Artikel Terbaru

Menghitung Keuntungan di Penerbit Indie dari Sisi Finansial

Keuntungan di Penerbit Indie
Sumber gambar: hardyagoy.wordpress.com

Pada postingan sebelumnya terkait pembahasan soal penerbit, saya pernah mengulas tentang 3 Jenis penerbit beserta keunggulan dan kelemahannya.

Di postingan itu, saya memberikan gambaran mengenai keunggulan serta kelemahan dari penerbit gratisan, Mayor dan Indie.

Di postingan kali ini saya akan menghitung keuntungan di penerbit Indie dari sisi finansial.

Akan tetapi, sebelum ke sisi finansial, saya akan sedikit mengingatkan kembali kepada para penulis, khususnya yang mau bekerja sama dengan tim penulis Garut, tentang keuntungan menerbitkan buku di penerbit Indie.

Hal ini perlu saya informasikan kembali sebab tim penulis Garut sendiri memang kerja samanya dengan beberapa penerbit Indie dan sekaligus juga untuk mengefisienkan pekerjaan kami yang kerap ditanyai soal keuntungan di penerbit Indie oleh pengikut kami di Instagram.

Jadi, simak baik-baik.

Tanpa Proses Seleksi

Pertama, keuntungan di penerbit Indie yakni tanpa proses seleksi.

Sekali lagi, ini khusus jika bekerja sama dengan tim penulis Garut sebab diluar sana, ada juga penerbit Indie yang menerbitkan buku dengan proses seleksi.

Kenapa bisa tanpa proses seleksi?

Karena yang mau menerbitkan buku adalah yang menanggung biaya penerbitannya.

Lantas berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menerbitkan buku jika mau bekerja sama dengan tim penulis Garut?

Silakan hubungi kami di sini.

Jadi, naskah dengan genre apapun, halaman naskah setebal apapun, sudah pasti bisa terbit.

Proses Cepat

Keuntungan di penerbit Indie berikutnya adalah proses terbitnya cepat. Tidak seperti penerbit Mayor yang menyeleksi naskah memakan waktu berbulan-bulan.

Di penerbit Indie ini, naskah kamu akan cepat diproses setelah melakukan pembayaran awal. Kisaran waktu rata-rata maksimal satu bulan, bahkan bisa kurang dari satu bulan sudah terbit.

Gambarannya dan yang perlu kamu catat adalah: semakin naskah kamu halamannya sedikit, semakin cepat proses terbitnya.

Apalagi halamannya sudah sedikit, lalu isi naskah matang, tidak berantakan, penulisan sesuai PUEBI dan jauh dari typo, pasti semakin cepat prosesnya.

Apa yang harus kamu tunggu selama maksimal satu bulan itu? Menunggu nomor ISBN yang didaftarkan oleh penerbit, proses edit, layout, membuat cover untuk buku kamu dan lain-lain.

Barangkali, dua keuntungan itu yang dimiliki oleh penerbit Indie jika dibandingkan dengan penerbit Mayor diluar sisi finansial.

Nah, sekarang saya akan membahas ke pembahasan pokok tentang menghitung keuntungan di penerbit Indie dari sisi finansial.

Dan seperti biasa, saya akan memberikan tahapan yang terperinci dari point pertama hingga point terakhir.

3 Biaya yang Harus Kamu Keluarkan di Penerbit Indie

Biaya Penerbitan

Tadi, saya bilang bahwa naskah kamu akan cepat diproses apabila sudah melakukan pembayaran awal. Nah, pembayaran awal yang dimaksudkan disini yakni biaya penerbitan.

Biaya penerbitan di masing-masing penerbit itu berbeda-beda. Ada yang 250 sampai 600 ribu, bahkan lebih dari itu.

Maka, akan saya rincikan gambarannya dengan "misalnya" karena nanti ini akan menghitung ke keuntungan di penerbit Indie itu sendiri bagi si penulis.

Misalnya, kamu menerbitkan buku di penerbit Indie harus merogoh kocek 500 ribu. Berarti, pertama, kamu sudah mengeluarkan uang saku senilai 500 ribu untuk biaya penerbitan.

Biaya Cetak

Kedua, uang yang harus kamu keluarkan untuk menerbitkan buku di penerbit Indie yaitu biaya cetak. Biaya cetak ini, besar dan kecilnya, tergantung halaman naskah kamu.

Jadi kamu harus menanyakan ke penerbit terkait rincian biaya cetak ini. 

Misalnya naskah kamu 120 halaman dan biaya cetak satu eksemplarnya atau satu bukunya, adalah 30 ribu. Di rincian penerbit Indie juga ada yang namanya minimal cetak.

Biasanya, minimal penulis harus cetak 10 eksemplar.

Kita kalikan jika kamu mau mencetak 10 buku dulu. Maka 30 ribu (biaya cetaknya) x 10 eksemplar (jumlah buku yang mau kamu cetak) = 300 ribu. Segitu biaya cetak yang harus kamu keluarkan.

Catatan: semakin tebal halaman, maka biaya cetak semakin besar.
Catatan: semakin bukumu di cetak banyak, lebih dari 10 eksemplar, maka semakin mengurang harga cetaknya. Tapi, perbedannya hanya seribu dan dua ribu.
Catatan: hitungan ini untuk yang mau kerja sama dengan penulis Garut, penerbit Indie lain mungkin berbeda.

Jadi sudah berapa uang yang sudah kamu keluarkan dari biaya penerbitan dan biaya cetak? 500 ribu + 300 ribu = 800 ribu.

Biaya Ongkir

Anggaplah buku kamu sudah selesai di cetak oleh penerbit. Di kantor penerbit bukumu sudah cantik dan di packing rapi, yang total buku berisi 12 buku.

Loh kok ada 12 buku?

Nah, dua bukunya itu adalah bukti terbitJadi kamu punya 12 buku, bukan 10 buku. Intinya kalo tidak kamu pahami, kamu punya 12 buku.

Catatan: setiap penerbit berbeda ngasih buku bukti terbitnya. Ada yang ngasih satu, ada yang dua buku.
Catatan: dikasih dua buku itu berlaku dengan tim penulis Garut.

Bagaimana cara agar buku kamu sampai ke rumah? Ada biaya ongkir yang harus ditanggung oleh penulis.

Kamu hitung saja lokasi penerbit ke rumah kamu beserta berat barang ada berapa kilo. Hitungannya itu.

Misalnya dari Jakarta ke Garut total ongkir 40 ribu, ini misalnya.

Setelah itu, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan lagi. Jadi, hanya biaya penerbitan, cetak dan ongkir.

Mari kita totalkan keseluruhan biaya yang sudah dikeluarkan dari biaya penerbitan ke ongkir. Biaya penerbitan 500 ribu + biaya cetak 300 + biaya ongkir 40 = 840 ribu.

Menghitung Keuntungan dari Sisi Finansial

Sekarang kita hitung keuntungan di penerbit Indie dari sisi finansial atau pendapatan yang nantinya akan didapatkan oleh seorang penulis. Perhatikan beberapa uraian di bawah ini.

Harga Jual Ditentukan Penulis

Untuk mendapatkan keuntungan di penerbit Indie, harga jual buku bebas sebab kamu sendiri sebagai penulis yang menentukannya. Penerbit, dalam hal ini, sudah tidak punya urusan.

Balik Modal di Cetakan Pertama

Tadi, harga cetak 30 ribu. Silakan kamu jual sebebas mungkin. Akan tetapi, dalam menentukan harga buku, saya punya rumus sendiri. Begini rumusnya.

Total semua pengeluaran + harga 1 cetak buku : asumsi cetak buku secara minimal yaitu 10 buku.

Pengeluaran 840 ribu + 30 ribu = 870 ribu.
Lalu 870 : 10 = 87 ribu.

Itulah harga buku kamu jika pengen langsung balik modal.

Jika terjual semua maka 12 buku x 87 ribu = 1 juta 44 ribu. Pengeluaran awal 840 ribu. Lebih dari modal awal, kan?


Nyari untung di cetakan kedua dan seterusnya

Jika pengen nyari untung besar, saya selalu menyarankan ke penulis-penulis saya, carilah keuntungan di cetakan berikutnya. Sambil kalo mau nyetak itu yang banyak, jangan tanggung.

Pengalaman saya tahun 2016, cetak 50 eksemplar di cetakan kedua, harga cetak 26 ribu. Saya jual 60 ribu. Sudah banyak keuntungan yang saya dapat.

Dan saya selalu yakin bahwa buku saya akan terjual.

Terjualnya, entah dengan cara menurunkan harga tiap bulannya, meminta pihak sekolah agar dibeli dan direview per kelompok oleh para siswa, dan lain-lain.

Kuncinya tadi di catatan tentang biaya cetak. Semakin nyetak banyak, harga cetak pun mengurang. Walaupun cuma dua atau seribu, itu menguntungkan sekali buat kita sebagai penulis. Apalagi di beberapa penerbit Indie, ada paket khusus komunitas. Lebih mantep lagi.

Profit 

Mengutip dari Instagram lemari.karya, profit di penerbit Indie lebih besar.

Berbeda dengan penerbit Mayor yang profit penulisnya ditentukan oleh penerbit.

Jika kamu menerbitkan buku sendiri, kamu akan mendapatkan profit per eksemplar lebih besar dibandingkan jika naskahnya diterbitkan di penerbit Mayor.

Kesimpulannya agar mendapatkan keuntungan besar.

Pertama, untuk cetakan pertama, sebisa-bisa balik modal dulu. Kedua, barulah dicetakan berikutnya mendapatkan pendapatan yang melimpah. Ini akan terjadi bagi penulis yang strategi marketingnya bagus.

***

Itulah pembahasan tentang menghitung keuntungan di penerbit Indie dari sisi finansial.

Tak kalah penting juga untuk membaca artikel tentang perbedaan 3 penerbit yang pernah saya ulas di 3 Jnis Penerbit Beserta Keunggulan dan Kelemahannya.


Ridwansyah

Pendiri penulis Garut

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.