Pengalaman Mempromosikan Novel Sendiri hingga Terjual Banyak

Mempromosikan Novel Sendiri

Selama saya membuat novel, saya belum pernah kirim naskah ke penerbit mayor. Ini bukan soal takut ditolak penerbit atau bukan karena insecure bahwa novel saya jelek, bukan. Bukan soal itu. Tapi, ini soal idealisme.

Maksud saya begini.

Saat penulis lain berbondong-bondong memimpikan naskahnya tembus ke penerbit mayor, saya masih keukeuh memegang idealisme saya bahwa—naskah saya—meski tidak diterbitkan melalui penerbit mayor, atau karya saya tidak ada di toko buku, saya yakin novel saya akan terjual banyak dengan cara saya sendiri.

Pernyataan di atas, adalah sekaligus membantu meyakinkan keraguan para penulis yang selama ini masih suka menerbitkan buku lewat penerbit indie. Artinya, karya kalian masih bisa laku. Asal, cara pemasarannya bagus.

Apakah perlu mempromosikan novel sendiri?

Sebelum menjelaskan secara rinci tentang bagaimana pengalaman saya menjual buku sendiri hingga laris, mari perhatikan dulu jawaban saya terkait pertanyaan di atas.

Begini.

Untuk menjawab pertanyaan, perlukah mengiklankan novel sendiri? Jawabannya perlu. Titik. Sebab—bagi saya dan mungkin bagi penulis novel lain—bagian tersulit setelah menerbitkan novel adalah mendapatkan eskposur untuk novel kita sendiri.

Maksud saya adalah, di Indonesia ada sekitar 1500 buku yang diterbitkan setiap hari. Dan itu artinya, karya kita terlihat seperti setitik pasir di padang pasir.

Belum lagi, katakan lah kita penulis novel yang tidak begitu terkenal. Lantas, siapa yang mau membeli novel kita?

Itu sebabnya, kita tidak bisa menunggu orang datang untuk membeli karya kita. Tapi, kita sendiri yang harus terus-menerus mempromosikan buku yang sudah kita ciptakan sendiri.

Di bawah ini, saya akan berbagi pengalaman terkait cara saya dalam memperkenalkan novel yang sudah saya tulis sendiri.

Cara saya mempromosikan novel sendiri

1. Membuat situs web dan blog

Langkah pertama yang saya lakukan dalam memasarkan novel adalah menjadikan situs web sebagai rumah online saya. Dan saya beruntung telah membuat dan mengelola blog ini.

Sebab, hingga kini, pembaca blog ini sudah puluhan ribu per bulan. Sehingga, apapun yang saya promosikan di sini, mudah untuk menggaet pembeli.

Kalian silakan tiru cara pertama ini. Mulai lah membuat situs web meski gratisan. Entah melalui Weebly, Wix, atau Strikingly. Dan tujuan akhirnya eskis melalui Wordpress premium.

Bahkan, bikin blog melalui blogspot pun masih menguntungkan. Katakan lah sekadar untuk mempromosikan karya sendiri mah, lebih baik maksimalkan aja.

Melalui blog, kalian bisa membagikan apapun yang berhubungan dengan novel kalian. Misalnya, alasan mengapa kalian mengambil genre romance atau fiksi sejarah. Posting juga tentang kepribadian tokoh utama kalian. Dan masih banyak lagi.

Sejauh ini, blog masih oke untuk dijadikan ruang promosi. Dan pengalaman saya sudah membuktikannya.

2. Promosikan novel melalui Pinterest, Instagram, Facebook, dan Goodreads

Cara mempromosikan novel sendiri


Pinterest

Platform media sosial yang satu ini boleh disebut sebagai mesin pencari visual. Bagi penulis novel yang pandai mengedit kata-kata sekaligus pintar membuat desain, Pinterest cocok untuk dijadikan space memasarkan karya.

Kalian bahkan dapat mengkombinasikan Pinterest dengan Canva. Dan keduanya dapat diakses secara gratis. Blog ini juga aktif di Pinterest. Sehingga, banyak mendapatkan lalu lintas di sana.

Instagram

Ah! Instagram sudah tidak kagok bagi penulis novel. Jadi, manfaatkan terus platform ini.

Posting setiap hari kata-kata yang berhubungan dengan novel kalian. Semakin banyak mempublikasikan postingan terbaru di Instagram, maka semakin banyak akun kalian mendapatkan engagement. Sebab, algoritma Instagram memang begitu.

Facebook

Sampai sekarang, Facebook masih bermanfaat untuk mengiklankan karya. Sebab, ada banyak cara dalam memasarkan novel di Facebook.

1. Membuat halaman penulis atau novel di Facebook
2. Bergabung ke grup yang relevan atau sehobi dengan kalian
3. Membuat giveaway (saya pernah membuat giveaway, dan ternyata banyak yang ikutan)

Goodreads

Barangkali, platform yang satu ini masih belum banyak dipakai oleh para penulis. Padahal, Goodreads bagus untuk membuat jejak digital novel kita.

Beberapa minggu lalu saya pernah membahas cara menambahkan buku di Goodreads untuk jejak digital para penulis novel. Silakan klik dan baca. Dan mulai promosikan buku kalian di sana.

Asli, Goodreads keren.

3. NgeYouTube

Untuk menjual novel sendiri di YouTube ada beberapa strategi yang perlu kalian lakukan. Pertama, buat lah cuplikan novel.

Kedua, sampaikan kepada penonton tentang proses penulisan novel. Mulai dari judul, konflik novel, hingga sedikit gambaran ending cerita. Ketiga, wawancarai penulis lain.

Manfaat lain dari YouTube adalah kalian dapat memonetisasinya.

4. Menawarkan novel ke teman, keluarga, dan ke sekolah-sekolah

Cara terbaik untuk mempromosikan sebuah novel, ialah berani menawarkan sendiri. Sebab, ada banyak target audiens yang tepat untuk mengenalkan novel yang sudah kita karang sendiri.

Katakan lah kepada seorang teman. Dan minta bantu kepada mereka untuk mengulas novel kita. Sebut juga keluarga, dan jangan lupakan beberapa sekolah-sekolah yang barangkali akan mengapresiasi karya kita.

Biasanya, sekolah bakalan menghargai karya alumni-alumninya. Apalagi sebuah buku atau novel, ia bermanfaat dan akan abadi jika disimpan di perpustakaan sekolah.

5. Gunakan jasa review buku

Di Internet, banyak jasa review buku yang memberikan ruang bagi para penulis. Salah satunya blog penulis Garut ini. Silakan baca cara saya mengulas sebuah novel, ini contohnya: review buku Lebah Pencari Madu.

Setelah novel tersebut saya ulas, banyak pembaca yang berkunjung. Dan ia permanen tayang di Internet. Sehingga seperti halnya Goodreads, menggunakan jasa review maka itu berfungsi untuk jejak digital novel kita.

Carilah tukang review buku yang baik, yang memiliki pembaca setia di blog atau di akun sosial medianya. Cari pengulas buku yang pandai mendeskripsikan buku, ahli juga dalam menjelaskan novel secara detail, dan juga baik penyampaiannya.

5 cara di atas adalah semacam upaya agar novel kita terjual banyak. Jadi, lakukan lah. Untuk mendapatkan insight yang lebih luas, silakan baca ini: cara promosi novel online.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url