5 Cara Meningkatkan Personal Branding Penulis Novel

Cara Meningkatkan Personal Branding Penulis Novel


Perlu saya disclaimer dulu bahwa, artikel cara meningkatkan personal branding penulis novel ini tidak hanya merujuk pada seorang novelis saja.

Namun, umumnya, bisa diaplikasikan oleh semua penulis. Entah itu penulis opini, cerpen, copywriting, dan lain sebagainya.

Alasan saya ingin mengangkat topik ini disebabkan karena belakangan ini, saya pun mulai terpikirkan ingin meningkatkan personal branding. Khususnya di media sosial.

Satu hal yang sudah saya lakukan untuk meluaskan personal branding sebagai seorang penulis, adalah sudah membeli ponsel baru.

Karena, beberapa bulan lalu, ponsel saya kurang mumpuni untuk memotret buku, kerjaan saya, dan untuk memotret diri saya sendiri. Sehingga, boro-boro mikirin personal branding.

Jadi, setelah membeli handphone baru, saya kemudian berencana untuk memajukan label saya sebagai seorang penulis.

Nah, bagi kalian sendiri, tugas sederhananya adalah tinggal membaca saja panduan ini sampai tuntas. Dan kalau beberapa cara ini masuk akal dan sekiranya siap kalian lakukan, maka lakukan lah.

Artikel ini pun merupakan rencana saya untuk meningkatkan personal branding di sosial media. Katakan lah postingan ini adalah ide yang selama ini saya pegang buat menunjukkan diri saya sebagai penulis.

Berikut adalah penjelasannya:


Cara meningkatkan personal branding penulis novel

1. Membuat website atau blog pribadi

Langkah pertama adalah ngeblog. Ini cara pertama yang saya lakukan. Dan akan terus saya lakukan sampai kapan pun.

Sebab, kalau ngomongin pendapatan dari ngeblog, banyak banget jalannya. Mulai dari tawaran kerjasama dari penerbit, diminta mereview novel oleh seseorang, sampai dapat uang dari Google AdSense.

Selain itu, impact-nya luar biasa hebat. Oleh karena blog ini pembacanya sudah 14 ribu per hari, maka banyak orang yang pengin kenal sama saya lewat ig, twitter, dan lain-lain. Tak jarang mereka menyarankan saya agar bikin YouTube (dan kedepannya juga, saya bakal ngeYouTube).

Lebih dari itu, mudah bagi saya untuk melariskan novel karya saya sendiri. Tinggal pajang saja cover novelnya di blog ini. Dan saya yakin, akan kegaetlah beberapa pembeli. Tapi, siialnya, saya belum melahirkan karya kembali.

Jadi, mulailah untuk membikin blog. Misal, buat promosiin karya kalian sendiri, buat ngejelasin isi novel kalian sendiri, dan lain-lain.

2. Memposting hal-hal yang berkaitan dengan dunia literasi di sosial media

Menulis, sudah pasti masuk ke aktivitas literasi baca-tulis. Maka wajar jika seorang penulis kerap dikaitkan dengan kegiatan suka membaca buku. Karena keduanya berdampingan dan relevan.

Nah, cara untuk meningkatkan personal branding di Instagram misalnya, yasudah posting aja buku yang sudah kita baca. 

tau posting foto kita sedang mengetik di depan laptop. Sesederhana itu sebenarnya. Tinggal lengkapi aja dengan tulisan atau kepsyen yang kita buat sendiri.

Atau, kalian bikin second account tentang buku karya kalian sendiri. Caranya bagaimana? Silakan baca: cara mengurus second account instagram bagi penulis novel.

3. Mencantumkan judul novel dan menunjukkan diri sebagai penulis di bio sosial media

Cara Meningkatkan Personal Branding Penulis Novel

Kalau kalian sudah menerbitkan buku sendiri, jangan malu untuk memublikasikannya ke khalayak. Itupun kalau kalian percaya diri, kalau tidak, jangan paksa juga.

Caranya, tulis judul novel yang kalian bikin di bio Instagram, Twitter, dan Facebook. Atau kalau belum punya karya, tunjukkan diri kalian sebagai seorang penulis dengan membuat bio yang memamerkan diri kalian hobi menulis.

Saya dapat ide ini dari penulis-penulis luar negeri. Yang mana, mereka tidak terkenal-terkenal amat. Mereka masih amatiran novelnya, kata mereka sendiri. Tapi, hebatnya, mereka nggak malu memublikasikannya kepada banyak orang.

Mereka melakukan seperti itu karena, mungkin saja saat ini mereka tidak terkenal, tapi kedepannya bisa saja jadi populer. Pikiran positifnya begitu. Keren sih.

4. Mendirikan wadah kepenulisan

Kalau kalian cukup pede seperti saya, bikin saja wadah kepenulisan di kota kalian sendiri.

Tiga tahun lalu, saya mendirikan "penulis Garut" dan kerasa banget sih branding saya, sampai saat ini branding Ridwansyah Penulis Garut kepakai.

Atau kalau belum siap mendirikan kepenulisan sambil bawa-bawa nama kota, cukup di lingkungan yang kecil saja. Di kampus misalnya. Di grup sosmed misalnya. Gampang, sih.

5. Bergabung dengan komunitas literasi

Cara lain kalau kalian merasa tidak punya pengikut dan tidak pede mendirikan sesuatu, berarti jadilah pengikut orang lain. Dengan cara, bergabung dengan komunitas literasi. Atau komunitas penulis.

Berdasar pengalaman saya, ada banyak manfaat kalau kita gabung dengan komunitas literasi. Manfaat dan cara membuatnya (barangkali minat mendirikan) silakan baca artikel ini: cara membuat komunitas literasi.

-

Jadi, simplenya, itulah cara meningkatkan personal branding penulis novel. Dan juga penulis pada umumnya.

Semoga kalian mampu merealisasikannya.
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url