5 Cara Menjual Buku ke Toko Buku meski Terbit di Penerbit Indie

Cara Menjual Buku ke Toko Buku

Beberapa hari yang lalu, saya dihubungi oleh seseorang yang tidak saya kenal. Dia bertanya kepada saya tentang bagaimana cara menjual buku ke toko buku. Dengan catatan, buku yang dia terbitkan itu tidak melalui penerbit mayor, tapi lewat penerbit inide.

Saya bilang kepada dia bahwa sulit lah menjual buku ke toko buku resmi seperti Gramedia. Beda kelas gitu antara penerbit mayor dengan penerbit inide.

Kasarnya, buku yang diterbikan di penerbit indie itu susah dipajang di toko buku. Kecuali, penerbit indie tersebut sudah berlabel. Nama penerbitnya sudah besar.

Akan tetapi, kalau nama penerbit indie itu tidak dikenal sama sekali. Bahkan, ia tidak memiliki channel untuk bekerja sama dengan berbagai toko buku resmi, hitungannya susah. Susah sekali. Butuh effort yang luar biasa agar karya kita mejeng di toko buku besar.

Nah, alasan saya membuat tulisan ini sebenarnya ngasih jalan buat penulis yang menerbitkan bukunya di penerbit inide agar bukunya bisa eksis di toko buku.

Meskipun, hitungannya susah. Namun, bisa kalian coba sih beberapa cara yang akan saya bagikan di bawah ini.

Saya pun pernah mencoba, meskipun dalam satu Minggu, buku saya ditarik karena kurang laku di pasaran. Pada saat itu, saya sadar bahwa saya belum terkenal banget. Belum punya blog. Belum punya pembaca. Belum punya pembaca setia.

Tapi, selang dua tahun kemudian, akhirnya buku saya bisa terpajang di toko buku. Pengin tahu caranya?

Simak penjelasan saya berikut ini:

Mengapa seorang penulis buku atau penulis novel ingin sekali karyanya ada di toko buku?

Tentu saja hampir semua penulis novel ingin karyanya ada di toko buku. Itu adalah suatu kebanggan tersendiri.

Tapi, boro-boro buku kita ada di toko buku, naskah saja sulit sekali diterima sama penerbit mayor. Banyak saingannya. Bahkan, berkarya lewat platform novel online pun, saingannya banyak juga.

Beberapa penulis yang kesulitan naskahnya tembus ke penerbit mayor, mereka memilih naskahnya diterbitkan melalui penerbit indie.

Dengan mengeluarkan biaya penerbitan dan cetak, terbitlah bukunya. Ketika terbit, lalu punya impian agar bukunya tersedia di toko buku, eh ternyata sulit. Karena tidak becus bekerjasama dan beda kelas, katakan lah begitu.

Jadi, saya pikir, alasan seorang penulis buku ingin bukunya ada di toko buku, itu karena ada kebanggaan tersendiri saja.

Bayangkan kalau benar terjadi, kita bisa memotretnya, lalu mendokumentasikannya ke sosial media. Dengan begitu, orang-orang akan sepenuhnya menganggap kita sebagai seorang penulis yang beken.

Tapi, lewat penerbit indie, kemungkinannya sangat kecil. Penerbit indienya harus yang jelas perusahaannya. Harus yang memiliki channel dengan toko buku besar.

Nah di bawah ini, ada gambaran soal menjual novel ke toko buku. Berikut panduannya:

Cara menjual buku ke toko buku

1. Kunjungi toko buku yang tidak mainstream

Luangkan waktu kalian untuk mendata toko buku yang berkelas dan non mainstream. Pasti di setiap daerah, ada lah toko buku kecil, lesehan, yang menjual buku-buku dengan murah meriah.

Nah, kalian, ajak ngobrol petugas penjual buku di jenis toko buku tersebut. Sampaikan visi kalian. Entah itu sekadar menitipkan buku buat dokumentasi. Atau real minta ruang agar buku kalian bisa masuk dijual di tokonya.

Saya pun melakukan demikian. Meski satu Minggu, tapi lumayan mendapatkan eksposure.

2. Berinteraksi lah dengan pemilik toko buku

Interaksi di sini, dalam arti, sampaikan berapa banyak kemungkinan buku kalian dibeli oleh orang. Berapa banyak followers Instagram atau Twitter kalian. Dan berapa banyak teman Facebook kalian yang bakal membeli.

Interaksi juga kekuatan kalian di media sosial. Saya pikir, lebih baik mengeluarkan uang dulu sebagai jaminan agar buku kalian terpajang di toko buku yang kalian datangi daripada ditolak mentah-mentah.

Jadi, interaksi aja. Ngobrol dengan si pemilik toko buku tersebut. Ini bentuk usahanya. Siapa tahu, buku kalian diterima dengan baik.

3. Siapkan biodata buku

Pemilik toko buku, katakan lah kalau menerima buku kalian, mereka bakal meminta biodata buku. Mulai dari nama penulis, penerbit, sampai ke ISBN. Hal ini dilakukan agar mereka dapat memisahkan buku komersial sendiri dan non komersial.

Solusi lain

4. Dekati pemilik toko buku, dan sampaikan visi buku Anda

Dekati saja dengan cara memohon. Lalu sampaikan visi buku kalian. Buku ini bercerita dan berisi demikian, demikian, dan demikian. Begitu, deh. Intinya pancing agar pemilik toko buku tertarik memasarkan buku kalian di tokonya.

5. Bikin toko buku sendiri

Solusi ampuh, bikin toko buku sendiri dengan ukuran toko semampunya aja. Katakan lah jualan di pinggir jalan sambil menjual buku-buku lama milik penulis orang lain atau buku milik pribadi kalian.

Dengan demikian, kita bebas menjualnya.

Kesimpulan

Terbilang susah memang menerbitkan buku sendiri lewat penerbit indie, lantas ingin terpajang di toko buku. Solusinya bisa aja dijual di marketplace, mungkin. Atau pas mau diterbitkan, kirim naskahnya ke penerbit indie yang sudah memiliki nama.

Dengan demikian, kemungkinan buku kita ada di toko buku terbilang besar.

Itu saja barangkali cara menjual buku ke toko buku. Semoga dapat diaplikasikan, ya!

Sekian.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url