3 Cara Menguatkan Karakter Tokoh Novel

Cara Menguatkan Karakter Tokoh Novel


Melalui artikel ini saya ingin membahas tentang beberapa cara menguatkan karakter tokoh novel agar mampu mendapatkan simpati pembaca. Tulisan ini saya temukan dari sebuah utas di Twitter yang ditulis oleh akun @NatWinchesterr.

Mengapa saya ingin mengangkat tema ini? Sebab, alasannya adalah, mungkin kalian pernah lah bucin banget sama tokoh fiksi dari cerita yang kalian baca. Sampai kemudian kalian benar-benar merasa relate sama mereka. Atau setidaknya, kalian turut merasakan tentang apa yang tokoh itu rasakan.

Lantas, kalian pun bertanya-tanya, kenapa si penulis bisa menciptakan tokoh seperti itu?

Nah, kalau kalian ingin tahu jawabannya, silakan simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Contoh awalan novel

Cara menguatkan karakter tokoh novel

1. Tokoh novel punya tujuan

Tujuan dari tokoh itu sifatnya wajib ada, apalagi ketika kalian menulis premis di awal. Logikanya gini, kalau seorang tokoh yang kita ciptakan nggak punya tujuan, ngapain ceritanya dibuat? Pasti nggak akan ada konfliknya juga.

Akan tetapi, tujuan ini nggak sembarang tujua, ya. Tujuan kayak gimana sih yang dimaksud? Coba kita ingat-ingat masa kecil, ketika kita menonton film kartun. Tujuan utama antagonis atau villain-nya pasti nggak jauh-jauh dari 'menguasai dunia' atau sesuatu yang sifatnya self-centered.

Coba bandingin sama film-film yang kamu tonton ketika dewasa (yang mulai berat konfliknya). Contohnya Avengers. Tujuan utama Thanos mengumpulkan Infinity Stone itu bukan untuk menguasai dunia, tapi justru ingin menyelamatkan alam semesta dari kehancuran. Caranya aja yang salah.

Oleh karena Thanos ngeliat kalau sumber daya di alam semesta ini terbatas. Dengan harapan kalau ia bisa nge-snap jarinya pakai eman batu akik, populasi makhluk hidup akan berkurang setengah, dan yang bertahan nggak akan suffering dari kelaparan dan sumber daya yang terbatas.

Sebenernya tujuannya mulia, tapi sekali lagi bahwa caranya aja yang salah. Tapi kalian tahu nggak, beberapa orang justru setuju loh sama Thanos. Karena kelebihan populasi itu emang menambah masalah baru. Kemiskinan yang semakin banyak contohnya.

2.. Karakter novel harus memiliki latar belakang yang mendukung karakternya di masa kini

Ini agak susah karena kalian harus riset soal psikologi. Kalian juga bisa kok riset dari lingkungan sekitar. Teman, keluarga, atau siapa pun. Konten-konten Tiktok psikolog atau psikiater juga banyak.

Contohnya gini. Kalau kalian bikin karakter yang orang tuanya sibuk, sejak kecil nggak ngasih perhatian ke anaknya, nggak mengapresiasi kerja kerasnya, se-simple dapet nilai 100 aja nggak ada tuh muji atau ngasih selamat, kira-kira gimana karakter tokoh itu di masa depan?

Baca juga: Cara Membuat Karakter Novel yang Kuat 

Karakter kalian akan rendah diri dan sulit terbuka sama orang tuanya. Kalian bisa aja membuat konflik kalau dia dan orang tuanya miskom karena suatu hal, terus berantem, karena dari kecil mereka nggak terbiasa berkomunikasi. Kedekatan antara orang tua dan anak nggak ada sama sekali.

Di dunia nyata, anak yang punya inner child kayak gini nggak cuma satu dua. Mereka pasti ngerasa relate dan bisa bersimpati sama tokoh cerita kita.

3. Karakter novel harus kuat dan konsisten

Kalian perlu memetakan sifat dan karakter tokoh. Kalau di awal tokoh karakter cowok kalian sulit terbuka, benci keramaian, nggak mungkin dong dia tiba-tiba mau dateng ke sebuah konser? Even tho yang ngajak lawan jenis, terus cantik?

Kalian harus menceritakan prosesnya. Bisa aja ceweknya jadi good influence buat cowoknya. Ceweknya ngedeketin pelan-pelan (slow burn gitu), bikin si cowok perlahan-lahan membuka dirinya pada dunia. Selama proses itu pula, si cowok harus percaya dulu sama si cewek.

Intinya, kalau kalian ingin membuat character development, pastikan nggak terlalu dekat dan harus berproses sedikit demi sedikit. Karena tanpa proses itu sendiri, tokoh kalian bakalan jadi super labil dan nggak konsisten.

Barangkali itulah tiga cara menguatkan karakter tokoh novel agar mendapatkan simpati yang luar biasa dari pembaca. Utas lengkapnya di sini.

BACA JUGA: Cara Menghidupkan Karakter Novel 
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url