Artikel Terbaru

Contoh Awalan Novel Terbaik Versi Saya

Contoh Awalan Novel

Boleh dibilang materi contoh awalan novel adalah materi yang ringan. Dan seharusnya saya membuat materi ini sebelum membahas tentang outline novel, cara menghidupkan karakter novel, dan juga soal ide tema novel.

Alasan saya tertarik mengangkat materi ini disebabkan karena banyak pertanyaan yang meluncur ke Instagram saya, "Tutorial opening novel dong, Kak".

Saya kemudian berpikir, barangkali bagi sebagian penulis membikin pembuka novel itu sulit. Dan saya memang menyetujui akan hal ini.

Mengapa?

Ya bagaimana tidak sulit! Seorang penulis novel harus mampu menarik perhatian pembaca dari awal ia bercerita. Dan tekanannya harus benar-benar menyala.

-

Sejauh ini, saya melihat bahwa, banyak penulis novel yang terlalu terobsesi terhadap plot, tempo, dan mekanisme penceritaannya. Padahal, opening adalah elemen terpenting untuk dikuasai.

Nah untuk mempermudah kalian dalam membuat kalimat pembuka novel, izinkan saya untuk memberikan cara sekaligus contoh dalam mengawali cerita novel. Dan ini bisa kalian tiru, lalu aplikasikan.

7 contoh awalan novel

Awali dengan filosofi

Kalian dapat mengawali pembukaan novel dengan filosofi. Poin utamanya, kalian harus membuat filosofi dari sisi cerita.

Misalnya, penulis Leo Tolstoy membuat pembuka novel tentang pentingnya keluarga di seluruh halaman novel Anna Karenina . Dan kalimat yang ia bikin, itu pembukanya menyinggung tema utama cerita.

Kalau saya tidak keliru, begini kalimat pembukanya.

"Keluarga bahagia semuanya sama; setiap keluarga yang tidak bahagia, berarti tidak bahagia dengan caranya sendiri".

Namanya filosofi, terkadang kita tidak memahami apa maksud si penulis membuat opening cerita seperti itu. Tapi, kalau kalian baca buku Anna Karenina pasti dapat memahami maksudnya.

Mulailah dengan tindakan

"Ke mana ibu saya pergi dengan pisau itu?" kata Anita kepada tetangganya.

Contoh lain.

"Tolong! Tolong! Tolong hentikan pertengkaran ini! Tolong!" ungkap Fred.

Itu lah gambaran awalan novel dengan tindakan.

Lantas, mengapa kalian sesekali perlu mencoba membuat pembuka dengan tindakan?

Jawabannya, saat ini banyak penulis membuat kesalahan dalam memulai novelnya dengan menyertakan informasi latar belakang karakter utama, dan kemudian menunda-nundanya.

Jadi, memulai novel dengan sebuah tindakan, itu artinya kita tidak akan menghabiskan waktu dengan terlalu banyak basa-basi. Sebab, pembaca lebih suka kepada aksi daripada kita memutar-mutar opening cerita.

Buat sederhana saja

Maksudnya gimana ini?

Begini.

Untuk membuat pembuka cerita, kalian tidak perlu pusing. Sebab, terkadang, ungkapan yang paling sederhana justru ungkapan yang terbaik.

Saya ambil contoh.

"Di kota, ada dua orang bisu. Dan mereka selalu saja bersama."

Atau.

"Rina membenci Kelvin. Dan entah mengapa, dia sangat membencinya".

Dua awalan novel di atas terindikasi murni, terbuka, dan pembaca akan merasa lugas atas kalimat yang kalian bikin.

Lalu untuk memulai cerita dengan cara sederhana ini, kalian tinggal tulis saja pernyataan fakta tentang karakter atau peristiwa dalam cerita yang kalian buat.

Bikin opening yang tidak terduga

Seperti apa contoh keempat ini?

"Saat itu sedang ada musim panas yang aneh dan pengap, musim panas menyetrum keluarga Ana, dan saya tidak tahu apa yang saya lakukan saat itu".

Jenis opening ini, kalian harus mengatur nada dengan meresahkan pembaca di baris pertama. Dan untuk membuat pembaca resah, gunakan saja nada santai untuk menyampaikan kebenaran yang tak terduga.

Awali dengan sebuah pertanyaan

Bukan, ini bukan tentang opening yang sengaja kita kasih sebuah pertanyaan kepada pembaca. Tapi, ini pembuka cerita yang membuat pembaca langsung bertanya-tanya.

Untuk memahaminya, perhatikan contoh awalan novel berikut ini.

"Resi lahir dua kali: pertama, sebagai bayi perempuan, pada hari yang sangat tidak berkabut pada Januari 1960; dan sekali lagi, sebagai remaja laki-laki, di ruang gawat darurat dekat Petoskey, Michigan, pada bulan Agustus 1974".

Respon pembaca: Bagaimana seseorang bisa dilahirkan dua kali, hah? Apa yang sedang terjadi?!

Barangkali kalian pernah lah membaca novel dengan opening membingungkan dari penulis-penulis hebat. Dan kalau kalian sadar, itu adalah teknik. Masuknya ke pembahasan materi Minggu lalu tentang proses kreatif menulis novel.

Silakan baca ulang lagi tulisan tersebut.

Bercerita tentang protagonis

Salah satu cara paling populer untuk membuat sebuah cerita adalah menjelaskan tentang tokoh protagonis novel. Sebab, pada dasarnya memang mudah untuk menyelami pikiran karakter si protagonis dengan sudut pandang kita sendiri.

"Lelaki berambut panjang duduk di dekat pintu masuk terminal. Ia membakar rokok. Dan melamun. Dan, ah! Dia tampan!".


Mulailah cerita dengan membahas masa lalu maupun masa depan

"Saat usia saya 8 tahun, ayah saya memberi saya beberapa nasihat yang telah saya pikirkan sejak saat itu".

Jujur, jenis pembuka ini agak rumit

Sebagai seorang penulis, kalian harus menunjukkan sesuatu dan tidak menceritakan apa pun. Namun, saat memulai dengan ingatan ke masa lalu, saya selalu saja membaca cerita para penulis yang isinya tentang mengingat sebuah peristiwa.

Padahal, untuk menggunakan pembuka ini kalian harus melakukan dua hal sehingga tidak mengingat peristiwa melulu.


1). Tetapkan tema kunci pada cerita

2). Siapkan ide yang akan kalian ungkapkan kepada pembaca sepanjang sisa cerita

Untuk memahami pembahasan ini, silakan baca kembali tulisan saya tentang; cara menulis novel bagi pemula.

-

Barangkali itu saja beberapa contoh awalan novel yang bisa kalian aplikasikan saat akan membuat novel baru.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.