Cara Menjual Buku ke Sekolah agar Mudah Laris

Cara Menjual Buku ke Sekolah

Empat tahun lalu, saya memiliki pengalaman menarik dalam memasarkan novel ke sekolah-sekolah. Ya, novel yang saya tulis sendiri dan diterbitkan melalui penerbit indie.

Berdasar pengalaman yang saya lakukan, ternyata cara menjual buku ke sekolah supaya laku itu gampang saja. Kuncinya adalah keberanian. Berani berkomunikasi dengan pihak sekolah. Terutama dengan kepala sekolah.

Ngomong-ngomong, postingan ini merupakan kelanjutan dari strategi menjual buku sendiri yang pernah saya publish dua tahun lalu. Dalam postingan tersebut, saya menyampaikan bahwa, salah satu cara agar buku yang kita terbitkan sendiri laris, yaitu jual saja ke sekolah-sekolah.

Namun, untuk bisa menjual buku ke banyak sekolah, memang jalan yang ditempuh oleh seorang penulis cukup rumit.

Nanti kalian akan dihadapkan dengan masalah seperti, uang pihak sekolah buat beli buku tidak ada. Atau, mereka tidak berminat membeli buku kita. Intinya, banyak hal-hal rumit yang bakal kalian temui.

Nah, untuk mengatasi kerumitan itu, saya sudah mengumpulkan berbagai cara agar buku kita laris ketika kita berencana ingin menjual buku kita ke berbagai sekolah.

Untuk mengetahui tipsnya, silakan simak penjelasannya berikut ini:

Mengapa penulis indie perlu menjual karyanya ke sekolah?

Alasannya simple saja. Sekolah itu jangkauannya luas. Usianya akan berlanjut terus. Dari generasi ke generasi selanjutnya.

Sehingga, ketika karya kita ada di sebuah sekolah maka kemungkinan dibacanya akan banyak oleh siswa satu ke siswa lainnya. Siswa angkatan tiga sampai angkatan-angkatan berikutnya.

Lebih dari itu, siapa tahu dengan eksisnya buku kita di sebuah sekolah, bisa jadi itu merupakan contoh bagi siswa-siswi agar kelak dirinya menjadi penulis buku atau penulis novel juga seperti kita.

Namanya anak SMP atau SMA pasti ingin mengikuti cara orang berkarya. Entah itu berkarya lewat tulisan, musik, gambar, dan lain sebagainya.

Alasan itulah yang membikin saya tertarik untuk memasarkan novel ke banyak sekolah. Meskipun, beberapa sekolah menolak buku saya karena mereka tidak punya dana. Tapi, tidak apa-apa. Yang penting usaha agar karya kita laku, sudah kita lakukan sendiri sebaik mungkin.

Mari masuk ke pokok pembahasan..

Cara menjual buku ke sekolah

Ada lima langkah untuk mempromosikan buku ke sekolah-sekolah. Tahapan-tahapan atau langkah-langkah yang akan saya tulis di bawah ini terbilang runut.

Jadi, pembaca sebaiknya pahami dari poin satu ke poin lima. Sebab, poin-poin ini penting banget dalam ranah pendidikan.

1. Membuat list sekolah-sekolah elit untuk pemasaran

Langkah pertama tatkala buku kalian sudah terbit, lalu berencana ingin menjualnya ke sekolah, maka silakan list dulu sekolah-sekolah yang ingin kalian datangi.

Kalau bisa, list sekolah-sekolah yang elit dan berkualitas saja. Sebab, kecenderungan membelinya lebih besar daripada sekolah biasa.

Akan tetapi, sebelum ke sekolah elit, sebaiknya ke eks sekolah kalian aja dulu. Biasanya mantan sekolah kita bakal menghargai karya alumninya. Sebut saja, kemungkinan dibelinya lebih gede daripada bukan bekas sekolah kita.

Jadi, silakan list dulu nama-nama sekolahnya. Entah itu SMP atau SMA. Sesuai target pembaca novel atau buku kalian aja.

2. Menemui guru Bahasa Indonesia

Langkah kedua pas sudah sampai di gerbang sekolah, silakan temui guru Bahasa Indonesia. Sampaikan kepadanya bahwa kalian ingin menjual buku sendiri, lantas siapa tahu murid bapak/ibu guru berminat untuk mengulas buku ini lewat anak didik bapak/ibu.

Sampaikan kerjasama ini dengan baik supaya guru yang kalian ajak ngobrol, kemudian tertarik. Saat mereka bertanya isi buku, jawab sebaik mungkin. Sampaikan juga visi-misi kalian dalam menjual buku tersebut.

3. Menemui kepala sekolah untuk persetujuan selanjutnya

Biasanya guru bahasa Indonesia akan menyerahkan pendanaan kepada kepala sekolah. Nah di sini lah ujian datang. Kepala sekolah bisa saja membeli atau tidak. Melihat dulu dana yang masuk ke sekolah.

Berdasar pengalaman saya, kalau kepala sekolahnya ngerti dan mudah mengapresiasi karya, maka mudah saja untuk membeli buku kalian lewat dompet pribadinya.

Sayangnya, tidak semua kepala sekolah berbaik hati. Mereka pasti membeli buku melalui dana sekolah.

Jadi, turunkan harapan karya kalian akan dibeli oleh sebuah sekolah, karena ini menyangkut dengan pendanaan sekolah.

4. Bekerjasama dengan pihak OSIS

Cara lain, bisa saja lewat OSIS untuk sekadar mempromosikan karya kalian. Entah itu lewat poster novel, omongan belaka, dan masih banyak lagi bentuk promosi di depan pihak OSIS sekolah.

Meskipun ini kurang efektif, tapi sebenarnya perlu dicoba juga sih. Siapa tahu justru sumber rezekinya lewat bantuan OSIS.

5. Bekerjasama dengan petugas perpustakaan

Ini cara lain juga yang pernah saya lakukan. Jadi, saya meminta kontak petugas perpus, lalu menyuruhnya untuk merekomendasikan buku saya kepada anak-anak yang aktif membaca.

Dengan demikian, meskipun tidak ada transaksi pembelian, tapi setidaknya sudah dipromosikan. Gitu saja mikirnya. Silakan baca ini: Cara Menjual Novel Sendiri ke Perpustakaan.

Modal lain untuk menjual buku ke sekolah

1. Modal keberanian

Maksud modal keberanian di sini adalah, yaaa tidak canggung atau grogi ketika ngobrol dengan kepala sekolah. Intinya, sopan. Dan biasakan saja. Jangan terlalu banyak ketakutan. Santay.

2. Jago berkomunikasi

Komunikasi harus baik ketika sudah mendapatkan kontak. Ucapkan salam. Lalu to the point maksud dan tujuan kalian ingin datang ke sekolah tersebut. Agar poin kedatangan kalian jelas.

3. Jago ngobrol dengan orang-orang pendidikan

Intinya, jago ngobrol. Jago ngelobi dengan orang-orang yang berpendidikan. Sehingga, rezeki yang hadir, mudah kalian dapatkan.

-

Barangkali itulah cara menjual buku ke sekolah. Silakan lakukan langkah-langkahnya!

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url