Artikel Terbaru

Cara Membuat Sinopsis Novel yang Simple dan Menggugah Penerbit

Cara Membuat Sinopsis Novel


Bagaimana cara membuat sinopsis novel? Sinopsis yang katakan lah simple atau sederhana, namun dapat menggugah penerbit.

Sebab, sinopsis juga merupakan salah satu faktor yang krusial banget saat kita menggarap sebuah novel. Jadi bukan hanya konflik novel saja yang bisa bikin penerbit terkesima sama novel yang kita buat.

Nah, pada artikel ini, saya pengin berbagai kepada kalian tentang panduan membikin sinopsis novel yang menarik, simple, sekaligus elegan.

Sinopsis, bagi penerbit sendiri sebenarnya merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi atau yang kudu dikirim oleh seorang novelis, terutama sama penerbit mayor.

Sebab, pihak penerbit (khususnya editor) tidak mungkin membaca keseluruhan naskah novel yang dikirimkan oleh calon penulisnya. Sehingga, mereka butuh sinopsis sebagai rangkuman dari isi cerita novel.

Lantas, beginilah cara saya dalam membuat sinopsis. Silakan simak keterangan di bawah ini sampai selesai agar kalian dapat memahami segalanya.

Apa itu sinopsis novel?

Menurut perspektif saya sebagai orang yang sudah lama tercebur dalam dunia penulis novel, sinopsis ini dapat saya artikan sebagai ringkasan atau rangkuman novel.

Yang namanya ringkasan, berarti meringkas. Bukan menjelaskan semua isi novel.

Isi ringkasan pada novel seharusnya terdapat dua poin; pertama, menggugah penerbit. Dengan tujuan, agar naskah kita diterima sama penerbit.

Kedua, menyampaikan maksud dari isi cerita novel yang sudah kita tulis. Dalam artian, menyampaikannya jangan terlalu basa-basi. Tapi, wajib to the point saja, ditambah lagi harus dapat dipahami penerbit.

Nah, yang perlu kalian perhatikan saat membuat sinopsis novel, yaitu mesti ngasih gambaran kepada penerbit soal genre novel, alur/plot, lalu latar cerita, dan mengilustrasikan karakter novel yang sudah kalian buat.

Semakin detail kalian ngasih deskripsi novel yang tercantum pada sinopsis, semakin senang penerbit sama novel yang kalian kirim. Sebab, dengan begitu, maka naskah cenderung berpotensi ditengok atau dilirik penerbit.

Untuk menciptakan karakter novel yang bagus, kalian perlu membaca ini: cara membuat karakter novel yang kuat.

Cara membuat sinopsis novel

Mudah saja sebenarnya dalam membikin sinopsis dari sebuah novel yang kita tulis untuk penerbit. Kalian hanya perlu mengikuti cara saya dalam proses pembikinannya.

Lebih dari itu, di bawah ini akan ada contoh sinopsis novel yang menarik. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

1. Menjelaskan keunggulan tema cerita

Untuk menyusun sinopsis novel, cara pertama ialah ngasih tahu kepada pihak penerbit terkait keunggulan cerita.

Sampaikan saja semua kehebatan cerita. Terutama alasan mengapa mengambil tema tersebut, dan mengapa topik yang diambil sebaiknya perlu diterbitkan oleh pihak penerbit.

Penerbit senang sama penulis yang tidak merahasiakan sesuatu pada naskahnya. Penerbit senang sama penulis yang jujur, dan juga apa adanya.

Pada intinya, menyatakan keunggulan cerita adalah sebuah keharusan. Ini semacam teknik agar penerbit terpikat sama naskah novel kalian.

2. Menggambarkan karakter dalam cerita novel

Sudah jelas bahwa, di dalam naskah novel, pasti terdapat banyak karakter yang sudah kita ciptakan sendiri. Nah, sebaiknya, karakter-karakter yang kita anggap penting, tulis juga pada sinopsis.

Tulis hal-hal seperti, gambaran fisiknya, sisi psikologisnya, terus terang juga bahwa siapa karakter protagonist dan antagonis-nya.

Sederhananya, jangan pernah menyembunyikan hal-hal detail tersebut. Sebab, editor adalah pembaca pertama kita. Jadi, pikat lah dia dengan sinopsis yang bagus.

Cara Menyusun Sinopsis Novel

3. Menuliskan alur cerita yang sesuai

Cara ketiga ini dalam artian terkait "relevansi" antara naskah novel dengan isi sinopsis. Sering banget saya temui beberapa novelis pemula yang, isi sinopsisnya dengan naskahnya, jauh berbeda.

Padahal, sinopsis dan naskah, keduanya kudu relevan. Tidak boleh menyimpang dari itu. Jika menyimpang, siap-siap saja naskah kalian masuk kategori; sampah.

4. Bikin sinopsis sesimple mungkin

Simple di sini maksudnya, tidak perlu panjang-panjang amat, hanya sekira dua-tiga halaman saja sudah cukup.

Atau terkadang, tergantung persyaratan pihak penerbit. Maka dari itu, penting seorang novelis bertanya ke penerbit terkait masalah sinopsis ini.

Simple juga dalam artian tidak usah menjelaskan deskripsi buku atau novel, gaya penulisan novel, atau ilustrasi. Tidak harus seperti itu sih.

5. Buat sinopsis yang gampang dipahami penerbit

Bicara soal "gampang dipahami" ini menyangkut penulisan sinopsis.

Jadi, dalam menulis atau menyusun sinopsis harus menggunakan tata bahasa yang baik, sopan, dan enak dibaca.

Gunakan teknik penulisan yang satu kalimat hanya memuat 6-7 kata. Gunakan kalimat yang logis. Gunakan kalimat yang pendek, tapi jelas.

Ingat bahwa, di hadapan kalian itu seorang editor. Sekali saja tidak logis, maka editor bakalan pusing.

Itu sebabnya, saya sering merasa sayang aja sama penulis yang mempunyai naskah bagus, tapi pas bagian bikin sinopsisnya malah kurang bagus.

Langkah-langkah membuat sinopsis novel

Langkah-langkah membuat sinopsis novel


Untuk mempermudah pembuatan sinopsis, kalian harus paham juga langkah-langkahnya.

Dengan memahami berbagai langkah di bawah ini, saya jamin, kalian bisa melakukannya.

Baca lagi naskah novelnya

Sebelum mengirimkan naskah ke penerbit yang kalian tuju, ada baiknya baca ulang lagi naskah kalian itu. Dan, sebelum fiks membuat sinopsis novel, baca ulang lagi juga naskah tersebut.

Saya pikir, jelas penting lah seorang novelis memahami semua isi naskah novelnya. Jadi, kalau sudah paham terhadap naskahnya, apapun bakal gampang saja, salah satunya dalam menyusun sinopsis.

So, baca keseluruhan naskah, dan buat lah sinopsis yang menggugah.

Catat beberapa dialog novel yang menarik

Kalian perlu menambahkan "bumbu" agar penerbit terpancing terus untuk membaca sinopsis novel yang akan kalian kirim, caranya coba sisipkan dialog novel yang bakal dianggap menarik baginya.

Jangan dulu berpikir, dia adalah "editor" maka kudu ngasih dialog yang "wah". Tidak usah seperti itu pikirannya. Ini ujungnya nanti bakal ada perasaan takut, dan bahkan insecure duluan.

Tapi, anggap dulu bahwa dia adalah seorang pembaca pada umumnya. Lebih lagi, dia manusia. Manusia yang juga punya perasaan baper dan nggak enakan.

Jadi jangan canggung menyisipkan dialog yang bikin baper editor. Jangan takut dibilang "alay". Editor nggak bakalan bilang gitu, kok. Sebab, editor juga manusia, kan?

Diskusi dengan teman yang juga suka menulis

Lebih bagus lagi kalau teman kalian sudah pernah tembus naskahnya ke penerbit mayor. Jadi, mudah aja pas ngasih tahu soal cara menulis sinopsis novel.

Akan tetapi, kalau tidak punya teman yang berpengalaman membuat sinopsis, ya sudah minta saran aja kepadanya tentang; apakah kalau kamu seorang editor, lantas pas baca sinopsis saya ini bakalan tertarik menerbitkannya?

Dan lain-lain.

Coba baca ini untuk memahami semua jenis penerbit; jenis-jenis penerbit novel.

Apakah sinopsis novel penting?

Sebenarnya tidak semua penerbit meminta sinopsis novel, terutama penerbit indie, mereka jarang banget minta sinopsis.

Akan tetapi, kalau ditanya penting, yaaa jawabannya penting. Sebab, menjadi seorang novelis harus terus berkembang. Jangan cuma berkarya hanya lewat penerbit indie saja.

Tapi, ke penerbit mayor pun harus dicoba!

-

Baik. Itulah cara membuat sinopsis novel. Semoga materi hari ini bermanfaat!

BACA JUGA: Cara Menarik Naskah dari Penerbit.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.