Macam-Macam Dialog Tag dan Cara Saya Menggunakannya

Macam-Macam Dialog Tag


Pertama kali menulis sebuah novel, saya tidak tahu macam-macam dialog tag itu seperti apa. Bahkan, boleh dibilang, saya tidak mengenal apa itu dialog tag.

Dulu, gaya menulis saya dalam penggarapan sebuah novel, yaaa apa adanya saja. Mengalir saja semampunya.

Namun, setelah mengenal Wattpad, GoodNovel, dan aplikasi menulis novel online lainnya, saya kemudian tahu dan sadar bahwa mempelajari dialog tag itu penting agar tidak membosankan pembaca dengan menggunakan dialog tag yang itu-itu saja.

Mungkin, namanya juga baru belajar menulis novel, yaaa fokusnya nulis saja saat itu. Tidak memperhatikan hal-hal teknis kayak dialog tag ini.

Apa itu dialog tag?

Berdasar pengalaman saya ketika mempelajari tentang jenis dialog ini, dialog tag itu sependek pemahaman saya merupakan frase, ekspresi, dan ungkapan yang mengikuti isi dialog. Ia tugasnya untuk menginformasikan identitas pada isi pengucapan dialog.

Contoh dialog tag yang umum saya lihat dalam sebuah novel adalah "ucap", "kata", dan "ujar". Tiga kata ini kerap ada dalam percakapan antar tokoh atau karakter.

Nah, dengan adanya dialog tag yang katakan lah beragam dan memang ada berbagai macam bentuknya, maka tiga kata tersebut dapat diganti dengan kata-kata lainnya.

Ada yang namanya dialog tag netral, ada dialog tag netral sebagai bentuk respon, dan ada juga dialog tag untuk mengungkapkan emosi. Dan emosi pun dibagi menjadi dua bagian; emosi rendah dan tinggi. Keduanya, terdapat dialog tag juga.

Dengan demikian, beragamnya dialog tag ini dapat memberikan efek luar biasa untuk pembaca. Maka dari itu, silakan catat beberapa dialog tag di bawah ini yang sudah saya pelajari sebelumnya. Ini dapat kalian aplikasikan untuk menulis atau membuat dialog pada cerpen atau novel.


Macam-macam dialog tag

Dialog tag netral

  • ungkap
  • tandas
  • tanya
  • tegur
  • sapa
  • ajak
  • panggil
  • pungkas
  • tegas
  • ajak
  • pinta
  • tunjuk
  • beber
  • seloroh
  • cakap
  • lontar
  • akunya
  • ujar
  • salam
  • celetuk
  • ucap
  • desak
  • kata
  • pamit
  • harap
  • pesan
  • cetus

Dialog tag netral untuk merespon

  • putus
  • protes
  • urai
  • saran
  • berondong
  • timpal
  • kekeh
  • kelit
  • deham
  • sahut
  • lanjut
  • jawab
  • tawar
  • tolak
  • sambut
  • sanggah
  • imbuh
  • terang
  • balas
  • tangkas
  • tambah
  • sambung
  • jelas
  • sela
  • sosor
  • tukas
  • potong
  • kilah
  • usul

Dialog tag agak emosi

  • ejek
  • kelakar
  • canda
  • cela
  • ledek
  • gerundel
  • puji
  • keluh
  • adu
  • perintah
  • cibir
  • tuntut
  • decit
  • cicit
  • sindir
  • hina
  • gerutu
  • sungut
  • rengek
  • tekad
  • resah
  • cemooh

Dialog tag emosi yang bernada rendah

  • desis
  • sesal
  • ulang
  • lirih
  • racau
  • batin
  • ringis
  • hembus
  • goda
  • rajuk
  • bisik
  • gumam
  • decak
  • desah
  • rintih

Dialog tag emosi dengan nada rendah

  • tuduh
  • tampik
  • tantang
  • pekik
  • tekan
  • sembur
  • seru
  • erang
  • serang
  • cecar
  • raung
  • sergah
  • murka
  • jerit
  • geram
  • usir
  • bentak
  • berang
  • hardik
  • teriak
  • dengus
  • ketus
  • marah

Cara saya menggunakan dialog tag

Dalam menggunakan dialog tag, fokus utama saya adalah mencari sinonim atau persamaan kata dari dialog tag yang akan saya buat.

Misalnya, saya membuat dialog tag seperti ini, "Aku nggak tahu, Reza", ucap Andin. Saya ganti lah kata "ucap" menjadi "cetus" sehingga kalimat yang saya pakai, "Aku nggak tahu, Reza", cetus Andin.

Sekali lagi, salah satu kegunaan dialog tag yakni untuk memperkaya kata dalam isi dialog. Sehingga, tidak terkesan membosankan.

Contoh lain, "Sebenarnya aku sayang juga sama kamu, Den" batin Sylvia. Diganti lah kata "batin" menjadi "gumam" sehingga kalimatnya menjadi, "Sebenarnya aku sayang juga sama kamu, Den" gumam Sylvia.

Sesederhana itu sebenarnya agar dialog tag dalam sebuah percakapan tidak dipakai berulang-ulang.

Bagaimana tata cara penulisan dialog tag yang benar?

Saya memandang bahwa masih banyak penulis novel yang keliru dalam memaksimalkan dialog tag ini. Untuk itu, begini cara penulisannya:

"Gue nggak tahu sih hahaha" ucap Ned.

Kalimat dialognya, ""Gue nggak tahu sih hahaha"

Sedangkan dialog tag-nya: ucap Ned.

Catatan: tiap menulis dialog tag, kata yang ditulis tidak menggunakan huruf besar, tetapi harus huruf kecil. Sedangkan "nama tokoh" menggunakan huruf besar.

Bagaimana? Gampang, kan?

Begitulah barangkali macam-macam dialog tag.

Fungsi dari penggunaan dialog tag yang berbagai macam jenisnya ini untuk memperkaya kata atau diksi pada sebuah novel.

Terus terang saja, sebagian penerbit suka sekali sama penulis-penulis yang membuat cerita dengan dialog tag yang beragam dan diksi-diksi yang "wah".

Sekian materi hari ini, selamat mencoba!

BACA JUGA: Cara Menulis Novel bagi Pemula
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url