Cara Menulis Buku Motivasi berdasar Penelitian Sendiri

cara menulis buku motivasi


Bagi orang yang hobi menulis kata-kata motivasi di sosial media, saya rasa cocok jika kalian memiliki niat untuk menulis buku motivasi.

Sewaktu masih muda, saya pun mempunyai keinginan seperti itu. Hanya saja, menurut saya, menulis jenis buku ini tidaklah mudah. Katakan lah ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk menulis genre buku ini.

Akan tetapi, meski keinginan saya belum tercapai, setidaknya saya pernah lah membuat rancangannya. Bahkan, naskahnya sudah ada sih. Tapi, kurang pede untuk diterbitkan.

Oleh karena itu, berhubung sudah pernah menggarap naskah motivasi maka, pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tentang cara menulis buku motivasi.

Gambaran umum tentang apa itu buku motivasi

Sependek pemahaman saya, buku motivasi adalah jenis buku yang isinya hanya kumpulan motivasi saja. Baik itu “motivasinya” dituangkan dalam bentuk cerita, narasi, atau mungkin berdasar pada pengalaman pribadi penulisnya.

Kelihatannya gampang untuk menulis hal-hal yang bernuansa menyemangati orang lain, apalagi kalau kita tipe orang yang positive vibes. Tapi, sesungguhnya, membuat buku ini agak sulit karena perlu diingat bahwa, jenis buku ini bukan hasil imajinasi belaka, layakanya menulis buku fiksi.

Apakah banyak pembaca buku motivasi?

Jika ditanya seperti itu, sudah beberapa kali saya ungkapkan dalam blog ini bahwa, tiap genre buku memiliki ruang pembaca masing-masing.

Begitu pula dengan genre buku motivasi, pasti “pasarnya” ada. Pasti pembacanya ada. Asalkan promosi bukunya bagus, dan kalian sebagai penulis memiliki branding yang kuat di sosial media, sudah pasti buku karangan kalian kelak bakal menemukan pembacanya sendiri.

Cara menulis buku motivasi

Perkuat branding di sosial media sebagai penulis yang suka menebarkan motivasi

Sebelum menulis artikel ini, saya nge-stalking dulu beberapa kawan yang aktif menulis jenis buku ini. Di sosial medianya, mereka konsisten memperkuat brandingnya dengan cara ngepost hal-hal positif.

Hampir tiga hari sekali, mereka membagikan kata-kata motivasi dengan kepsyen yang juga berbau motivasi. Bahkan, ada yang setiap hari melakukannya.

Apa hasilnya?

Followers mereka di Instagram banyak. Fanspage mereka di Facebook banyak pengikutnya. Banyak teman baru juga, dan lain sebagainya.

Semua orang yang mengikutinya di sosial media, itu sama dengan target pembeli bukunya jika dia nanti menerbitkan buku.

Nah, berarti, saya sudah tidak perlu menjelaskan lagi bahwa betapa pentingnya memperkuat personal branding di sosmed bagi penulis buku motivasi.

Buat outline buku

Sama persis dengan menulis novel, buku motivasi pun sebaiknya dirancang dulu. Bikin outline-nya dulu untuk memudahkan penggarapan naskah. Apalagi kalau kalian tipe orang yang super sibuk. Outline berarti betapa penting untuk dibuat.

Apa yang perlu ada dalam outline?

Yang harus ada dalam outline buku motivasi bukan tentang bikin tokoh, alur cerita, dan lain-lain. Tapi, bikinlah bab pertama, mau bahas apa. Bab kedua, mau bahas apa. Dan seterusnya dan seterusnya. Kasih judul juga di setiap bab.

Dan memang, gambaran buku motivasi kebanyakan begitu. Nah, untuk mengetahui cara bikin outline, silakan mampir ke: cara membuat outline buku.

Kombinasikan antara narasi, kisah hidup sendiri, dan kutipan-kutipan motivasi

Agar isi buku tidak terkesan membosankan pembaca, coba padukan antara narasi, cerita hidup, dan kasih kutipan-kutipan motivasi.

Ilustrasikan narasinya hanya dengan beberapa lembar saja, lalu cerita hidup kalian bikin juga serealistis mungkin, dan kutipan motivasinya mesti lewat pemikiran sendiri. Jangan mengambil atau mencomot kutipan yang sudah ada di Internet/sosmed.

Mengapa harus ada kutipan? Dengan adanya kutipan, ini ditujukkan untuk nantinya dipost di Instagram. Kebanyakan penulis motivasi, melakukan hal tersebut.

Lakukan penelitian tentang keluh kesah hidup orang di sosial media

Penting bagi penulis buku motivasi untuk melakukan penelitian. Juga, melakukan pengamatan di sosial media terkait keluh kesah hidup orang lain. Entah itu masalah jati diri anak muda, quarter life crisis, dan masih banyak lagi.

Kulik semua masalah yang menerpa anak muda, atau kulik juga masalah hidup sendiri, dan kasih solusi untuk meredakkan semua masalah tersebut.

Untuk melakukan penelitian, awali dulu dengan sosmed, lalu ngobrol dengan banyak orang, dan masih banyak cara lain untuk melakukan berbagai penelitian tersebut.

Perbanyak membaca buku motivasi

Ini dia sumber utama dalam membuat buku motivasi. Tak lain adalah membeli dan membaca buku yang relevan dengan apa yang hendak kita tulis. Sama, tidak hanya buku motivasi saja, ketika ada novelis pengin menulis buku thriller, ya sumber utamanya adalah membaca buku thriller.

Jadi, sering-sering lah ke toko buku untuk membeli banyak buku bertema motivasi. Lakukan dulu aja langkah ini.

Sekian. Itulah sekilas tentang cara menulis buku motivasi. Selamat menulis!

BACA JUGA: Cara Membuat Buku Non Fiksi
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url