Artikel Terbaru

Buku Bermuara Luka Cinta, Gambaran dan Tips Menulis Puisi dari Wandi Rohim

Buku Bermuara Luka Cinta karya Wandi Rohim merupakan buku bergenre puisi pertama yang berhasil diterbitkan melalui bantuan akun penulis Garut. Buku Bermuara Luka Cinta terbit pada bulan Februari tahun 2020. Sekaligus juga, buku tersebut merupakan debut pertama dari penulis yang masih berkuliah di Institut Pendidikan Indonesia, Garut.

Lebih dari itu, Kang Wandi, sapaan akrab kami kepada dirinya, adalah penulis pria pertama yang sukses bekerja sama dengan tim penulis Garut. Penulis yang lahir pada tanggal 17 Oktober 1999 itu, memang sudah cukup lama menyukai aktivitas menulis puisi. Postingan-postingan di akun Instagram pribadinya pun kerap ia suguhkan bait-bait puisi yang luar biasa kepada pembaca.

Sejauh ini, buku Bermuara Luka Cinta baru dilaunchingkan di SMA Negeri 16 Garut. Rencananya, setelah wabah Covid19 usai, buku Bermuara Luka Cinta akan kami launchingkan di kampus Institut Pendidikan Indonesia, Garut.

Dengan kecintaan Kang Wandi terhadap puisi, tentu saja kami meminta tips menulis puisi dari buku Bermuara Luka Cinta. Terlebih, ingin sedikit mengetahui juga seluk-beluk buku Bermuara Luka Cinta. Maka dari itu, simak wawancara kami kepada penulis pecinta kopi hitam di bawah ini.

Kang Wandi, kenapa sih memilih menulis puisi?

"Tidak ada alasan kuat untuk menulis puisi selain menikmati setiap kata dari diksi yang menjelma menjadi sebuah kalimat. Dilengkapi dengan perasaan asmara yang mulai terpecah menjelma, saya mesti terlibat merasakannya. Ya, perasaan yang membabi buta dan sibuk sendiri agar bisa mengungkapkan. Maka, salah satu pilihan yang dipilih ialah dengan menulis puisi".

Apa yang Kang Wandi rasa saat menulis puisi?

"Perasaan yang sulit diterka terjadi selama menulis puisi. Entah suka, senang, lara, atau duka; semua berdatangan di hati dan pikiran sampai bisa menuliskan larik puisi".

Buku Bermuara Luka Cinta ditujukan untuk siapa?

"Buku ini ditujukan untuk menyadarkan anak muda yang sedang sibuknya memahami cinta. Ketahuilah, bahwa setiap cinta yang terasa indah pasti terlibat luka yang pedih. Pun kau mesti bisa memasti bagaimana luka hati mesti bermuara menemukan cinta sejati".

Beri kami tips menulis puisi, Kang?

"Pertama, carilah hal yang membuatmu berkesan sehingga bisa ditulisakan menjelma puisi. Kedua, tak perlu tergesa-gesa dalam menulis puisi. Ketiga, cari inspirasi. Kadang, inspirasi bisa terasa di mana saja, kapan saja, dalam keadaan apapun. Terakhir, jadikan hal ini (menulis puisi) sebagai kunci untukmu menulis. Perlahan saja dan secara bertahap".

Harapan setelah menulis buku pertama, mau apa lagi?

"Semoga buku saya dapat menginspirasi anak muda yang sedang belajar menulis, dijadikan pembelajaran bagi kalian yang sedang merasakan patah hati, serta mampu menerbitkannya di Mayor".

***

Itulah gambaran buku Bermuara Luka Cinta dan tips menulis dari Wandi Rohim. Mudah-mudahan kita semua dapat mencontoh bagaimana kecintaan Kang Wandi terhadap puisi lalu mengeksekusinya menjadi sebuah karya.

Baca juga buku puisi kedua yang kami bantu terbitkan: Arunika, puisi dan narasi karya Yuni Heryanti.


6 komentar:

  1. Keren ka.. Jadi terinspirasi :')

    BalasHapus
  2. Mantap, Ia Wandi. Sukses terus! 😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan Kak Alya ikuti karier Kang Wandi dengan berkarya melalui buku. Terima kasih juga sudah berkunjung ke website kami.

      Hapus
    2. Aamiin, tapi, kayaknya nggak mungkin sampai bikin buku solo gitu, deh. 😁

      Hapus

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.