Artikel Terbaru

11 Cara Menulis Buku Fiksi Paling Mudah hingga Bisa Terbit [TERBARU]

Cara Menulis Buku Fiksi


Dalam tulisan 10 cara mudah membuat novel bagi pemula, saya tidak menjelaskan genre bukunya secara spesifik.

Oleh sebab itu, tulisan itu tidak muncul di halaman pertama Google. Sehingga, pembaca yang mampir ke tulisan tersebut agak sedikit.

Nah pada tulisan ini saya akan mengarahkan pembahasan ke arah yang lebih spesifik, yaitu tentang cara menulis buku fiksi.

Saya tidak perlu menjelaskan lagi tentang buku fiksi itu apa. Sebab, saya yakin kalian tahu bahwa buku fiksi itu sederhananya adalah buku karangan hasil dari imajinasi sang penulis.

Dan saat ini memang banyak penulis pemula yang berkarir di dunia kepenulisannya dengan mengambil cerita karangan.

Biasanya genre buku atau genre novelnya kebanyakan bertema romance.

Baik langsung saja, saya tulis 11 cara ini secara runut. Ini untuk memudahkan kalian dalam menggarap buku fiksi tersebut.

Cara menulis buku fiksi dan novel fiksi

1. Tentukan tema buku fiksi kalian

Langkah pertama dalam menulis buku fiksi adalah menentukan tema. Kira-kira tema apa yang kalian kuasai dan kalian sukai?

Kenapa harus mengambil tema seperti itu?

Karena kalau kita menguasai tema tersebut, terlebih tema yang kita tentukan kebetulan juga kita sukai, maka kedepannya akan mudah mengeksekusinya.

Contoh tema buku fiksi paling mudah dan diminati banyak orang yaitu tema romance dengan sasaran pembaca kaum remaja.

Tapi, kalau kalian menguasai tema keluarga, horor, dan lain sebagainya, ambil saja.

Ingat, patokan utamanya adalah tema yang kita sukai dan kita kuasai.

2. Buat dulu outlinenya

Apabila sudah menentukan tema, cara kedua adalah membuat dulu outline cerita dari buku fiksi kalian itu.

Dengan membuat outline, naskah bakal terarah dengan baik. Dan outline memang memudahkan sekali untuk proses menyelesaikan naskah agar tidak terbengkalai.

Bagaimana cara membuat outline buku fiksi?


3. Bikin judul

Kalau buku fiksi kalian ingin dipasarkan lebih luas, judul sangat berpengaruh.

Maka dari itu, bikin lah judul buku yang menarik perhatian pembaca.

Ingat bahwa dalam membikin judul harus sesuai dengan tema buku fiksi kalian. Bisanya judul buku yang laku dipasaran hanya terdapat satu atau dua kata.

Kalian silakan bikin judul buku dengan teknik semacam itu.

4. Ciptakan karakter tokoh

Untuk menciptakan karakter tokoh, ini seharusnya sudah kalian bikin saat membuat outline cerita.

Untuk memudahkan dalam menciptakan karakter tokoh, silakan tulis berapa banyak tokoh cerita yang akan kalian kembangkan.

Di antara tokoh-tokoh itu, ada yang sifatnya dingin misalnya. Pemarah misalnya. Tokoh pembantunya siapa saja.

Sesederhana itu sebenarnya menciptakan karakter tokoh.

Terkait karakter tokoh buku fiksi, saya pernah menulisnya panjang lebar. Silakan baca -> penulis, inilah cara menghidupkan karakter tokoh.

5. Tentukan setting cerita

Mau di mana kejadian tokoh-tokoh yang kalian ceritakan itu agar menarik di mata pembaca?

Mau di sekolah, kampus, rumah sakit? Dan silakan, masih banyak lagi.

Menentukan setting atau tempat cerita juga seharusnya sudah ada dalam outline novel.

7. Pikirkan ending cerita

Kesalahan penulis pemula bisanya ending cerita yang mereka buat yakni menggantung. Sebaiknya, ending cerita dalam menulis buku fiksi harus jelas.

Gambarannya, apakah menyedihkan? Berbahagia? Dan lain-lain.

Pembaca butuh kepastian saat membaca buku fiksi karya kalian. Jangan membuat pembaca mengernyitkan dahi.


8. Buat daftar isi

Setelah 7 langkah di atas sudah kalian bikin, maka langkah berikutnya adalah membuat daftar isi buku.

Daftar isi memuat judul, dan kalau ada cantumkan juga sub judulnya. Lalu ada keterangan judul A di halaman berapa, berapa, dan berapa.

Untuk mempermudahnya, silakan baca buku fiksi penulis lain.

9. Baca ulang dan revisi lagi tulisan kalian

Agar buku fiksi yang kalian tulis seenggaknya sempurna, maka baca ulang dan revisi lagi tulisannya.

Takutnya, ada banyak typo saat menulis. Atau dialog-dialog yang kalian bikin misalnya kurang masuk akal. Dan lain-lain.

Jangan sampai, buku yang kalian tulis seadanya saja. Tapi, perlu merevisi lagi. Entah sekali atau tiga kali.

10. Bikin biodata penulis

Apabila 9 langkah di atas sudah kalian lakukan, maka bikin lah biodata penulis.

Biodata mencakup beberapa hal. Mulai dari foto, nama pena, pernah sekolah di mana, pernah menulis buku apa saja (kalau sudah menulis banyak buku), cantumkan link tulisan kalian kalau aktif menulis di blog.

Selebihnya, baca biodata penulis lain dalam karyanya. 

11. Kirim naskah kalian ke penerbit

Bilamana buku fiksi yang kalian garap ingin terbit, tentu saja solusinya adalah mengirim naskah kalian ke penerbit.

Entah ke penerbit mayor maupun ke penerbit indie.

Mana yang lebih bagus, mayor apa indie?

Semua penerbit memiliki kekurangan dan kelebihannya.

Jika kalian ingin tahu kelebihan dan kekurangan penerbit mayor, indie, dan juga penerbit gratisan, silakan baca tulisan saya -> Jenis-jenis penerbit beserta kekurangan dan kelebihannya.

***

Itulah 11 cara menulis buku fiksi paling mudah hingga bisa terbit dengan catatan tulisan ini terbaru, terupdate, dan mudah diaplikasikan.

Jangan lupa, baca teknik menulis buku dari nol ala Bobby Deporter, silakan baca-> 6 Teknik Menulis Buku dari Nol hingga Bisa Terbit.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.