Artikel Terbaru

5 Teknik Menulis agar Bisa Dipahami Pembaca, Begini Caranya!

Menurut saya, dalam menulis, sederhananya adalah tulisan kita harus bisa dipahami oleh pembaca. Kalau bisa, sekali baca sudah dapat dipahami.

Saya merupakan tipe orang yang pilih-pilih bacaan. Artinya, meski membaca adalah salah satu hobi saya namun tidak semua artikel pengin saya baca. Alasannya, pertama adalah ini disebabkan karena artikelnya tidak saya sukai. Artikel tentang anime misalnya. Kedua, tulisan si penulisnya acak-acakan.

Bagi saya, waktu adalah hal penting. Sehingga, ketika membaca artikel yang bertemakan seperti anime atau penulisannya acak-acakan, sudah pasti saya enggan membacanya. Saya tipe orang yang kalau tidak suka, tidak ingin saya paksa agar saya bisa memahaminya. 

Menurut saya, dalam menulis, sederhananya adalah tulisan kita harus bisa dipahami oleh pembaca. Kalau bisa, sekali baca sudah dapat dipahami. Sebab, saya masih menemui beberapa tulisan yang harus saya baca dua kali untuk bisa saya pahami. Lantas, bagaimana teknis menulis agar bisa dipahami pembaca?

Baca juga: 5 Cara Meningkatkan Skill Menulis.

Paragraf pertama

Selain untuk memikat hati redaktur, paragraf pertama juga tentu untuk memikat hati para pembaca. Bikin lah kalimat yang tidak membosankan di paragraf pertama. Saya pikir, teknik menulis agar bisa dimuat di media online, ini disebabkan karena paragraf pertama ini. Dengan memikirkan paragraf pertama yang bagus, pembaca pun akan terus membaca artikel kita.

Coba, deh. Teman-teman stalking beberapa tulisan saya yang telah dimuat di Terminal Mojok. Perhatikan paragraf pertamanya. Baca di sini.

1 paragraf memuat 4 kalimat

Dalam sudut pandang saya sebagai pembaca, kadang agak males gitu kalau baca artikel yang dalam satu paragraf memuat banyak kalimat. Ada yang sampai tujuh kalimat sehingga dari satu paragraf itu menjadi tujuh baris.

Saran saya, agar enak dibaca, coba dalam satu paragraf itu memuat minimal empat kalimat saja. Kalau empat kalimat, terlihat tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak dalam satu baris paragraf.

Baca juga: 5 Tips Andal Menjadi Penulis ala Stephen King.

1 kalimat memuat 5-6 kata

Nah, teknik ini yang saya suka. Dan masih saya pelajari. Jadi, paling enak nulis itu adalah dalam satu kalimat tidak memuat lebih dari sepuluh kata. Paling enak lima kata, titik. Enam kata, titik. Tidak banyak koma juga.

Teknik ini tidak sulit bagi saya. Justru, malah efektif buat tulisan kita. Dan potensi untuk mudah dibacanya enak.

Latihan

Salah satu agar tulisan kita makin kesini makin membaik adalah dengan latihan menulis. Bikin lah 5-10 artikel pendek, isi dengan 3-4 paragraf dulu. Ini untuk latihan menulis cepat.

Saya pribadi, punya target sehari harus bikin satu artikel. Dan kalau ada ide tiba-tiba datang, suka langsung saya eksekusi.

Hindari perumpamaan dan istilah-istilah asing

Penyakit tulisan kita sulit dipahami adalah ketika di artikel yang kita buat banyak perumpamaan, analogi ini-itu dan istilah-istilah asing muncul.Sederhananya, bikin deskripsi apa adanya aja. Ini kan lebih mudah, gitu.

Barangkali, itu 5 teknik menulis agar bisa dipahami pembaca. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.