Cara Menulis Percakapan Pada Novel berdasar Pengalaman

Cara Menulis Percakapan Pada Novel


Cara menulis percakapan pada novel sesungguhnya mudah saja. Hanya mungkin beberapa penulis pemula masih kebingungan menuliskan dialog dengan ditambahi tanda-tanda di dalam sebuah percakapan, tanda kutip misalnya.

Saya pribadi sebenarnya tidak belajar atau tidak searching dulu soal cara menuliskan percakapan. Sebab, menulis percakapan di dalam novel ala saya seringkali terjadi secara spontan. Tidak ada aturan baku harus begini dan begitu.

Penulisan percapakan secara spontan pun lahir dari hasil saya membaca novel. Sehingga, saya memang tidak belajar dulu. Langsung dituangkan dan ditulis saja.

Akan tetapi, bagi kalian yang ingin tahu panduan menulis dan membuat percakapan, silakan simak saja artikel ini hingga tuntas. Saya akan berbagi pengalaman soal, bagaimana saya membikin percakapan beserta tanda-tanda tambahan seperti adanya tanda koma, tanda kutip, dialog tag, dan lain sebagainya.

Untuk memahami semuanya, simak penjelasannya berikut ini:

Mengapa pada novel perlu adanya percakapan?

Jelas bahwa dalam sebuah karya sastra berbentuk novel, pasti ada percakapan dan isi percakapannya. Jarang sekali ada sebuah novel yang sifatnya polosan. Narasiii teruuus. Nggak mungkin.

Ada sih ada, mungkin menggunakan sudut pandang penulisnya saja. Tidak ada aktor atau karakter di dalam novelnya.

Tujuan adanya percakapan atau alasan adanya dialog, itu ditujukan untuk mempermudah pembaca dalam memahami apa yang disampaikan oleh seorang penulis novel. Maksud saya, jika dalam sebuah novel kebanyakan narasi, kadang pembaca mengernyitkan dahi.

Nah dengan adanya isi percakapan, pembaca bisa mengerti dan terbawa perasaan atas apa yang disampaikan oleh sang pengarang.

Dalam novel fiksi, berbagai percakapan ditulis dengan hal-hal yang luar biasa. Sehingga, ada kemungkinan naskah dengan percakapan yang bagus diterima oleh penerbit mayor.

Dan oleh sebab ini, penulis pemula barangkali merasa ingin mengikuti gaya penulisan percakapan yang luar biasa tersebut namun sialnya tidak bisa karena belum punya jam terbang yang banyak. Sehingga, bingunglah mereka.

Padahal, membuat dan menulis percakapan itu tulis apa adanya saja. Jangan dirumitkan. Dengan demikian, kita akan berhasil membuat percakapan yang membuat pembaca paham.

Adapun percakapan pada novel yang terbilang menarik, itu bukan karena alur cerita novelnya bagus. Tapi, skill si penulisnya aja hebat dalam membuat percakapan. Sebab, mungkin saja dialog tag-nya bervariasi.

Cara menulis percakapan pada novel

Baiklah, mari ke pokok pembahasan. Lantas, bagaimana menuliskan sebuah percakapan pada novel?

Katakan lah percakapan yang sangat apa adanya. Berikut pengalaman saya membuat percakapan dalam sebuah novel.
"Andi, apa kabar?" tanya Rena.

Dalam menulis sebuah percakapan, tanda kutip dua harus selalu digunakan. Dan jika dalam percakapan ditujukkan untuk menanyakan kabar atau menanyakan sesuatu, tambahi juga dengan tanda tanya. Lalu tutup lagi dengan tanda kutip dua. Setelah itu kasih spasi dan beri dialog tag.

Dialog tag dalam "Andi, apa kabar?" tanya Rena, adalah kata "tanya", sedangkan si penanya, si Rena, huruf R-nya wajib gede karena penyebutan nama.

Ada lagi penulisan percakapan yang di depan dialog diberi tanda koma. Biasanya narasi dulu, lalu dikasih percakapan. Adalah contohnya sebagaimana berikut ini:

Rina sayang kepada Andi. Ia menyampaikan rasa sayangnya terus terang, "Andi..aku sayang sama kamu.."

Seperti itu menulis percakapan apabila ada narasi dulu di depan dialog.

Nah, ilmu dunia penulisan novel terkait menulis percakapan sebenarnya banyak banget. Hanya saja, bagi penulis pemula, cukup memahami ini saja dulu agar tidak bingung mempelajarinya.

Kadang, ketika kita keliru membuat percakapan, suka dibimbing sama editor akuisisi novel online (khusus buat penulis yang berkarir di dunia novel online).

Kalau menerbitkan buku di penerbit indie pun, suka diluruskan atau dikasih tahu sama sang editor.

Mengapa bisa demikian?

Sebab, penulisan percakapan pada novel sebenarnya nggak terlalu ngaruh-ngaruh amat soal naskah akan ditolak dan diterima oleh penerbit. Dan penulisan percakapan, menurut saya, adalah sesuatu yang memang tidak begitu rumit dipelajari.

Coba nih untuk memahami dialog tag yang ditaruh dalam percakapan, silakan baca artikel saya berikut ini: Macam-Macam Dialog Tag.

Bagaimana sebuah percakapan terkesan bagus di mata pembaca dan juga penerbit?

Sebuah percakapan terbilang bagus, itu biasanya tidak disebabkan oleh satu hal saja. Banyak sekali. Mulai dari pembuka novel, gaya penulisan novelnya, alur cerita, dan masih banyak lagi pokoknya.

Kalau semua hal tersebut disampaikan secara menarik, praktis isi percakapan pun biasanya akan terlihat bagus juga.

Dan pembaca sebenarnya kebanyakan tidak terlalu memikirkan penulisan percakapan sang penulis, pembaca lebih ke isi cerita aja. Sehingga, fokus penulis seharusnya lebih memokuskan diri ke alur cerita saja.

Akan tetapi, untuk cara menulis percakapan pada novel, cukup lakukan saja contoh percakapan yang saya gambarkan di atas. Itu sudah cukup untuk ukuran penulis pemula.

Barangkali itu saja pengembangan dari topik yang saya angkat pada kesempatan hari ini, semoga bermanfaat!


Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url