Buku Kumpulan Puisi dan Cara Menerbitkannya

Buku Kumpulan Puisi

Mari kita bergeser pembahasan blog ini bukan hanya mengarah kepada penulisan novel saja, namun membahas puisi juga perlu. Sebab, saya sadar bahwa tidak semua penulis terfokus kepada menulis novel maupun cerpen. Ada juga sebagian orang yang suka menulis atau membuat puisi.

Buku kumpulan puisi yang bakal saya bahas pada kesempatan kali ini lebih kepada cara pembuatan dan juga cara menerbitkannya.

Barangkali pembaca yang masuk ke blog ini ingin tahu tata cara menulis dan juga menerbitkan buku puisi. Dan berhubung saya pribadi pernah membantu seseorang untuk menerbitkan buku puisinya, sehingga materi hari ini terbilang mudah saja untuk saya tulis.

Bagi kalian yang suka membuat puisi, silakan amati panduan ini dengan cermat. Saya tidak akan merumitkan isi artikel ini dengan penjelasan yang ruwet, tapi insyaa Allah bakal mudah kalian pahami.

Baiklah, berikut adalah penjelasannya.


Cara membuat buku kumpulan puisi

Mungkin saya tidak perlu menjelaskan tentang apa itu puisi. Katakan lah, sependek pemahaman saya, puisi itu semacam karya tulisan pendek. Ia terdiri beberapa bait saja. Namun, ungkapan penulis pada setiap baitnya terbilang mendalam.

Ada banyak penulis puisi di Indonesia. Misalnya, Joko Pinubro. Coba tengok karya Joko Pinurbo, pasti mendalam banget.

Salah satu kesulitan menulis puisi adalah ketika pembaca harus memahami apa yang disampaikan oleh si penulis. Sebab, puisi identik dengan pemahaman dan perasaan si penulisnya sendiri. Tugas pembaca puisi, biasanya, hanya menafsirkan saja. Sehingga, tafsiran pembaca beragam.

Akan tetapi, kesulitan tersebut justru bernilai unik. Artinya, pembaca seolah dipersilakan untuk menafsirkan tulisan dengan pikiran yang macam-macam.


1. Rajin membaca buku puisi

Usahakan, saat kalian ingin membuat buku puisi, adalah rajin membaca dulu. Jelas, membaca puisi karya orang lain.

Kalian pahami dulu teknik penulisannya dengan diksi-diksi yang indah. Diksi-diksi yang belum dimengerti oleh pembaca. Dengan memamerkan diksi yang belum diketahui banyak orang, itu akan menambah nilai plus tersendiri bagi kalian.

Jangan takut tidak dipahami pembaca isinya. Sebab, salah satu keunikan menulis puisi, sudah seperti itu alurnya.

Baca buku puisi karya Jokpin. Silakan. Luar biasa sekali dia. Atau baca buku karya Sapardi. Keluarkan sedikit uang kalian untuk mencari referensi tulisan-tulisan yang bagus.

2. Pahami teknik penulisannya

Seperti halnya membuat novel atau karya tulis lainnya, memahami teknik penulisan itu penting banget. Sehingga, tidak asal menulis saja.

Per babnya itu dikasih judul yang menarik. Judul yang membikin pembaca penasaran. Dengan demikian, ada perasaan membuncah dalam diri pembaca untuk terus ingin menamatkan buku karya kalian.

Terkadang juga, dalam buku puisi itu suka ada kutipan-kutipan unik. Meski, karya tulis ini bukan seperti buku kumpulan quotes. Berarti, kalian tinggal memahami tekniknya dulu.

Nah, untuk memahaminya, adalah dengan cara belajar. Entah belajar secara otodidak, belajar kepada orang lain yang sudah ahli di bidang puisi, dan kemudian meminta dikoreksi atau minta saran.


3. Gali perasaan sendiri saat memulai menulis

Buku Kumpulan Puisi dan Cara Menerbitkannya

Perdalam rasa sedih, kecewa, bahagia, menyenangkan, atau membingungkan, dan tuangkan dalam bait-bait puisi kalian.

Jadi, untuk menghindari stigma buruk terhadap penulis puisi yang kerap dianggap suka galau, ada baiknya rasa bahagia pun perlu dikembangkan lebih jauh. Sehingga, menulis puisi itu bukan karena kita sedang sedih, sedang bahagia pun dituliskan saja.

Buat semacam analogi-analogi terhadap benda atau makhluk lain. Ini akan menarik ketertarikan pembaca puisi.

4. Menulis dengan apa adanya saja dulu, khususnya bagi pemula

Menulis puisi perlu banyak latihan. Konsisten setiap hari. Dan rasakan semua hal yang kalian tulis agar koneksinya dapat.

Seorang pemula cenderung pas memulai karir di bidang puisi, tidak akan sebagus mereka (penulis puisi profesional) yang sudah malang melintang di dunianya ini. Mereka pun bisa terlihat bagus karyanya karena latihan menulis setiap hari. Dan juga diseimbangi dengan membaca.

Nah, untuk mengatasi insecurtty ketika menulis puisi, sebaiknya tulisan puisi kalian, apa adanya saja dulu. Yang penting ada keinginan yang kuat dulu. Soal bagus dan tidaknya, nanti kelihatan, kok!

So, mulai sekarang, silakan buat minimal sehari satu lembar saja. Dengan demikian, tulisan kalian bakal oke di mata pembaca.

Cara menerbitkan buku puisi

Kalau misalnya kalian sudah menulis naskah puisi, lalu ingin menerbitkannya, bagaimana sih prosesnya?

Nah, tenang saja, berhubung blog ini kiprahnya sudah lama, dan juga banyak pembaca yang ngajak kerjasama, kalian boleh menghubungi saya untuk saya arahkan agar naskah kalian diterbitkan.

Sayangnya, kalian harus memiliki modal, minimal 500K. Dengan modal segitu, naskah kalian akan saya poles sebaik mungkin. Mulai dari editting, layout, ISBN, dan cover buku.

Itu cara pertama. Sekaligus cara cepat agar naskah kalian terbit dengan baik.

Cara kedua, silakan kirim karya kalian ke penerbit besar. Sialnya, persaingannya tinggi. Dan kalian harus menunggu cukup lama mengenai ditolak dan diterimanya naskah. Tapi, jika kalian pede akan diterbitkannya naskah kalian itu, perlu dicoba sih.

Cara terakhir, silakan terbitkan melalui penerbit gratisan. Ini artikelnya: Review Penerbit Guepedia.

Semua cara yang saya rekomendasikan, ada kelebihan dan kekurangannya. Namun, saya lebih merekomendasikan kalian ke cara pertama saja. Dengan bekerjasama dengan saya, semua akan saya jamin terbilang mulus.

Baiklah, itu saja pembahasan tentang buku kumpulan puisi. Semoga, rencana kalian ingin menerbitkan naskah puisi berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Sekian.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url