Artikel Terbaru

Review Lengkap Guepedia - Penerbit Gratis yang Memudahkan Penulis Berkarya

Review Lengkap Guepedia


Review lengkap Guepedia - Akhir-akhir ini beranda Facebook dan Instagram saya dipenuhi oleh postingan buku-buku baru dari teman-teman saya yang berhasil menerbitkan naskahnya di penerbit Guepedia. Saya menyaksikan sendiri, betapa bangganya mereka.

Di lain sisi, saya ikut bangga juga karena salah satu impian mereka terwujud, yakni menerbitkan buku. Mereka resmi menjadi penulis buku.

Tapi, di lain sisinya lagi, saya menggelengkan kepala. Sebab, mereka menerbitkan naskahnya melalui penerbit gratis yang justru bakal menguntungkan pihak penerbit, bukan menguntungkan dirinya selaku penulis.

Mengapa saya berani bilang begitu?

Pertama, saya sudah kenal Guepedia sejak 2016 lalu. Di tahun tersebut, saya masih kuliah. Guepedia sendiri, kalau saya tidak keliru, ia didirkan pada Agustus 2015 lalu oleh Dianata Eka Putra.

Kedua, alasan saya bilang “menguntungkan penerbit” karena saya tahu betul model bisnis penerbit gratisan itu kek gimana.

Saya pernah membahas model bisnis penerbit mayor, indie, dan gratisan lewat artikel: mengenal jenis-jenis penerbit.

Baik lah, saya yakin kalian penasaran tentang Guepedia ini penerbit seperti apa. Kelebihan dan kekurangannya apa saja. Maka dari itu, perhatikan baik-baik artikel ini karena postingan ini panjang banget.

*Seperti biasa, seruput kopi dulu*

Review Penerbit Guepedia – Pengalaman saya menerbitkan buku di Guepedia

Begini.

Guepedia atau situs webnya (Guepedia.com) merupakan perusahaan yang fokus bergerak sebagai On Publishing (penerbit buku online).

Sebenarnya, penerbit ini visinya bagus. Yakni, sangat mempermudah penulis dalam berkarya. Artinya, kalau naskah kalian dikirim ke Guepedia, saya pastikan bakalan terbit.

Kecuali naskah-naskah yang berbau p0rn0grafi, sara, rasisme, dan naskah-naskah yang kayak gitu deh. Sebab, Guepedia juga memfilter naskah-naskah yang masuk. 

Guepedia ini semacam wadah lah. Mereka menerbitkan buku dengan mudah dan juga ekonomis. Peran mereka adalah menjembatani kebutuhan para penulis dan juga pembaca.

Guepedia, penerbit yang boleh dikatakan sebagai penerbit yang dapat membantu mengatasi keresahan yang terjadi pada penulis-penulis di Indonesia.

Saya tahu beberapa keresahan penulis buku. Salah satunya, ya apalagi selain betapa susahnya naskah diterima oleh penerbit mayor macam Gramedia.

Saya tahu salah satu impian terbesar seorang penulis, yakni pengin naskahnya diterima oleh penerbit mayor. Tapi, persaingannya gila, ketat banget. Susah tembus!

Nah, dengan adanya Guepedia, kalian nggak akan resah lagi soal naskah ditolak penerbit. Di Guepedia, saya ulangi lagi, sudah pasti terbit.

Itu sebabnya, penerbit ini lagi ramai diperbincangkan oleh penulis-penulis pemula. Karena, emang memudahkan banget.

Akan tetapi, sayang, informasi lengkap tentang Guepedia di Google sangat sedikit. Jadi, kalian beruntung membaca artikel ini.

Lanjut, pengalaman saya menerbitkan buku di Guepedia cukup warna-warni rasanya; di lain sisi, awalnya senang. Tapi, dipikir-pikir lagi, agak kecewa. Ini kejadiannya pas 2016 lalu.

Oke.

Senangnya adalah begitu naskah saya sukses diterbitkan di penerbit Guepedia, lalu saya post di media sosial, banyak banget teman-teman saya yang ngucapin selamat.

Kecewanya, begitu teman saya pengin beli buku saya, eh harganya mahal banget. Nggak sesuai dengan jumlah halaman buku.

Terlebih, saya sebagai penulis, harus membeli buku saya sendiri. Terus mahal banget lagi. Meski, memang, ada diskon khusus untuk penulis. Tapi, tetep mahal.

Berbeda ketika saya bekerjasama dengan penerbit indie berbayar. Meski bayar biaya penerbitan, bayar biaya cetak buku, tapi biaya cetak buku nggak nyampe 70-80 ribu. Cuma 25 ribuan, sehingga saya bisa menjual sekitar 60 ribu. Jadi saya dapat keuntungan yang lumayan banyak lah. 

Sedangkan perhitungan menerbitkan buku di penerbit gratisan kayak Guepedia, keuntungannya dari mana coba? Apalagi saya bukan penulis famous. Susah banget buat menjual buku sendiri.

Emang sih penerbitnya gratisan, tentu saja nggak perlu ngeluarin biaya. Tapi, feedback yang didapatkan, jauh banget dari ekspektasi para penulis.

Sebagian penulis, saya yakin, kalian ingin karyanya dibaca oleh orang lain. Tapi, kadang pembeli juga ngelihat dulu harga bukunya.

Kalau harganya fantastis banget, kan kemungkinan jadi nggak jadi beli. Kecuali teman-teman terdekat dan keluarga kita, mereka pasti support. Artinya, mau membeli buku kita.

Lalu, kalau saya perhatikan, ada nih penulis pemula yang halaman bukunya hingga dua ratus halaman lebih, harganya busettt…sampai 100 ribuan.

Masalahnya adalah, agar kita punya buku sendiri, kita harus beli dengan harga yang mahal banget. Terus nggak bisa beli satuan lagi. Kalau nggak salah, minimal harus 5 eksemplar atau sepuluh 10 eksemplar sih, saya lupa lagi.

Nah, hitungannya, kalau kita beli buku sendiri dengan harga 70 ribu, ngejualnya berapa coba? Masih mending kalau kita penulis terkenal, kalau yang nggak begitu terkenal, yang ada buku hanya jadi pajangan saja di website Guepedia dan di feed Instagram Guepedia.

Apa kabar buku-buku yang sudah diterbitkan di Guepedia? Apakah jadi pajangan saja? Tertutup oleh buku-buku penulis lain di feed Instagram-nya? Apakah dipromosikan terus sama penerbit Guepedianya? Haloo???

Di penerbit indie berbayar, masih mending dapat bukti terbit. Satu atau dua buah buku. Di penerbit Guepedia, tidak. 

Saya pernah mencoba ngitung-ngitung keuntungan penerbit indie, ternyata lebih menguntungkan daripada penerbit gratisan. Simak penjelasannya: menghitung keuntungan di penerbit indie.


Kelebihan dan kekurangan Guepedia

Kelebihan dan kekurangan Guepedia

Pengalaman saya di atas, meski kejadiannya pada 2016, tetapi ternyata sampai sekarang ini, sistem penerbit Guepedia masih belum berubah. Informasi ini saya dapatkan dari beberapa penulis yang nggak perlu saya sebut di sini.

Baik lah, mari kita berbicara tentang kelebihan dan kekurangan Guepedia. Beberapa kelebihan dan kekurangannya mungkin sedikitnya sudah dapat kalian tangkep di atas. Tapi, ini lebih detail lagi.

Kelebihan penerbit Guepedia

Pertama, semua genre naskah diterima. Mulai dari puisi, cerpen, novel romance, buku mahasiswa, dan masih banyak lagi.

Jika dibandingkan dengan penerbit lain yang menerima naskah hanya pada genre-genre tertentu saja, Guepedia patut dipertimbangkan. Patut kalian coba.

Kedua, penulis boleh mengirim banyak naskah. Jadi kalau kalian pengin bikin 10 buku di tahun 2021 ini, selamat kalian bisa melakukannya.

Ketiga, proses terbitnya cepat. Dalam kurun waktu 10 hari, cover buku kalian sudah tayang di website Guepedia. Ingat, hanya picture-nya saja. Bukan dalam bentuk buku fisik.

Lalu, mereka juga ngedit-ngedit sendiri cover buku yang cocok dengan judul naskah kalian. Terus tim produksinya langsung menyunting naskah, hingga melayout naskah kalian.

Keempat, dijual di berbagai marketplace, dan Google Play Book. Kalian tinggal promosi aja sendiri, dan nunggu pembeli datang.

Kelima, soal ISBN, sudah diurus oleh penerbit Guepedia.

Keenam, penulis dapat royalti 15%. Dibayar per bulan. Dan semua transparan di website Guepedia.

Ketujuh, pokoknya serba gratis deh. Penulis tinggal terima jadi aja.

Oke. Dipikir-pikir mah enak, ya?

Ya iya, maka dari itu mari kita ulas kekurangannya.

Kekurangan penerbit Guepedia

Saking banyaknya penulis yang sudah menerbitkan naskahnya di Guepedia, komunikasi dengan admin dan pihak Guepedia-nya agak sulit.

Saya tahu bahwa beberapa penulis pengin lah shering-shering soal bukunya dengan penerbit. Tapi, Guepedia, slow respon.

Ibaratnya gini: mereka menerima naskah kita, lalu cover buku kita diunggah di websitenya sebagai tanda sudah terbit, dan juga diposting di Instagramnya. Udah, gitu. Nggak ada follow up-nya.

Dibales sih dibales, cuma balasannya kadang template dan lama. Sehingga, kalau kita pengin beli buku minimal lima misalnya (harus lima), nunggu dulu berjam-jam.

Pertanyaan-pertanyaan kayak, “Kak, gimana ini buku saya bla bla” duh lama jawabnya..

Berbeda dengan penerbit indie berbayar, katakan lah penerbit pustaka tunggal, sampai sekarang komunikasi saya dengan mereka berjalan baik, bahkan kayak udah keluarga sendiri. Jadi gampang kalau mau ngobrolin ini-itu.

Soal promosi, oke di marketplace ada, di media sosialnya ada, tapi nggak ada kelanjutannya. Hanya dipromosikan sekali, lalu dilepas begitu saja.

Mungkin semua ini emang risikonya menerbitkan buku di penerbit gratis ya, tapi kalau untuk penulis yang baru menerbitkan buku, bakalan ngerasa heran.

Takutnya, mereka ngejudge semua penerbit seperti itu. Padahal, tiap penerbit berbeda pelayanannya

Ada penerbit yang tidak aktif di medsos, tapi aktif menghubungi penulisnya. Jadi asyik aja, gitu.

Nah perihal harga, pengalaman saya membuktikan bahwa, kebanyakan mahal kalau dicetak dalam bentuk buku fisik mah.

Saya dulu cuma nyetak 10 buku, terjual semua, udah, beres. Terus saya alihkan saja naskah saya ke penerbit lain. Tinggal bayar penerbitan, bayar biaya cetak, punya 40 buku+tiga gratis terbit. Alhamdulilah semuanya terjual, sehingga balik modal. Bahkan untung banyak. 

Sedangkan di Guepedia, hanya beberapa penulis yang berani nyetak banyak. Selebihnya, jadi pajangan doang.

FYI: Guepedia menggunakan sistem print on demand. Mereka hanya akan mencetak buku kalian jika ada yang order, jadi nggak ready stock. So, kita harus nunggu lagi hehe.

Kualitas bukunya gimana? Ini nih yang nggak kalah penting untuk dibahas.

Balik lagi, saking banyaknya penulis yang menerbitkan naskah di Guepedia, mungkin sibuk nyetak naskah ini-itu, hasilnya kurang maksimal. Masih banyak typonya.

Secara visual, oke lah buku kita bagus. Dibungkus plastik, kertas bookpaper, tapi di dalamnya duh…masih mending artikel banyak typo, masih bisa diedit.

Kalau dalam buku???

Untuk menjelaskan semua ini, simak kesimpulan dan saran saya di akhir tulisan buat para penulis.

Syarat naskah agar diterima di Guepedia

Untuk melengkapi artikel ini, ada baiknya saya ngasih persyaratan agar naskah kalian diterima di Guepedia.

1. Kalau pas jaman saya, naskah minimal 80 halaman. Katanya kalau sekarang, 50 halaman aja udah bisa.

2. Tulis di Microsoft word, spasi 1,5

3. Naskah jangan berunsur p0rn0grafi, SARA, plagiat apalagi

4. Lengkapi naskah. Mulai dari kata pengantar, daftar isi, hingga biodata penulis

5. Upload naskah ke website Guepedia.

Di sana sudah ada halaman khusus buat penulis. Dan pastikan naskah yang kita kirim udah sesuai dengan template Guepedia.

Kesimpulan review Guepedia dan saran dari saya untuk kalian para penulis

Nggak nyangka, udah 1400 kata aja saya nulis postingan ini, heuheu.

Baik lah mari kita masuk ke kesimpulan dan saran dari saya untuk kalian semua para penulis yang berminat menerbitkan buku di Guepedia.

Tolong catat baik-baik.

Begini.

Jika kalian ingin menerbitkan buku hanya untuk koleksi pribadi saja, atau hanya untuk berkarya saja, atau buat kenang-kenangan saja, penerbit Guepedia cocok buat kalian.

Impian kalian menulis buku sendiri sudah pasti akan terwujud. Sebab, itu lah visi Guepedia, memudahkan para penulis dalam berkarya.

Atau misalnya, kalian pengin ngasih kado buat suami/istri, kadonya sebuah buku, terbitkan saja naskah kalian di Guepedia. Maksimalkan layanan penerbit ini, mumpung gratis kan?

Tapi, kalau kalian menulis buku untuk menghasilkan banyak uang, Guepedia nggak cocok. Karena, soal laku dan tidak lakunya sebuah buku, bukan urusan Guepedia. Itu urusan penulis.

Penerbit lain kan, anggaplah penerbit mayor, nggak mau dong buku penulisnya nyampah di gudang. Oleh sebab itu, mereka gencar promosi, hingga diskonan pun dimunculkan.

Sedangkan di Guepedia, tidak. Dibilang cuek mah emang cuek. Sesuai pengalaman saya tadi.

Dan saran terakhir dari saya, kalau pengin dapat uang dari buku yang kalian tulis: pertama, terbitkan lewat penerbit mayor. Kedua, self publishing. Keluarin modal sendiri, lalu jual oleh kalian sendiri. 

Tenang, jangan takut nggak laku, buku mah nggak bakalan basi kayak makanan. Percaya sama saya. Jadi sekalian aja kalian kerjasama dengan penerbit indie.

Terkahir nih, kalau bisa mah jangan mentang-mentang “gratisan” lalu kalian tertarik dan riweuh, tapi stalking dulu dong penerbitnya.

Kadang, yang gratisan itu nggak selamanya enak, pasti ada ketidakpuasannya. Dan beberapa penulis, ada yang merasakan tidak puas setelah menerbitkan buku di penerbit Guepedia ini.

Sekian, itu saja yang dapat saya sampaikan, terima kasih.

Untuk menguatkan kalian, baca tulisan saya tentang jangan malu menerbitkan buku di penerbit indie: jangan gengsi menerbitkan buku di penerbit indie.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar