Artikel Terbaru

[TERBARU] Cara Membuat Novel Sejarah Pribadi

Cara Membuat Novel Sejarah Pribadi


Bagi adik-adik sekolah maupun bagi para penulis pemula, jika hari ini kalian sedang mencari artikel tentang cara membuat novel sejarah pribadi, kini kalian sudah berada di tempat yang tepat. Sebab, saya di sini akan menjelaskan secara lengkap terkait pembuatan novel sejarah sendiri.

Ngomong-ngomong, artikel ini sebenarnya lanjutan dari panduan membuat novel kisah sendiri. Hanya saja dalam artikel tersebut tidak dijelaskan langkah-langkahnya, pembuatan kerangka atau outline-nya, dan juga tidak saya kasih contoh teks cerita sejarahnya.

Maka dari itu untuk memperkuat atau melengkapi artikel sebelumnya, perhatikan baik-baik postingan ini.

Baik, langsung saja.

Cara membuat novel sejarah pribadi

Untuk mempermudah proses menulis novel sejarah sendiri, ada beberapa langkah yang harus kalian lakukan di antaranya:

1. Bikin kerangka novel

Saat menulis naskah novel dalam genre apapun, kerangka atau outline novel penting didahulukan. Sebab, kerangka berfungsi untuk memberikan arahan atau gambaran pada novel.

Hanya saja tidak semua orang mampu membikin kerangka novel yang bagus.

Lantas, bagaimana cara menyusun outline, khusus untuk novel atau buku sejarah?

Cara membuat kerangka novel sejarah pribadi

1). Pengenalan orientasi cerita

Maksud dari poin ini adalah penulis harus mengenalkan latar belakang cerita, memberi tahu kepada pembaca tentang tokoh-tokoh atau karakter cerita yang diciptakan, menyusun adegan, dan menjelaskan hubungan antar tokoh yang dibikin.

2). Mengungkapkan peristiwa yang terjadi

Di bagian ini, penulis novel sebaiknya menyampaikan peristiwa yang terjadi pada novel.

Masalah pertentangan, perbedaan pendapat, argumentasi yang bertolak belakang, suka dan tidak suka-nya antar karakter, intinya harus dicatat dulu.

3). Buat konflik

Usai menemukan masalah, maka eksekusi dengan konflik yang penuh ketegangan dan kehebohan, sehingga pembaca dapat menyukai konflik cerita.

4). Bikin komplikasi cerita

Poin keempat ini dalam menyusun kerangka novel, boleh dibilang sebagai klimaks.

Ini termasuk pada bagian cerita novel yang paling mendebarkan. Melalui bagian inilah dibentuknya semacam perubahan pada tokoh.

Katakan lah, apakah dia nantinya berhasil mencari solusi terhadap masalahnya atau tidak.

5). Selesaikan resolusinya

Lewat bagian ini harus berisi tentang penjelasan maupun penilaian yang berhubungan dengan sikap para tokoh.

Pada bagian ini juga harus dijelaskan akhir atau ending yang dialami oleh tokoh utama.

6). Tentukan koda

Koda ialah bagian komentar pada keseluruhan isi cerita novel. Ia berfungsi sebagai penutup.

Komentar yang dimaksud pada koda biasanya disampaikan secara langsung oleh penulis atau pengarang dengan mewakilkan komentar pada seorang karakter.

Itulah penyusunan dalam kerangka novel, untuk lebih lengkapnya baca ini: membuat kerangka novel.

2. Tentukan tema novel

Setelah membuat kerangka, maka sekarang tentukan tema novelnya.

Seperti yang mungkin telah adik-adik ketahui, ada beragam tema dalam sebuah cerita novel. Apabila adik-adik lebih suka kepada tema persahabatan, maka tema ini saja yang dipilih.

Nanti saat menulis cerita tema persahabatan, maka ambil dari sejarah pribadi adik-adik saat bersahabat dengan seseorang yang bernama Irfan misalnya. Yang bernama Anisa misalnya.

Atau boleh juga mengambil tema keluarga. Maka, tulislah cerita pengalaman pribadi dengan keluarga adik-adik sendiri.

Cara Membuat Kerangka Novel Sejarah Pribadi


3. Buat karakter novel

Untuk meluaskan cerita, bikin minimal empat karakter novel. Di antaranya yaitu tokoh utama, lalu ada antagonis, protagonist, dan tokoh pembantu.

Beri nama-nama karakter tersebut dengan unik, atau nama samaran saja juga boleh.

Biasanya saat menulis novel sejarah yang diambil dari pengalaman sendiri, nama-nama asli tidak dicantumkan.

Hal tersebut untuk menghindari ketidakenakan pada nama asli yang disebutkan. Jangan lupa juga, perkuat karakter novel yang adik-adik ciptakan.

Caranya?


4. Pahami target pembaca

Untuk membuat novel sejarah pribadi, apabila nantinya untuk diperjualbelikan juga, maka penting memahami target pembaca.

Jika novel bertema persahabatan, mungkin ada baiknya sasaran pembaca ditujukkan kepada teman-teman sebaya adik-adik.

Bila novel bertemakan keluarga, target pembacanya bisa menyeluruh. Ini tentu lebih luas audiens-nya.

5. Menulis lah dengan kejujuran

Hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan saat menulis novel kisah pribadi, yaitu menulis lah dengan jujur dan apa adanya.

Sebab, jenis novel ini bukan fiksi. Bukan hasil dari karangan. Tapi, hasil dari pengalaman hidup sendiri.

Jadi, ada baiknya kejujuran lebih diutamakan.

-

Kesimpulannya, jika di sekolah adik-adik ada pertanyaan tentang bagaimana cara membuat novel sejarah pribadi? Maka, jawab saja lima langkah di atas.

Lima langkah yang kakak kira, itu betul-betul menjawab pertanyaan tersebut.

Contoh membuat novel sejarah pribadi

Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru di sekolah, kakak akan membikin contohnya.

Inilah teks sejarah tentang sendiri

Aku pernah jatuh ke dalam lubang yang dalam. Aku tidak bisa menarik kucing milikku keluar. Sudah seberapa keras aku mencoba, tetapi tetap tidak bisa. Aku langsung berpikir untuk memutuskan mengubur kucingku yang telah mati itu.

Aku mulai menimbun lubang tempat kucingku. Tanah berikutnya akun timbun kembali ke dalam lubang.

Kucingku yang mati itu tentu tidak bisa mengibaskan kembali tubuhnya. Semakin tanah ditimbun, maka semakin tinggi tanah naik. Ah aku sungguh merasakan kesedihan ini.

Menjelang siang, rumput di padang sangat terlihat hijau. Lalu aku melangkah (dan belajar dari kisah ini) bahwa segala sesuatu yang aku perjuangkan, tidak akan mengembalikan semua masalah. Tapi, yang penting aku sudah mencobanya.
Tips Menulis Novel Sejarah Pribadi

Tips menulis novel sejarah pribadi

Agar novel genre ini terlihat lengkap dan bagus di mata pembaca, saya akan memberikan tips dan triknya.

1). Cari data-data penting tentang diri sendiri

Tidak cukup dengan menulis hal-hal yang dekat dengan kita saja, tapi perlu membangun kisah sendiri dengan data-data penting.

Kumpulkan data tersebut dalam secarik kertas.

2). Wawancarai atau tanya-tanya orang-orang terdekat kita

Agar semakin terasa hidup, novel pribadi perlu melakukan wawancara kepada orang-orang terdekat kita. Sebut saja tetangga. Tanya kepada mereka tentang gimana kisah kita waktu kecil. Mulai dari sifat, kedekatan dengan sodara, dan sahabat.

3). Kaji lagi data yang sudah dikumpulkan

Data yang telah dikumpulkan tadi, kaji ulang lagi untuk menyempurnakan cerita. Jangan sampai ada cerita yang terlewat tentang diri kita. Sebab, kita harus betul-betul runut mulai dari kecil, hingga tumbuh dewasa.

4). Mulai menulis

Mulailah menulis dengan baik dan, sekali lagi, harus jujur sesuai kehidupan pribadi. Tulis apa adanya dulu, jangan kebanyakan mikir.

Baca tulisan berikut ini untuk menyelesaikan naskah novel: tips menyelesaikan naskah novel.

5). Edit cerita

Sempurnakan cerita kalian dengan mengedit cerita. Evaluasi terus hingga betul-betul mendalam. Sebab, meski menulis pengalaman pribadi terbilang gampang, tapi kadang tidak semudah itu.

-

Oke.

Postingan kakak di atas terkait cara membuat novel sejarah pribadi, itu semua masuk pada materi menulis novel sejarah yang terdapat pada buku Bahasa Indonesia.

Semua tulisan yang kakak bagikan, silakan salin dan tiru semuanya.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.