Jalan Kaki Adalah Olahraga Paling Ideal bagi Para Penulis

Jalan Kaki Adalah Olahraga Paling Ideal bagi Para Penulis


Jika disuruh memilih, jenis olahraga mana yang paling baik untuk para penulis? Maka, saya akan menjawab olahraga jalan kaki. Bahkan, jalan kaki adalah olahraga paling ideal bagi para penulis.

Salah satu alasan mengapa jalan kaki adalah olahraga paling ideal bagi seorang penulis, karena dengan jalan kaki mampu memperbaiki suasana hati tidak senang atau lelah secara mental.

Postingan ini sengaja saya angkat karena nggak sedikit para penulis yang malas berolahraga. Oke, saya paham bahwa pekerjaan seorang penulis adalah menulis. Maka wajar jika berpegang teguh pada prinsip, jangan malas nulis. Atau, jangan malas ngeblog.

Akan tetapi, semangat menulis ada baiknya dibarengi juga dengan semangat berolahraga. Atau kalau keberatan harus semangat berolahraga, minimal rutin seminggu sekali meluangkan waktu jalan-jalan ke mana saja.

Sederhananya, sekiranya supermarket, mesin ATM, dan tempat kerja dekat dengan rumah kita, alangkah baiknya jalan kaki saja. Tak perlu repot-repot mengendarai motor maupun mobil.

Pengaruh olahraga jalan kaki bagi seorang penulis

Saya lupa lagi, entah membaca berita dari media online mana bahwa jalan kaki dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam berpikir kreatif.

Dalam artikel yang pernah saya baca tersebut, ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa ide baru yang kreatif, akan lebih mudah datang jika dipikirkan sembari jalan kaki daripada sambil duduk.

Dan benar saja, di blog ini ada banyak postingan yang saya publikasikan, idenya muncul pas saya lagi jalan kaki. Ada dua postingan yang masih saya ingat, dan postingannya masih segar.

Pertama, soal cara mengatur keuangan bagi penulis lepas. Kedua, terkait pakaian seorang penulis.

Rutin melakukan olahraga jalan kaki juga praktis bakal memperkuat otot kaki. Hal ini relate dengan aktivitas seorang penulis yang kebanyakan duduk di depan laptop, notebook, atau komputer.

Mungkin saja kalian yang kakinya gampang kesemutan, itu diakibatkan karena jarang berolahraga jalan kaki. Maksud relate di sini, pas banget lah jalan kaki ini untuk mengobati kesemutan yang terjadi bagi para penulis.

Jalan kaki dapat menenangkan pikiran

Di paragraf kedua, saya bilang bahwa jalan kaki mampu memperbaiki suasana hati tidak senang atau lelah secara mental. Itu artinya, jalan kaki = menenangkan hati, dan juga pikiran.

Saya dulu rutin berolahraga jalan kaki. Dan memang selain jalan kaki bisa memunculkan ide-ide baru nan segar, juga menenangkan pikiran.

Kalau kalian peka, banyak kan orang yang hobi menulis sekaligus muncak. Bukankah muncak, termasuk olahraga jalan kaki? Muncak bukan dengan berlari-lari, kan? Bahkan, banyak orang yang patah hati lalu cara mengobatinya, salah satunya dengan olahraga jalan kaki.

Lantas, apa akibat atau ketakutan saya jika seorang penulis jarang berolahraga jalan kaki?

Mungkin, boleh jadi sering stress

Terutama bagi para penulis yang sering berhadapan dengan deadline. Alih-alih diam di rumah pengin bisa enjoy terus, pengin bisa dapet ide terus, eh malah stress karena pikirannya nggak tenang.

Banyak saya temui penulis-penulis yang meski diam di rumah, lalu muncul dua-tiga jerawat di pipinya. Ya, ini juga yang saya alami saat ini. Dua Minggu lebih nggak rutin jalan kaki, jerawat pada muncul.

Apa yang membuat saya strees? Deadline nulis iklan-iklan yang masuk ke blog ini. Untung saja ada teman saya, sesama penulis juga, Deden Miftahul Hidayat yang menulis novel ABDI, kemarin ngasih tahu salep jerawat. Dia cukup ahli dalam dunia kesehatan.

Gampang capek, hilang fokus

Ketakutan kedua saya jika seorang penulis jarang berolahraga jalan kaki yakni takutnya jadi mudah capek, ngantukan, dan hilang fokus.

Bagi saya, betapa pentingnya kebugaran, konsentrasi, dan kefokusan bagi seorang penulis. Hal ini tentu tujuannya nggak lain lagi, agar settiap tulisan yang kita publikasikan bagus di hadapan pembaca. Agar tulisan kita kerasa ada feelnya di mata pembaca.

-

Jadi, konteks "jalan kaki" ini sama seperti tulisan sebelumnya mengenai 5 manfaat bersosialiasi bagi seorang penulis. Artinya, olahraga jalan kaki dan bersosilaiasi konteksnya beraktivitas di luar rumah. 

Sehingga, ada dua tujuan seorang penulis keluar rumah: pertama, bersosialisasi. Kedua, olahraga jalan kaki.



Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url