Pengalaman Artikel Saya Dimuat di Media Online, Begini Caranya!

Pengalaman Artikel Saya Dimuat Di Media Online, Begini Caranya!

Kalau hobi menulis memang sebaiknya sesekali kita mencoba mengirim tulisan kita ke media online yang membayar kontributor-nya. Sejauh ini, saya sudah mengajak beberapa kawan saya untuk ayo debut di media ini, itu, dan lain sebagainya.

Ada kebanggaan tersendiri ketika artikel kita dimuat di media online. Apalagi media online yang memuat artikel kita adalah media besar. Pembaca banyak, persaingan ketat, dan susah ditembus adalah hal yang luar biasa hebat. Jadi ketika artikel kita dimuat, kita sudah berhasil mengalahkan beberapa pesaing kita.

Nah, honor dari beberapa media online yang saya tuju macam-macam bayarannya. Tapi, saya merekomendasikan lima media online saja. Kebetulan pernah saya tulis di sini. Silakan dibaca ketentuannya.

Dalam tulisan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman pembaca penulis Garut tentang bagaimana sih dulu artikel saya bisa dimuat. Dan bahkan belakangan ini artikel saya dimuat dalam kurun waktu dua hari. Sudah sering banget pokoknya. Praktis saya senang dong. Honor-nya bisa buat jajan.

Lantas caranya bagaimana sih agar artikel kita dimuat di media online? Berikut saya jelaskan berdasar pengalaman pribadi.

Artikel saya dimuat di media online berawal dari keresahan

Ya semua berangkat dari keresahan saya sehari-hari. Dulu saya menulis tentang keresahan saya tinggal di Garut. Sering kan orang Garut kalau kenalan sama orang luar dihubungkan dengan Vina Garut. Makanya saya kasih tahu para pembaca bahwa Garut itu kota luar biasa. Kebetulan media online yang saya tuju pembaca mereka banyak.

Hanya dalam kurun 17 jam artikel saya langsung dimuat. Email promosi penerimaan naskah langsung masuk ke email saya. Tentu saja saya senang. Saya langsung membagikan tautan artikel saya di berbagai media sosial. Ada banyak ucapan selamat lah, keren lah dan lain-lain.

Artikel lain dimuat juga. Saat itu tembus ke situs utama mereka. Dan dibayar dengan bayaran yang wah. Gila. Gila. Senang sekali. Semenjak itulah saya rajin bikin artikel. Apalagi sekarang sudah sering dimuat. Makin percaya diri aja gitu soalnya udah tahu celah-celahnya juga biar bisa tembus.

Jadi ya kalau artikel kamu pengin dimuat, berangkat lah dari keresahan kamu sehari-hari. Cari tema yang tidak umum. Sambil, riset-riset sedikit. Coba baca tulisan saya sebelumnya mengenai tema apa saja yang kemungkinan bakal dimuat, link-nya di bawah ini.


Artikel saya dimuat di media online karena saya mau belajar

Ada banyak penulis yang sekadar mencoba aja dulu tanpa membaca standar tulisan di media online yang mereka tuju. Di tulisannya, tiba-tiba banyak istilah asing yang dimiringkan, terus subjudul ditulis dengan huruf awalnya besar semua. Padahal, tidak seperti itu.

Ibaratnya gini, kalau kamu pengin mengenal seseorang berarti harus ada tahap pendekatan. Nah saya sarankan buat yang pengin submit tulisan ke media online berbayar, perhatiin dulu media online yang kita tuju karakternya bagaimana, standar tulisannya bagaimana dan lain sebagainya.

Nah karena saya mau belajar alias baca-baca artikelnya selama satu bulan, baru lah bisa tembus. Butuh waktu satu bulan saat itu, serius ini. Pas awal-awal ngeblog juga di situs ini. Baru lah mikirin konten di situs penulis Garut dan media online yang saya tuju.

Artikel saya dimuat di media online karena judul, teknis menulis dan tema tulisan bagus

Saya sangat pede mengatakan bahwa artikel saya dimuat karena judul, teknis dan tema tulisan saya bagus. Judul tulisan saya selalu klik bait. Teknis tulisannya tidak ngawaur. Tema tulisan saya tidak umum seperti penulis lain.

Dari judul misalnya, saya sudah tahu judul seperti apa yang memancing redaktur. Lalu teknis menulisnya, teknis menulis kayak gini yang bakal disukai redaktur. Dan tema tulisan, tema yang kayak gini yang pasti bakal dimuat.

Tiga hal itu pernah saya tulis di sini. Serius, untuk bahan belajar kalian dan tanpa bermaksud menggurui, coba baca tiga artikel di bawah ini.

1. Pembahasan soal judul artikel: judul artikel yang menggugah redaktur.
2. Pembahasan tentang teknis menulis: teknis menulis yang enak dibaca.
3. Tema yang sering dimuat: tema artikel.

Artikel saya dimuat di media online karena saya tidak pernah menyerah

Wah ini yang paling penting. Adalah jangan pernah menyerah ketika artikel yang kita kirim banyak email penolakannya. Kadang-kadang media online yang kita tuju melihat keseriusan kita. Kadang-kadang media online yang kita tuju memperhatikan sejauh mana penulis ini mampu bertahan dengan rintangan-rintangan yang dihadapinya.

Ketika artikel kita ditolak, coba perbaiki. Bahkan kalau berani, tanyakan ke redaktur-nya. Hubungi mereka, apa yang salah dengan tulisan kita? Bagaimana cara untuk memperbaiki tulisan kita? Apa yang kurang? Gitu sih.

Barangkali itulah pengalaman artikel saya dimuat di media online. Ini hanya sekadar berbagi. Dan mudah-mudahan kalian semakin terus dimuat artikelnya, ya!

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url