Artikel Terbaru

5 Kunci agar Blog Niche Kepenulisan Mendapatkan Pemasukan

Blog Niche Kepenulisan


Mengelola blog niche kepenulisan gampang-gampang susah. Sekira dua Minggu yang lalu saya curhat panjang lebar di postingan suka duka blog niche kepenulisan.

Dalam tulisan tersebut, ada tiga duka yang saya alami selama mengendalikan blog niche kepenulisan. Pertama, CPC-nya kecil. Kedua, tawaran kerjasama sedikit. Ketiga, suka bingung. Bikin konten apa lagi coba?

Akan tetapi meski banyak duka yang saya rasakan, blog niche kepenulisan masih bisa oke di mata pembaca. Artinya, masih bisa mendapatkan banyak pengunjung. Terbukti, dalam sehari, blog penulis Garut hampir mendekati lima ribu pageviews. Kecuali hari Sabtu dan Minggu, pageviews di bawah dua ribu.

Salah satu cara agar blog niche kepenulisan dibanjiri pengunjung, sesekali kalian harus menulis konten yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Tapi, masih ada materi "kepenulisannya".

Misalnya artikel 10 contoh cerita inspiratif yang saya tulis pada Februari lalu diklik terus sama pembaca. Bahkan trending selama dua bulan di blog penulis Garut ini. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Karena artikel tersebut adalah materi pelajaran bahasa Indonesia yang terus dicari oleh para siswa.

Untuk mengetahui cara apa saja agar blog niche kepenulisan memperoleh banyak pengunjung, silakan baca lagi postingan saya tentang suka duka tersebut.

-

Nah, di postingan kali ini saya pengen membahas 5 kunci agar blog niche kepenulisan mendapatkan pemasukan. Jadi meski CPC-nya kecil dan tawaran kerjasama sedikit, blog kepenulisan masih bisa mendapatkan cuan. Entah melalui content placement maupun dari iklan-iklan yang masuk.

Kalau teman-teman memperhatikan terus perkembangan blog ini, sudah banyak pengiklan yang masuk, hingga logo pengiklan tersebut saya pasang di sidebar blog.

Lantas apa yang menjadi kunci blog niche kepenulisan seperti blog penulis Garut ini mendapatkan pemasukan?

FYI: blog penulis Garut dapet pemasukan bukan karena DA & PA blog ini tinggi. Sejauh ini, saya masih tidak memikirkan DA & PA blog. Sebab, ada banyak blog yang DA & PA-nya gede namun masih sepi tawaran kerjasama.

Saya perhatikan, banyak orang yang membeli backlink agar DA & PA blognya oke. Padahal, ada cara lain yang lebih murni agar blog niche kepenulisan mendapatkan pemasukan.

1. Traffic blog niche kepenulisan harus tinggi dulu

Memang ada semacam tantangan tersendiri ketika saya memutuskan ngeblog dengan niche kepenulisan. Tantangannya adalah saya sadar bahwa nggak banyak orang yang mencari artikel tentang dunia kepenulisan.

Berbeda dengan blog yang nichenya kesehatan, teknologi, otomotif, dan juga wisata. Otomatis ini mah udah konsumsi orang tiap hari. Tiap orang sakit, pasti pengin sehat. Hape rusak, searching cara memperbaikinya..

Sedangkan blog niche kepenulisan? Yang nyari hanya orang-orang yang hobi nulis aja, dan orang yang hobi nulis kan sedikit.

Nah berangkat dari tantangan itulah, saya ingin membuktikan bahwa blog niche kepenulisan pasti ada jalannya agar traffic naik terus. Dan alhamdulillah, benar.

Apa impack-nya ketika traffic di atas empat ribu seperti blog ini? Ya mendapatkan pemasukan. Cara agar meningkatkan traffic? SEO-nya harus kuat. Lalu bagikan artikel di media sosial. Rajin update postingan terbaru tiap hari. Dan bikin konten yang bagus.

Terkahir, panjang artikel minimal 1000 kata. Bisa? Harus bisa!

2. Tampilan blog niche kepenulisan kudu enak dipandang, alias eye cathcing!

Saya mebak-nebak saja, salah satu alasan pengiklan mau beriklan di blog ini mungkiiin karena tampilan blognya bagus. Coba stalking melalui seluler, betah banget kan? Iyaaa kan?

FYI: template blog penulis Garut ini gratisan, lho! Dapet dari Theme Xpose. Mungkin logikanya kurang profesional, ya. Tapi, saya sih bodo amat. Dulu, ada template premium yang sempat ingin saya beli, tapi bukan selera saya. Ya mau gimana lagi..

Nah tampilan blog maupun website menjadi salah satu tolak ukur pengiklan. Kalau tampilan blognya berantakan, iklan Google Adsense muncul di mana saja (baca: mengganggu kenyamanan), boleh jadi pengiklan enggan beriklan di blog kita.

Itu sebabnya iklan dari Google Adsense yang saya pasang dibikin seunik mungkin. Di sidebar blog, saya kasih nama "Iklan pilihan" dan "Iklan menarik". Lalu saya nggak memasang iklan anchor dan iklan melayang. Ini agar nyaman pembaca saja.

3. Branding blog niche kepenulisan harus kuat

Sejak blog ini diakusisi oleh saya seorang, pengiklan langsung pada muncul. Berbeda ketika blog ini ada timnya (baca: masih label "website") nihil banget yang pasang iklan.

Di blog ini ada widget "Author blog penulis Garut", saya menampilkan wajah dan profil lengkap saya. Ini saya lakukan demi branding blog ini agar makin kuat. Ditambah lagi untuk menambah kepercayaan pengiklan.

Jadi kalau kalian ngeblog, jangan segan mengenalkan diri kalian kepada khalayak.

Blog ini memiliki tiga branding sekaligus. Pertama, "penulis". Kedua, bawa-bawa kota Garut. Ketiga, ada nama saya di situ.

Penulis untuk jasa nulis. Bawa-bawa kota Garut difungsikan untuk mempromosikan usaha orang lain yang tinggal di luar kota Garut agar pemasarannya luas, sehingga dikenal oleh orang Garut juga. Dan dari branding saya seorang sebagai penanggung jawab blog ini.

Kumplit kan? Makanya jangan aneh ya kalo blog ini tawaran iklan apa saja diambil. Karena brandingnya ituu..

4. Gaya tulisan pengelola blog niche kepenulisan harus unik

Menulis artikel di media online berbeda dengan menulis di blog. Setidaknya, ini yang saya aplikasikan di dunia tulis menulis.

Menulis di blog, lebih bebas aja. Tanpa memikirkan teknik. Di profil blog yang saya cantumkan, saya bilang kalau cara mereview saya lebih kepada gaya menulis stori telling, alias bercerita. Sedangkan menulis di media online, harus menyesuaikan standar kepenulisan mereka. Dan harus punya angle yang menarik.

Dan memang, saya ngerasa enak banget gaya menulis stori telling, kena banget ngajak pembaca buat beli produk yang saya iklankan. Nah ini juga yang menjadi penilaian pengiklan. Mereka, sebelum memberi job kepada kita, bakal baca-baca dulu hasil review atau cara mereview kita terhadap produk tertentu.

Jadi usahakan gaya tulisan kalian sebagai pengelola blog niche kepenulisan harus unik!

5. Pengelola blog niche kepenulisan harus memperbanyak relasi

Kunci terakhir agar blog niche kepenulisan mendapatkan pemasukan adalah memperbanyak relasi. Saya pernah menulis tentang Generos Gold. Itu tawaran kerjasama dari rekan saya yang berkenalan melalui grup Terminator Jawa Barat. Sekarang, beliau mengajak projekan lagi kepada saya.

Apa yang perlu kita lakukan ketika diajak kerjasama? Kerjakan semaksimal mungkin. Angkat produk mereka di pencarian Google. Terbukti, atas kepenulisan SEO yang saya bikin produk tersebut nangkring di halaman pertama Google. Dan apa impack-nya? Yaaa diajak kerjasama lagi karena SEO-nya kena.

-

Saya rangkum lagi 5 kunci agar blog niche kepenulisan mendapatkan pemasukan.
1. Tingkatkan traffic blog
2. Tampilan blog harus bagus
3. Branding blog harus kuat
4. Gaya tulisan harus unik
5. Perbanyak relasi



Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

4 komentar:

  1. Kak,saya baru saja buat blog dan sudah sampai tahap pemasangan iklan.

    Hanya saja saya sedikit bingung dengan opsi yg ditunjukan dan bagaimana cara mendapatkan iklan yg sesuai dengan konten yg ada di blog. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iklan Google Adsense memang beragam. Blog niche kepenulisan, yang muncul malah iklan marketplace. Opsi terbaik adalah memblokir semua iklan yang tidak relevan dengan blog kita.

      Hapus
  2. Baik.


    Jadi gini kak, untuk pemasangan iklan sendiri harus ada kerjasama dengan brand tertentu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. No. Daftarkan aja ke Google Adsense. Untuk dapat iklan di sebuah brand, banyak faktornya. Biasanya dilihat dari DA & PA blog, dan juga konten tulisan.

      Hapus

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.