5 Tips Menulis Artikel di Media Online untuk Penulis Pemula agar Bisa Tayang

5 Tips Menulis Artikel di Media Online untuk Penulis Pemula agar Bisa Tayang

Menulis artikel di media online tentu berbeda dengan menulis di blog pribadi.

Menulis artikel di media online, ada ketentuan-ketentuan tertentu yang harus si penulis taati dan perhatikan. Tidak seperti menulis di blog pribadi yang mungkin bagi sebagian orang, asal tulis saja.

Salah satu enaknya menulis di blog pribadi, bisa langsung tayang karena tidak ada yang namanya tahap lolos kurasi atau tidak lolos dari redaktur.

Sedangkan menulis artikel buat dikirim ke media online, kita akan mengalami hal tersebut.

Lantas, apa enaknya menulis artikel di media online?

Tentu kita dapat honor, itupun kalau artikel kita dikirim ke media online yang membayar kontributor-nya. Sebab, ada banyak juga media online yang siap menampung tulisan kita namun hanya dengan ucapan terima kasih. Alias, tidak membayar kontributor-nya.

Sedangkan menulis di Terminal Mojok atau Detik misalnya, kita dapat honor.

Nah, saat ini, saya sedang rajin menulis artikel buat dikirim ke media online. Pasalnya, di masa pandemi kayak gini, butuh uang lebih buat menikmati aktivitas di rumah.

Lebih dari itu, enaknya menulis artikel di media online besar, nama kita boleh jadi dikenal oleh banyak pembaca.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan ketika Naskahmu Ditolak Media Online.

Belakangan ini, karena artikel saya sering tembus di Terminal Mojok, banyak orang-orang nge-dm saya.

Ada yang memuji tulisan saya, ada juga yang mencaci tulisan saya, seru pokoknya. Nah, ada juga yang minta tips menulis artikel di media online agar bisa tayang. Khususnya, katanya untuk penulis pemula.

Sebenarnya, saya pribadi juga masih pemula. Ini serius. Saya mulai aktif menulis artikel di media online tahun ini.

Memang sih kenal dunia membaca dan menulis sudah cukup lama. Tapi, nyobain submit tulisan ke beberapa media justru mulai Juli 2020 lalu.

Jadi, belum bisa dikatakan sudah tidak pemula lagi. Masih pemula lah sama.

Nah, terkait minta tips menulis artikel di media online, saya di sini hanya sekadar berbagi saja. Seperti yang pernah saya bilang di tulisan-tulisan sebelumnya, saya tidak bermaksud menggurui.

Kalau memang artikel ini bermanfaat syukur, kalau tidak, semoga tidak merasa sia-sia mampir ke tulisan ini.

Baiklah, di bawah ini, ada 5 tips menulis artikel di media online untuk penulis pemula agar bisa tayang. Saya minta, tolong perhatikan baik-baik, ya!

Tips menulis artikel di media online #1 Mikirin tema dulu

Maksud tips pertama ini adalah sebelum menulis, coba kamu pikirin mau ngangkat tema apa? Ada banyak tema yang bisa ditayangkan sama media online yang kamu tuju.

Biasanya tema yang sering dimuat adalah tema kedaerahan, pengalaman pribadi, dan tips-tips unik.

Saya sendiri berasal dari Garut, praktis saya lebih suka menulis tentang kota Garut. Enaknya menulis tema kedaerahan yaitu kita jadi punya ciri khas.

Kita akan dikenal sama orang-orang bahwa kita ini asli daerah tertentu. Orang bakal tahu nama kita sambil menyebutkan nama kotanya. Nah, apakah saya pernah kehabisan ide tentang Garut?

Sejauh ini, selama menulis artikel di media online, saya belum pernah kehabisan tema tentang Garut. Selain Garut itu unik, banyak juga yang harus saya ulik dari kota ini.

Entah membahas tentang peluang usaha di Garut, tradisi orang Garut, dibantu juga dengan saya berasal dari suku Sunda, jadi selain membahas kota kelahiran, juga membahas suku daerah saya sendiri.

Gimana cara mengeksekusi tulisan tentang tema kedaerahan? Pertama, kamu bisa ngobrol tentang tradisi di kotamu dengan orang-orang ahlinya.

Kedua, sedikit riset dalam buku. Ketiga, mencari informasi dari Google namun jangan plagiat! Cukup baca-baca, lalu sedikit diubah kata-katanya dengan gaya menulismu. Tapi, saran saya, jangan kebanyakan Googling. Enak sambil ngobrol aja, itung-itung silaturahmi.

Jadi, kalau mau menulis artikel di media online, mikirin tema itu penting. Apalagi mempertimbangkannya agar ditayangkan. Kecuali kalau kamu sudah jago menulis, tema apa aja silakan tulis.

Tips menulis artikel di media online #2 Judul

Bikin judul juga kalau bisa harus unik dan menggugah redaktur agar segera membaca tulisanmu. Terkait tips menulis artikel di media online mengenai judul ini, ada banyak perbedaan dari berbagai penulis

Ada yang menulis dulu, ada yang juga bikin judul dulu. Kalau saya pribadi, lebih enak bikin judul dulu. Mungkin karena kalau judulnya sudah dapat, tinggal fokus ke kata kunci.

Ini sih kebiasaan nulis di blog agar SEO-nya kena, jadi kebawa deh nulis di artikel.

Pertanyaannya, bagaimana membuat judul artikel buat dikirim ke media online?

Pertama, kamu bisa menggunakan tanda tanya. Misalnya, apa iya menulis itu bisa mengobati patah hati? Jelaskan sama kamu.

Kedua, bisa juga pakai tanda ajakan alias tanda seru. Saya pernah bikin judul kayak gini, 5 besar klasemen makanan khas orang Sunda yang pedasnya naudzubillah!

Bisa juga menggunakan judul artikel dengan kata "pengalaman". Menggunakan angka, tips, dan panduan. Ini sih kalau saya pikir-pikir, bikin tertarik pembaca buat menge-klik tulisanmu.

Coba di Google juga banyak yang bikin judul menggunakan panduan, terus pake angka dan tips. Kayak judul artikel saya ini. Nah, gambarannya seperti itu.

Jadi, judul sangat memengaruhi naskahmu. Kalau saya mikirnya gitu.

Saya sendiri bisa menulis judul dengan baik dikarenakan sudah terbiasa menulis, terbiasa sering artikel saya dimuat, jadi yaa gampang bikin judul yang menggugah pembaca.

Tips menulis artikel di media online #3 Pembuka artikel

Tips ketiga ini paling seru diaplikasikan. Saya sering membuka artikel saya dengan gebrakan yang saya yakin, tidak akan membosankan pembaca deh. Dan bakal terus terpancing buat membaca artikel saya.

Gimana ya, agak sulit untuk memberikan contoh di tips ketiga ini.

Paling, saran saya, sering baca-baca tulisan orang lain yang kalimat pembuka di artikelnya bikin "wah" di mata kalian. Terus aplikasikan. Tiba-tiba misalnya, di artikel kalian, kalimat pembukanya, "Terus terang saja.." atau "Sebagai orang yang suka bla-bla, saya bla bla". Gitu deh.

Sebagai contoh, coba baca tulisan-tulisan saya di sini. Ini untuk mempermudah kalian saja. Kesimpulan dari tips ketiga ini, pembuka artikel sangat penting buat naskahmu agar bisa dimuat di media online yang kamu tuju.

Tips menulis artikel di media online #4 Menulis seperti sedang berbicara

Di postingan 5 tips menulis artikel ini misalnya, saya menulis seperti sedang berbicara di depan kalian. Seolah-olah ada banyak orang yang memerhatikan mulut saya ketika saya sedang berbicara.

Maksudnya, ajak pembaca ke pembicaraan kalian. Beri sentuhan emosi kepada pembaca. Entah marah-marah, sedih, bahagia. Atau, sekadar tertawa.

Buka artikelmu dari paragraf satu hingga akhir dengan hal-hal yang bikin pembaca terkejut. Ada reaksi dari tanganmu seolah bergerak sebagaimana kamu sedang berbicara.

Beri beberapa fakta dari latar belakang tulisanmu. Dan beri sentuhan pengalaman pribadi seperti yang saya tulis di awal paragraf.

Ini cukup mengasyikan, bukan? Agar tidak terlalu formal aja gitu. Seru sih, tapi substansinya harus tetap ada. Ya itupun kalau menulis di media yang gaya menulisnya seru, tidak formal. Tips ini bisa kamu aplikasikan. Makanya saya lebih nyaman di Terminal Mojok heuheu.

Pada intinya, menulis seperti sedang berbicara ini akan memudahkan kamu. Jadi nggak banyak mikir aja gitu. Karena nanti di tips terakhir, lebih detail-nya saya jelaskan.

Tips menulis artikel di media online #5 Menulis yang baik dengan membaca kembali tulisanmu

Salah satu alasan agar tulisan kita dimuat di media online, yaa menulis yang baik dan bagus. Apa saja kriteria bisa disebut menulis yang baik dan bagus? Terutama menulis esai?

Berikut saya ambil dari Mas Agus Mulyadi saat saya mengikuti obrolan Terminal virtual melalui zoom, esai yang bagus cenderung mengandung unsur-unsur:

Pertama, kebaruan. Kebaruan bisa berupa tema yang baru, informasi yang baru atau pengetahuan baru. 

Kedua, seperti di tips sebelumnya yaitu dapat memancing emosi pembaca. Ketiga, ada narasi untuk menambah keindahan. Keempat, sudut pandang sebab mau dibawa ke mana sebuah tulisan itu.

Jangan lupakan juga menulis yang rapi. Enak dibaca. Cukup sekali dibaca sudah dapat dipahami pembaca.

Kalau sudah selesai menulis, apa langkah selanjutnya?

Adalah membaca kembali tulisanmu. Tempatkan dirimu sebagai pembaca, bukan sebagai penulis lagi. Kira-kira tulisanmu enak tidak? Biasanya, orang sehabis menulis, langsung kirim. Tapi, tahan dulu, perbaiki lagi tulisanmu.

Jika sudah dimuat? Untuk menulis lagi, baca ulang lagi tulisan-tulisanmu yang sudah dimuat. Saya selalu melakukan aktivitas tersebut. Dan itu memudahkan tulisan saya agar dimuat kembali.

Nah, saya pikir dengan 5 tips menulis artikel di media online untuk penulis pemula ini, kemungkinan bisa tayang asalkan memenuhi kriteria ketentuan di media tersebut.

Dan saya pikir, jika tips ini kamu aplikasikan, saya yakin artikelmu bisa tayang di media online yang kamu tuju. Silakan coba saja.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url