Belajar Menjadi Penulis Novel lewat 7 Langkah Mudah

Belajar Menjadi Penulis Novel


Untuk belajar menjadi penulis novel sebenarnya bisa melalui berbagai cara. Namun, umumnya, dapat kita lakukan melalui dua metode. Pertama, belajar secara otodidak. Kedua, ikut kelas menulis ke penulis novel profesional.

Kalau saya pribadi, pada saat itu, belajar menulis novel yakni secara otodidak. Teknik pembelajarannya ada, dan komitmen pada diri sendirinya ada juga, sehingga saya berhasil menerbitkan dua novel pada 2016 dan 2017.

Begitu pun dengan ikut kelas menulis, teknik dan metode belajarnya pasti ada juga, bahkan lebih terstruktur. Dan mungkin akan lebih baik daripada belajar sendiri.

Perbedaan lain dari kedua metode belajar di atas adalah, paling yang satu gratis, sedangkan yang satunya lagi harus mengeluarkan biaya pendaftaran. Tapi, walaupun bayar, pasti nanti bakal mendapatkan ilmu yang luar biasa. Sebab, belajar langsung sama ahlinya.

Nah, berhubung saya pribadi golongan orang yang belajar menulis novel secara otodidak, maka inilah cara yang saya lakukan untuk menjadi seorang novelis.

Langkah-langkah belajar menjadi penulis novel

1. Memilih genre novel yang saya kuasai

Sebelum langsung menulis cerita novel, hal pertama yang saya lakukan adalah bertanya pada diri sendiri tentang; dari sekian banyak genre novel, kira-kira genre novel apa yang mampu saya kuasai?

Pada waktu itu, hanya ada dua tema novel yang bisa saya kembangkan menjadi sebuah cerita, yakni romance dan keluarga. Dan saya pun memilih tema keluarga sambil diselingi dengan kisah percintaan.

Jadi, setelah menentukan genre novel yang mampu saya kuasai, berarti tinggal pahami aja cara bikin plotnya, latarnya, dan semua unsur intrinsik pada novel, saya pelajari betul-betul.

2. Rajin membeli novel sesuai tema yang saya kuasai

Saya selalu menyisihkan sebagian uang yang saya punya untuk membeli novel bertema keluarga. Hal ini saya lakukan untuk nantinya saya amati dan tiru tentang bagaimana penulis-penulis novel bergenre keluarga ini bisa sebagus itu nulis novelnya.

Saya telusuri juga nama penulisnya di sosial media. Dan kadang nge-DM mereka, memuji mereka, memperhatikan keaktifan mereka di sosial medianya. Siapa tahu dapat ilmu dari postingan-postingan di ig atau di Facebooknya.

Memang harus begitu kalau belajar secara otodidak, kita harus mengeluarkan uang, seenggaknya buat beli novel. Daripada ikut kelas menulis dengan pendaftaran yang mahal, mending mengoleksi banyak novel untuk dipelajari sendiri.

3. Menggarisbawahi diksi-diksi asing pada novel yang saya baca

Bukan hanya sekadar membeli dan membacanya, tapi menggarisbawahi juga diksi-diksi yang disampaikan oleh si penulis novel pada bukunya itu.

Siapa tahu diksi-diksi yang kita garis bawahi, dapat kita aplikasikan saat kita menggarap sebuah novel. Inilah kegiatan lain dari belajar membuat novel secara otodidak.


4. Menentukan gaya menulis novel

Setiap novelis pasti punya gaya menulis masing-masing. Ada yang menulis novel dengan teknik nyerocos, kalem, dan apa adanya.

Barangkali untuk penulis pemula yang baru saja belajar menulis, gaya menulis terbaik adalah menulis novel dengan teknik apa adanya saja. Dalam artian, meski apa adanya, kerapian dalam menulisnya juga harus diperhatikan. Kata-kata yang ditulis pun harus sesuai dengan PUEBI.

Untuk memahami pin keempat ini, ada baiknya kalian membaca tentang macam-macam gaya menulis: silakan klik gaya menulis novel.

5. Mulai menulis apa adanya saja

Ya kalau kalian memilih nulis novel dengan teknik apa adanya saja, berarti langsung mulai aja. Tidak perlu lagi berusaha untuk menulis novel dengan teknik yang macam-macam agar kelihatan bagus.

Namanya baru belajar, pasti jauh dari kata “bagus”. Semua ada prosesnya dulu untuk menjadi ahli. Semua ada prosesnya dulu agar novel dapat diterbitkan sama penerbit mayor. Nggak ujug-ujug keterima. Kalaupun ada, mungkin termasuk hoki aja. Atau kebantu sama jumlah followers di sosial media.

6. Membuat kerangka novel

Untuk mempercepat terbitnya sebuah novel, ada bagusnya mulai lah dari membikin kerangka novel. Kerangka ini berguna agar jalan cerita tidak mentok di tengah jalan. Dan berfungsi juga untuk mengusir momen di mana nggak ide.

Bagaimana cara bikin kerangka novel? Solusinya, baca tulisan ini: cara membuat kerangka novel dari awal sampai akhir.

7. Menggeluti dunia penerbitan novel

Setelah berhasil menulis sebuah naskah, mulai juga belajar menggeluti dunia penerbit agar kalian tahu alur penerbitan itu bagaimana. Mana penerbit yang bakal memajang novel karya kalian di toko buku, dan mana yang tidak.

Mana penerbit yang gengsinya gede, dan mana yang tidak. Semua dipahami dengan baik agar kalian benar-benar paham. Cara belajarnya, silakan baca artikel-artikel yang telah saya muat dalam label dunia penerbit.

-

Saya kira itu saja cara belajar menjadi penulis novel. Silakan aplikasikan satu-satu dengan baik. Sekian.

BACA JUGA: Syarat Menjadi Penulis Novel
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url