Artikel Terbaru

Novel Abdi, Karya Klasik Deden Miftahul Hidayat


Novel Abdi, Karya Klasik Deden Miftahul Hidayat

Novel Aku, Buku dan Dia atau yang disingkat ABDI terbit pada bulan April tahun 2020. Novel yang ditulis oleh Deden Miftahul Hidayat ini mengisahkan tentang seorang pelajar bernama Deri.

Novel ABDI sendiri ditujukan kepada para remaja yang sedang mencari jati diri dalam hidupnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Kang Deden, sapaan akrab kami kepada dirinya, ketika kami meminta keterangan terkait tujuan daripada novel yang ditulisnya, "Novel ABDI ini saya tujukan untuk para remaja yang sedang mencari arti jati diri" Ucap penulis berkelahiran tahun 2000 itu.

Kang Deden sendiri termasuk salah satu penulis muda yang berasal dari Garut. Lahir di Kecamatan Singajaya pada tanggal 10 Maret tahun 2000 membuat dirinya sukses melahirkan karya pertamanya di bidang literasi. Lalu bagaimana reaksi orang-orang terdekatnya ketika mendengar kang Deden sudah menerbitkan buku? Simak wawancara pendek kami bersama penulis yang masih berkuliah di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya ini. 

  • Baca juga penulis kami yang masih muda lainnya disini.

Kang Deden, bagaimana reaksi orang-orang terdekat setelah menerbitkan buku?

"Alhamdulilah reaksi mereka bangga, terutama mereka yang selalu berada di dekat saya. Baik itu sahabat, keluarga, apalagi kedua orang tua saya. Juga, apapun yang saya lakukan selagi semua bernilai kebaikan, mereka akan senantiasa menyupport saya. Saat ini, lumayan banyak orang-orang yang bertanya kepada saya bagaimana cerita saya bisa menerbitkan buku, serta kiprah saya di dunia kepenulisan".

Apa harapan Kang Deden setelah menerbitkan buku?

"Tentu saja semoga buku ini bisa bermanfaat. Kisahnya bisa menjadi motivasi bagi para pembaca dan semoga bisa menjadi amal jariyah bagi diri saya pribadi. Kedua, harapan saya semoga bisa semangat terus dalam berkarya".

Kang Deden, beri kami tips menulis selama penggarapan novel ABDI?

"Utamanya perbanyak membaca. Lalu buat jadwal menulis, usahakan konsisten. Awal menulis sebisa-bisa yang ringan-ringan saja dulu, latihan menulis di blog dan lain-lain. Buat outline supaya kita punya pijakan saat menulis. Terakhir, gabung komunitas dan berani publish tulisan kita".

Kang Deden, andai wabah Korona telah berlalu, novel ABDI ini mau dilauncingkan dimana?

"Seperti yang sudah direncanakan, saya ingin buku ini dilaunchingkan di sekolah tempat saya dulu, yakni di SMA N 20 Garut dan MTS Nurul Hidayatul Iman. Berharap juga bisa diadakan di kampus saya".

***

Dalam proses penerbitan novel ABDI sendiri, menurut pandangan kami sebagai media yang membantu  menerbitkannya, ini cukup unik. Novel ABDI terbit ditengah pandemi Korona dan pengiriman naskah dari penulis kepada kami, sekaligus ketemuan antara Kang Deden dan tim penulis Garut, terjadi dua hari sebelum ada himbauan diam di rumah. Maka dari itu, kami mengangkat tajuk pada postingan ini yakni "Novel ABDI, Karya Klasik Deden Miftahul Hidayat".

Arti kata klasik, mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah duanya, "Termasyhur karena bersejarah". Kami yakin bahwa novel ABDI akan memiliki sejarah tersendiri bagi tim penulis Garut dan orang yang mengarangnya, jika dicermati dari proses penerbitannya. Kemudian arti klasik lainnya, "Bersifat seperti seni klasik, yaitu sederhana, serasi, dan tidak berlebihan" pengertian ini masuk ke gambaran novel ABDI yang sederhana, serasi jika dilihat sampulnya, dan isinya tidak berlebihan.

Demikian untuk arti lainnya dari klasik itu sendiri adalah deskripsi dari harapan-harapan penulis yang selama diwawancari oleh kami terasa begitu besar, yakni semoga novel ABDI mempunyai nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yang abadi.


4 komentar:

  1. Sukses selalu yaa...isi bukunya mantap👍😍

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah punya sahabat seperti dia🙏 Semoga berkah Aamiin..

    BalasHapus

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.