Artikel Terbaru

7 Contoh Literasi Digital di Sekolah yang Wajib Siswa-Siswi Ketahui

Contoh Literasi Digital di Sekolah


Contoh literasi digital di sekolah - Setiap membuat tulisan terkait dunia literasi, saya selalu bilang bahwa literasi itu cakupannya luas. Bukan hanya literasi baca-tulis saja.

Kalau tidak keliru, pernyataan itu pernah saya sampaikan dalam artikel cara membuat komunitas literasi di kampus.

Bahkan musik juga termasuk dalam kegiatan literasi digital. Sebab banyak contoh kegiatan literasi musik. Misalnya membaca sejarah musik dan menulis lirik lagu.

Semua pasti ada kaitannya dengan membaca dan menulis. Pun dengan literasi digital.

Lantas, apa pengertian literasi digital? Apa saja contoh literasi digital di sekolah? Dan mengapa siswa-siswi wajib mengetahuinya?

Literasi digital

Pengertian literasi digital ialah kemampuan atau pengetahuan dalam memanfaatkan sarana digital. Dengan catatan harus secara bijak dan tepat dalam penerapannya sehari-hari.

Literasi yang satu ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang yang hidup di masa sekarang. Sebab, ia dipergunakan untuk mengimbangi kemajuan teknologi.

Literasi digital memberikan kebebasan berekspresi bagi penggunanya. Namun, penerapannya harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Sebab, ia mendapat perlindungan dari negara.

Selain itu, lewat literasi digital orang-orang diharapkan semakin produktif dalam menghasilkan karya, seperti membuat jurnal ilmiah, menulis artikel-artikel yang kemudian dibagikan ke internet, hingga pengembangan teknologi.

Contoh literasi digital di sekolah


Mari masuk ke inti pembahasan. Di bawah ini beberapa contoh kegiatan literasi digital yang ada di sekolah. Dan siswa-siswi harus mengetahui contoh penerapan literasi digital ini.

1. Siswi-siswa dianjurkan membaca melalui aplikasi digital

Dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia, salah satu fokus utama siswa-siswi adalah membaca. Mereka diajarkan cara membaca efektif.

Nah oleh karena zaman semakin canggih, dan 90% siswa-siswi sudah memiliki gadget sendiri, maka sebaiknya guru menganjurkan peserta didiknya untuk rutin membaca melalui aplikasi digital.

Apa saja yang harus dibaca?

Entah itu materi pelajaran. Sebab sudah banyak materi pelajaran yang diunggah melalui internet dalam format pdf. Atau, membaca novel. Salah satu aplikasi digital untuk membaca buku atau novel ialah iPusnas.

Dengan melakukan kegiatan membaca melalui aplikasi digital maka pihak sekolah sudah menerapkan salah satu contoh kegiatan literasi digital.

2. Guru mengajak para peserta didik untuk menulis lewat aplikasi digital

Sejauh ini, ada gebrakan baru di dunia pendidikan yaitu para guru sedang belajar menulis. Apabila seorang guru sudah senang menulis, mungkin kedepannya ia akan mengajak siswa-siswinya untuk belajar menulis.

Bahkan, seandainya guru dan pihak sekolah peka terhadap keadaan zaman sekarang, kini sudah banyak anak SMP & SMA yang sering menulis di platform menulis online, salah satunya di Wattpad.

Ini tinggal diwadahi dan diapresiasi saja melalui kegiatan lomba menulis di sekolah. Siswa-siswi pasti akan ada sedikit ketertarikan terhadap kegiatan menulis.

3. Sekolah menyediakan kelas virtual bagi siswa-siswinya

Ketiga, ini masuk contoh literasi digital dalam pendidikan, yakni sekolah harus menyediakan kelas virtual.

Manfaat adanya kelas virtual yaitu untuk mengantisipasi adanya peristiwa yang terjadi seperti sekarang ini.

Kedepannya, bagi siswa-siswi yang sedang sakit dan tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah, jadi bisa ikut kalau kelas virtual berhasil dibuat.

4. Warga sekolah berkomunikasi menggunakan teknologi digital

Cara membuat literasi digital, salah satunya adalah bentuk komunikasi.

Bentuk komunikasi yang seharusnya sering dilakukan oleh warga sekolah adalah mengirim pesan lewat email. Ini merupakan cara terbaik untuk mengenalkan siswa tentang fungsi literasi digital.

Tugas-tugas yang diberikan guru, tidak perlu lagi menggunakan WA sebagai perantara, tetapi email akan lebih profesional saja.

Karena nanti juga setelah siswa-siswi lulus, cara mengirim email perlu diketahui oleh peserta didik, manfaatnya dapat digunakan saat melamar atau sedang bekerja.

5. OSIS mengunggah kegiatannya melalui blog

Sejauh yang saya amati, OSIS di suatu sekolah banyak yang tidak aktif ngbelog. Sehingga, kegiatan yang mereka buat di sekolahnya seolah tidak ada.

Salah satu pemanfaatan literasi digital justru dari hal-hal yang sederhana saja, yaitu menulis di blog. Dengan membuat blog khusus OSIS, mungkin saja ini akan menjadi kenangan tersendiri setelah masa jabatan mereka selesai.

Dalam hal ini, pembina OSIS perlu memberikan arahan kepada OSIS agar aktif ngeblog.

6. Pihak sekolah aktif mengelola website

Banyak sekolah yang sudah membuat website, tetapi tidak dikelola dengan baik. Padahal, website adalah sarana informasi yang tepat ketika calon siswa ingin bersekolah di sekolah yang mereka tuju.

Dengan adanya website, siswa bisa daftar secara online, kan?

Andai kata sebuah sekolah tidak membuat website, ini literasi digitalnya kurang diaplikasikan.

7. Sekolah membuat akun Instagram untuk media informasi

Jika tidak memiliki website, minimal pihak sekolah punya Instagram yang aktif untuk media informasi. Informasi yang diberitakan tentang apa saja. Entah itu eksistensi sekolah, kegiatan sekolah, dan masih banyak lagi.

Sudah tidak punya website lalu Instagram tidak aktif, pemanfaatan literasi digitalnya dilihat dari mana?

Kiranya itu saja 7 contoh literasi digital di dunia pendidikan.

Mengapa siswa-siswi wajib mengetahui dan mengaplikasikan literasi digital?

Pertanyaan ini masuk kepada manfaat literasi digital.

Saya ambil beberapa manfaat ini dari hasil penjelasan saya terkait contoh literasi digital di sekolah tadi.

1).  Waktu yang dipakai siswa-siswi untuk mengakses internet dapat digunakan dengan baik

Entah kegiatan membaca, menulis, mencari informasi sekolah di internet, dan lain sebagainya tidak terbuang cuma-cuma. Mereka (peserta didik) terlihat sedang belajar meski menghabiskan waktu 5 jam dalam sehari.

2). Memperluas jaringan belajar

Dalam kasus email tadi, setidaknya peserta didik sudah memperluas jaringan belajar. Secara tidak langsung, mereka belajar cara mengirim email. Pun dengan adanya kelas virtual, mereka jadi tahu fitur-fitur dari aplikasi Zoom misalnya, dan masih banyak lagi.

3) Memperkaya keterampilan

Apa maksud manfaat ketiga ini? Ya, mereka akan memperkaya keterampilan saat menulis cerita di Wattpad, membaca di iPusnas, aktif mengelola Instagram OSIS, dan lain-lain.

***

Barangkali itu lah 7 contoh literasi digital di sekolah yang wajib siswa-siswi ketahui.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.