Artikel Terbaru

Panduan Menulis Deskripsi Buku yang Memikat Pembeli

Menulis Deskripsi Buku

Perlu saya katakan bahwa menulis deskripsi buku adalah bagian penting dalam strategi menjual buku.

Alasannya sederhana, mari posisikan diri kita sebagai pembeli, pasti ada tiga hal yang kita perhatikan saat membeli buku.

Pertama, judul buku. Kedua, membolak-balikan sampul buku. Ketiga, membaca deskripsinya.

Saat deskripsi buku yang kita pegang terlihat memikat, ditambah lagi judul dan cover bukunya menarik, ada kemungkinan kita akan membelinya. Setidaknya, mungkin untuk keperluan taman baca.

Jika saya sederhanakan lagi, judul dan sampul buku berpotensi menarik pembeli, tapi deskripsi ialah upaya untuk menggelitik dan menggoda pembeli. Sehingga peran ia sangat krusial.

Begini.

Saya ingin menyampaikan kepada kalian bahwa, apa pun genre buku yang kalian ciptakan dan siapa pun audiens atau target pembaca buku kalian, membuat deskripsi buku itu harus memancing pembeli dan pembaca.

Lantas, caranya bagaimana?

Mari saya bahas bagaimana kalian harus membuatnya. Tulisan ini saya ambil dari pengalaman saya saat membuat novel pertama.

Tips menulis deskripsi buku

1. Singkat, tapi harus menarik pembeli buku

Berapa banyak jumlah kata di dalam deskripsi novel atau buku? 250 kata. Ini paling efektif. Amazon bahkan merekomendasikan 150 kata.

250 kata itu harus kalian tulis dengan baik. Setiap suku kata berisi kata-kata penting agar pembaca tidak berhenti membaca deskripsi karya kalian. Jika terlalu banyak, pembaca akan bosan.

Untuk sebagian penulis, 250 kata mungkin tidak cukup. Tapi, saran saya, bagi penulis yang tidak begitu populer, 250 kata sangat baik.

Sebab, kebanyakan pembaca tidak akan membaca deskripsi lebih dari 250 kata. Kecuali, tipe pembaca yang benar-benar suka sama buku. Mereka pasti membaca keseluruhan deskripsi.

2. Bikin kalimat pertama dan terakhir yang menggugah pembaca buku

Untuk kalimat pertama, langsung to the point saja, tanpa perlu basa-basi. Dan kalimat terakhir, tulis pertanyaan yang membuat pembeli berpikir.

Sebagai contoh, perhatikan penulisan deskripsi buku di bawah ini.

“Di masa perang, tiga penjahit menghadapi pilihan yang mustahil. Mereka ditempatkan dalam bahaya besar. Lalu disatukan oleh kesetiaan. Kemudian terancam oleh pengkhianatan. Dan dapatkah mereka bertahan di era tergelap dalam sejarah yang mereka ciptakan sendiri?”

Saya menemukan deskripsi di atas dalam novel fiksi sejarah. Mungkin bagi kalian itu tidak menarik, tapi bagi saya, isi deskripsi tersebut sangat menggugah. Ya, barangkali kita beda selera.

Lanjut.

3. Jelaskan tokoh utama serta beri sedikit konflik dalam deskripsi

Jika kalian membuat buku atau novel romance, usahakan saat menulis deskripsi, fokus saja menjelaskan dan memperkenalkan tokoh utama.

Seharusnya tidak perlu juga membahas subplot. Dan tidak usah menceritakan tokoh sekunder, alias tokoh pembantu. Cukup fokus mengenalkan tokoh utama serta sisipkan konflik novel sedikit saja.

Contoh:

"Bagi Mia, kembali ke Jakarta bukan hanya untuk temu kangen dengan keluarganya. Lebih dari itu, ia datang ke Jakarta untuk menemui seseorang. Seseorang yang kerap ia ingat saat tinggal di Roma. Seseorang yang kadang membuatnya senang, dan juga sedih".

4. Buat teks deskripsi yang ramah pembaca

Apa maksud poin keempat ini, adalah teks deskripsi dengan menggunakan paragraf pendek, ada poin-poinnya, dan juga ada teks tebal.

Paragraf pendek: Evelyn membenci Paris. Kota itu tidak membuat hidupnya manis, malah membikin dia meringis.

Poin-poin: 1. Di Paris, ia bertemu dengan pria yang mirip dengan mantan kekasihnya. 2. Bla bla bla.

Teks tebal: EVELYN JATUH CINTA LAGI!

Teks tebal berfungsi untuk menekan kesimpulan dari poin-poin penting.

5. Sampaikan serial buku

Apakah buku kalian bagian dari serial buku sebelumnya? Jika iya, beri tahu pembaca. Beberapa pembaca lebih menyukai serial.

"Jangan lewatkan buku aku sebelumnya, yaitu buku The One and Only Mia, kembalinya Katherine sangat mengejutkan!”

6. Beri testimoni di bawah deskripsi buku

Ini yang tidak kalah penting menurut saya. Maka dari itu, untuk mendapatkan testimoni, sebaiknya naskah buku atau novel jangan dulu dikirim ke penerbit, tapi kirim ke penulis yang katakan lah sudah banyak pembaca atau kirim ke sebuah media online yang fokus membahas novel, seperti melalui bantuan blog ini.

Dengan adanya testimoni, setidaknya ini membantu untuk memikat pembeli.

Arti Deskripsi Buku


Apa deskripsi buku dan di mana letak penulisannya?

Untuk memperpanjang postingan ini, bagi yang belum tahu arti deskripsi buku yang sebenarnya, berikut pengertiannya.

Begini (ini menurut pandangan saya).

Jadi, deskripsi buku bukanlah ringkasan poin demi poin dari buku yang kalian tulis. Namun, gambarannya seperti trailer film dalam bentuk tulisan.

Deskripsi itu harus mengatur plot utama, memperkenalkan karakter, memberikan kilasan konflik, dan menekankan tema.

Deskripsi boleh dikatakan semacam iklan, dan tujuannya adalah untuk membuat pembaca tertarik membeli buku kita.

Deskripsi buku akan muncul, setidaknya di empat tempat ini:

  • Sampul belakang buku.
  • Di halaman daftar buku, terutama di Amazon (bagi penulis yang pernah mempromosikan buku di Amazon, saya yakin kalian tahu).
  • Halaman situs web (saat blogger/pereview buku mengulas sebuah buku).

Kesimpulan

Saat menulis deskripsi buku, ingat bahwa salah satu tujuan kalian adalah membuat iklan untuk buku yang kalian tulis.

Dan seharusnya, isinya hanya memberi pembaca pandangan sekilas tentang apa buku kalian itu. Jangan memberi terlalu banyak penjelasan, dan biarkan mereka (pembaca/pembeli) menafsirkannya sendiri.

BACA JUGA: Cara mereview buku.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.