Artikel Terbaru

5 Cara Menulis Artikel Resep Makanan berdasar Pengalaman

Cara Menulis Artikel Resep Makanan

Beberapa bulan yang lalu saya pernah mengelola sebuah blog dengan topik resep makanan. Awalnya agak kesulitan karena belum menemukan pola penulisannya. Ditambah lagi saya tidak begitu paham tentang dunia memasak.

Akan tetapi, berhubung ingin mencoba sesuatu yang baru dan juga tuntutan pekerjaan, saya kemudian mengulik sendiri. Dan setelah tiga bulan mengelola blog tersebut, akhirnya saya paham. Oleh karena sudah paham maka saya ingin berbagi tentang cara menulis artikel resep makanan.

Semua cara yang saya tulis melalui artikel ini berangkat dari pengalaman sendiri. Untuk memahami lebih dalam bagaimana penulisan artikel resep masakan, silakan simak ulasan saya di bawah ini.

Baca juga panduan ini: Tips menulis artikel disukai Google.

Apakah menulis artikel resep makanan terbilang sulit?

Untuk penulis yang tidak begitu ahli di topik ini, mulanya bakal kesulitan dulu. Berbeda dengan penulis yang sudah tahu betul mengenai dunia memasak, pasti setidaknya bisa. Apalagi kalau penulis tersebut pernah bekerja di sebuah restoran. Apalagi jika penulis tersebut seorang chef. Maka, terkesan mudah.

Untuk penulis yang tidak begitu memahami dunia memasak, maka perlu bereksperimen dulu. Mulai dari prolognya harus bagaimana, nyari referensi-nya dari mana, dan klimaksnya harus seperti apa. 

Saya pun dulu awalnya begitu. Sebab, semua prolog artikel yang berada di halaman pertama Google hampir sama semuanya. Terlebih, isinya juga lumayan sama. Sehingga, bagi penulis pemula yang baru belajar membuat artikel resep makanan akan kesusahan.

Jadi, jika ditanya apakah sulit membikin artikel resep makanan? Jawabannya lumayan sulit. Namun, kalau kita giat ingin bisa dan terus mengulik sendiri, pasti kesananya jadi mudah. Katakan lah celah-celahnya bakal ketemu.

Nah, untuk memudahkan kalian dalam membuat artikel resep masakan, silakan tiru beberapa cara yang akan saya bagikan berikut ini.


Cara menulis artikel resep makanan

1.  Untuk prolog usahakan menulis lah dengan gaya bercerita, jangan formal

Artikel-artikel resep makanan yang dimuat oleh media online, narasinya itu biasanya terkesan formal. Sehingga, isi artikelnya membosankan.

Nah, usahakan kalau kalian menulis resep masakan untuk dipublish melalui blog sendiri, sebaiknya prolognya itu bercerita saja.

Pembaca resep makanan lebih suka membaca artikel yang isi artikelnya seolah sedang bercerita berdasar pengalaman si penulis. Gaya tulisan acak-acakan pun mereka menyukainya asalkan enak dibaca dan original.

Sebagai contoh, begini narasi awalnya.

Halo gays, beberapa hari yang lalu aku nyoba-nyoba bikin oseng pedas jando sapi. Setelah aku mencoba meracik sendiri, ternyata proses pembuatannya tidak sesulit yang aku bayangkan. Awalnya sih aku kira bakalan sulit, gitu. Padahal mah enggak..

Ada kemungkinan kalau kalian membuat artikel dengan gaya tulisan seperti itu, maka pembaca bakal mengkhatamkan tulisan kalian. Berbeda dengan gaya penulisan formal, pembaca bakal terus mencari tulisan yang lainnya.

2. Cari referensi resep makanan di situs Cookpad

Ia adalah salah satu situs ternama resep makanan. Para pecinta dunia masak-memasak, pasti sudah tahu Cookpad. Dan situs ini paling kuat di SERP. Kalau kita nyari resep makanan A, pasti situs pertama yang direkomendasikan oleh Google adalah Cookpad.

Akan tetapi, sebagus-bagusnya Cookpad, tetap saja ada banyak kekurangannya. Misal, informasi resep makanannya tidak terlalu kumplit. Dan kadang tidak relevan dengan apa yang dicari oleh pengguna Google.

Nah di balik kekurangan Cookpad, ambil sisi positifnya, yaitu comot resep makanan yang sudah tercantum di Cookpad, lalu ubah sedikit kata-katanya agar artikel kalian tampak unik. Dengan panjang artikel 500-600 kata saja, blog kalian ada kemungkinan mampu menggeser situs Cookpad.

Minimal, target artikel kalian ada di posisi keempat dan kelima, itu sudah bagus. Asal, gaya tulisan harus bikin ngeh di hati pembaca.

3. Bikin dulu konsep isi artikelnya

Ibarat outline saat menggarap naskah novel, konsep dalam membuat artikel resep makanan pun harus ada juga.

Konsepnya tidak terlalu rumit, tapi malahan mah terbilang gampang dan runut.

Begini konsepnya.
  1. Bikin 3 paragraf untuk narasinya.
  2. Bikin subjudul "resep makanan" setelah narasi
  3. Tulis bahan-bahan dan bumbu yang diperlukan
  4. Bikin subudul "cara pembuatan"
  5. Buat penutup yang bagus
  6. Bikin kesimpulan
Baca juga artikel berikut ini: Panudan menulis artikel di media online.

4. Bikin penutup artikel dengan ajakan membaca artikel yang berkaitan

Sebenarnya simple saja dalam membuat artikel resep makanan. Pertama, bikin narasi yang membuat pembaca ingin membaca keseluruhan artikel yang kalian tulis.

Kedua, langsung tulis resep makanannya tanpa basa-basi lagi. Sebab, resep makanan adalah pokok pembahasan. Dan itu poin utama yang dicari pembaca.

Ketiga, konsepnya jelas dan runut. Artinya, informasi bahan-bahannya ada, bumbunya ada, dan juga cara pembuatannya dijelaskan.

Nah keempat, bikin penutup artikel yang bagus sambil dikasih kesimpulan. 

Contoh..

Demikian lah resep oseng jando sapi pedas yang dapat aku bagikan. Untuk inovasi lain dalam membuat jando kambing gurih, silakan baca artikelku yang ini. Artikel ini sudah dibaca sampai ribuan orang..

 

5. Isi artikel memuat sampai 500 kata saja cukup

Percaya atau tidak, sepengelaman saya menulis artikel resep masakan, dengan 500 kata saja sudah bagus di SERP. Sebab, media atau blog lain biasanya membuat artikel topik resep makanan hanya mencapai 300 kata saja.

Tentu saja lebih panjang, lebih bagus. Namun, artikel resep makanan jika terlalu panjang malah suka bikin pusing pembaca. Sebab, kunci utamanya kan resepnya aja. Bukan basa-basinya.

-

Barangkali itu saja penjelasan cara menulis artikel resep makanan. Semoga artikel ini ada manfaaatnya.

Sekian.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.