Cerita berdasar Pengalaman Pribadi

Cara Membuat Cerita

Untuk ngasih penjelasan tentang cara membuat cerita sebenarnya gampang-gampang susah. Meskipun saya pribadi hampir tiap hari menulis cerita, tapi tetap saja suka ada momen di mana mentok banget saat merangkai dua-tiga kalimat bagi cerita yang hendak saya buat.

Oleh karena itu, tema ini mungkin tampak sepele. Tapi, nyatanya susah untuk dikembangkan. Dan terbukti bahwa, banyak orang yang mencari tahu semacam tutorial dalam membuat cerita. Bahkan, sampe ada yang pengin tahu juga contoh pembuatannya.

Nah, melalui artikel ini, saya bakal sebisa mungkin memberikan panduan kepada kalian tentang membikin cerita. Mulai dari pemilihan tema, menulis awalan cerita, hingga mengoreksi tulisan.

Jadi, silakan pahami artikel ini dengan baik.

Apa itu definisi membuat cerita?

Perlu diketahui bahwa untuk membuat sebuah cerita dapat melalui berbagai platform. Kalian boleh menuangkan cerita dalam bentuk novel maupun cerita pendek (cerpen). Bahkan, lewat blog pribadi pun boleh juga. Katakan lah untuk sekadar curhat sehari-hari mah sah-sah saja.

Nah, entah itu menulis cerita melalui novel, cerpen, dan blog pribadi, inti dari definisi membuat cerita adalah sarana dalam mengungkapkan semua gagasan, ide, dan juga perasaan yang ada pada diri kita.

Terlepas cerita tersebut ada yang baca atau tidak, terkadang itu tidak penting. Yang jelas, semua gagasan, ide, dan perasaan tadi, sudah terlampiaskan. Dan setidaknya, kita merasa lega. Meski, tentu saja mungkin tidak akan sepenuhnya lega.

Sampai di sini paham, ya?

Oke, mari masuk ke inti pembahasan.

Bagaimana cara membuat cerita?

Berdasar pengalaman pribadi, begini cara saya dalam menulis cerita secara runut. Dari poin 1 sampai akhir, semuanya berkaitan satu sama lain.

1. Tentukan tema cerita

Langkah paling utama dalam membuat cerita adalah menentukan tema. Dan ada banyak tema untuk cerita novel maupun cerita pendek. Mulai dari tema persahabatan, tema keluarga, hingga tema yang bernuansa percintaan.

Kalian tinggal tentukan; tema mana yang sekiranya mampu untuk dikembangkan dengan baik. Pilih salah satu dari banyaknya tema yang terdapat pada sebuah cerita.

Untuk memahami lebih lanjut tentang tema cerita, silakan baca artikel ini: cara menentukan tema cerita.

2. Perhatikan awalan menulis cerita

Ini dia langkah paling sulit, setidaknya bagi saya pribadi. Ya, membuat awalan cerita adalah sesuatu yang sampai detik ini seringkali bikin saya bingung. Padahal, saat memilih tema sudah oke. Tapi, pas bagian bikin awalan cerita, suka langsung blank.

Dan memang wajar bahwa menulis awalan cerita suka bikin pusing sebagian penulis. Bagaimana tidak, awalan cerita merupakan salah satu faktor yang krusial banget. Katakan lah kalau awalan cerita kelihatan enak dibaca dan seru, maka ke depannya tulisan bakal ngalir.

Sebaliknya, kalau membosankan, ada kemungkinan pembaca tidak akan melanjutkan membaca cerita yang kita tulis.

Namun, syukur alhamdulilah, belakangan ini, saya mampu membuat awalan cerita yang bagus. Kuncinya ada di artikel ini: contoh awalan cerita. Silakan dibaca juga.

3. Tulis inti cerita dalam kerangka

Menulis inti cerita dalam kerangka akan memudahkan kalian dalam menulis. Silakan tulis; mau bercerita tentang apa, intinya apa, siapa tokoh cerita yang ingin diangkat, di mana latar ceritanya, bagaimana plotnya, dan apa ending dari cerita yang bakal kalian sematkan.

Lantas, bagaimana panduan dalam membikin kerangka?

Mampir juga ke tulisan berikut: cara membuat kerangka cerita.

4. Mulailah menulis dengan bebas

Tidak perlu memikirkan teknik menulis. Yang perlu dilakukan adalah menulis bebas.

Tulis sebebas-bebasnya. Tuangkan segala ide yang ada di kepala. Tumpahkan semua perasaaan yang ada di hati. Dengan demikian, cerita akan gampang selesai.

Saat cerita sudah selesai diekseskusi dengan baik, maka lakukan langkah berikutnya.

5. Koreksi hasil cerita yang sudah ditulis

Hasil cerita karangan sendiri, jangan dulu diperlihatkan kepada banyak orang. Tapi, ada bagusnya melewati tahap koreksi tulisan.

Siapa yang paling layak mengoreksi tulisan? Adalah diri kalian sendiri.

Apa yang perlu dikoreksi? Kalimat-kalimat, kata-kata typo, dan gagasan.

Bagaimana maksudnya? Koreksi; apakah ada kalimat yang tidak logis, alias apakah ada plot hole di dalam tulisan.

Cari, apakah ada kata-kata yang tampak typo, alias salah ketik. Dan, perhatikan gagasannya. Apakah ada gagasan yang membayakan, membingungkan, dan lain-lain.

Itulah yang perlu kalian koreksi.

6. Buat judul cerita

Kasih judul terhadap cerita yang sudah kalian buat. Judulnya bebas, entah itu mau diambil dari tema cerita, nama karakter, atau setting cerita. Ini tergantung pada keinginan kalian sendiri.

Dalam pembuatan judul pun layaknya menulis bebas, ya bebaskan aja. Jangan terlalu memikirkan; apakah judul cerita ini bagus atau tidak.

Namanya juga membuat cerita, semampunya aja. Kecuali membuat novel untuk dikirim ke penerbit, berarti pemilihan judul harus diperhatikan agar naskah bisa terbit.

Kesimpulan

Jadi, postingan tentang cara membuat cerita ini dapat disimpulkan dengan 6 poin berikut.

  1. Menentukan tema
  2. Memerhatikan awalan cerita
  3. Membuat inti cerita dalam kerangka
  4. Mulai menulis cerita secara bebas
  5. Koreksi hasil cerita
  6. Beri judul pada cerita
Sekian.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.