7 Novel Thriller Indonesia untuk Referensi Tulisan

Novel Thriller Indonesia

Salah satu tulisan yang paling banyak dibaca di blog ini terkait pembahasan tentang cara menulis novel, adalah novel thriller.

Entah mengapa, genre thriller belakangan ini sedang populer. Padahal di negara kita, antusiasme orang yang menulis tema ini tidak begitu banyak.

Untuk kalian yang ingin belajar membuat jenis novel ini, silakan baca artikel saya tentang: cara menulis novel thriller.

Nah, berbuhung tahun lalu saya pribadi pernah memuat ‘how to’ mengarang novel thriller, maka pada hari ini, saya ingin menjelaskan novel thriller Indonesia. Atau, lebih tepatnya, beberapa novel yang saya sebut di sini lebih ke novel terjemahan.

Berikut di bawah ini adalah penjelasannya.

Apa itu Novel Thriller?

Sepengetahuan saya, thriller adalah genre novel dengan alur cerita yang penuh ketegangan, cerita yang ditulis sangat intens, dan dalam plot twist-nya selalu susah tertebak.

Genre novel ini berbeda dengan novel horor. Ini bukan tentang perhantuan, tapi lebih seram dan sadis daripada cerita hantu.

Cerita yang diangkat dalam novel thriller biasanya penjahatan, pembunuhan, dan kasus-kasus sadis lainnya. Kadang diambil dari kisah nyata, kadang pula hanya karangan saja.

Daftar Novel Thriller Indonesia – Terjemahan dan Campuran

1. Novel Katarsis karya Anastasia Aemillia

Dalam novel ini diceritakan bahwa seluruh keluarga aktor utama tewas dalam pembunuhan yang begitus sadis. Sementara itu, dia ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan, yaitu di kotak perkakas kayu.

Atas bantuan Alfons, alias psikiaternya, polisi kemudian berusaha melacak dan juga menemukan sang pembunuh melalaui Tara yang lagi mengalami trauma berat.

Teka-teki pembunuhan dalam novel ini makin berat dan membingungkan ketika muncul sosok Ello, teman pria masa kecil Tara (aktor utama).

Kematian demi kematian makin meninggalkan banyak tanda tanya pada novel ini.

2. Novel The Silent Patient karya Alex Michaelides

Pada suatu malam, sekilas terdengar bunyi tembakan di rumah pasangan Gabriel dan Alicia. Saat polisi masuk, Gabriel kemudian ditemukan tewas tertembak di posisi terikat kursi. Alicia pun berdiri di depan suaminya. Senjata api sudah tergeletak di lantai.

Alicia pun membisu. Ia tetap diam saat dituduh sudah membunuh Gabriel. Alicia tetap membungkam sewaktu dirinya ditahan, dia tidak menyangkal dan tidak mengaku. Ia tidak pernah bicara lagi.

Dalam kondisi kebisuannya, Alicia menyatakan suatu hal melalui lukisan potret diri. Ia memberikan judul pad sudut kiri bawah kanvas dengan huruf-huruf Yunani dan berwarna biru terang.

3. Novel The Eyes of Darkness karya Dean Koontz

Satu tahun sudah berlalu sejak kematian Danny, sang ibu pun sudah mulai menerima kenyataan yang amat menyakitkan itu.

Namun, sang ibu, Tina Evans, berani bersumpah bawha ia baru saja melihat Danny di dalam mobil orang yang tidak diketahuinya lalu ia bermimpi juga bahwa Danny masih hidup.

Ketika dirinya terbangun, ia menemukan pesan di dalam kamar tidur anaknya itu, ada dua patah kata yang membikin dirinya sangat terguncang: BELUM MATI.

Apakah adas eseorang yang sedang mempermainkannya? Atau dirinya sendiri yang kemudian menulis pesan tersebut tanpa dirinya sadar? Apa benar anak yang dia cintai tersebut belum mati?

Baca juga: Cara Menulis Buku Motivasi

4. Novel Catatan Harian Sang Pembunuh karya Kim Young-Ha

Novel ini mengisahkan seorang mantan pembunuh berantai yang sudah berumur 70 tahun. Ia bernama Kim Byeong-su, yang mana dirinya mulai hilang ingatan akibat mengidap demensia.

Demi menjaga ingatan yang tersisa agar dirinya tak terlupa, ia kemudian mencatat semua hal yang terjadi pada dirinya. Termasuk juga kehadiran kekasih putrinya yang dianggap sebagai pembunuh berantai, yang kini sedang mengincar wanita-wanita di desa di mana mereka sedang tinggal.

Kim Byeong-su perlu memastikan bahwa sang putri tidak akan menjadi korban berikutnya. Ia memutuskan untuk melakukan tindakan yang sudah lama tidak dilakukan, yaitu sebelum ingatannya hilang seluruhnya.

5. Novel The Memory Police karya Yoko Ogawa

Penduduk dalam suatu pulau tak bernama itu perlahan mengalami amnesia. Secara berkala hal-hal yang kelihatan sepele mulai hilang dari ingatan mereka.

Akan tetapi, ada beberapa orang yang tidak lupa, dan entah kenapa, tugas Polisi Kenangan adalah mengatasi hal-hal aneh seperti ini.

Ketika seorang novelis yang masih muda mendapati editornya sudah terancam akan dibawa pergi oleh Polisi Kenangan, dia kemudian berupaya menyelamatkan sang editor.

6. Novel The Tokyo Zodiac Murders karya Soji Shimada

Jauh sebelum adanya kasus Pembunuhan di Rumah Miring, Kiyoshi Mitarai dulu pernah kebingungan dengan kasus ini.

Seorang seniman dia temukan tewas di balik pintu studio yang terkunci di Tokyo. Polisi kemudian menemukan surat wasiat aneh, yaitu rencana sang seniman guna menciptakan Azoth dari potongan-potongan tubuh wanita muda.

Tak lama dari itu, para wanita muda tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat yang sudah termutilasi ditemukan. Semua dikubur sesuai dengan prinsip ilmu astrologis yang diuraikan sang seniman.

Pembantaian misterius oleh sang seniman tetap tak terpecahkan selama kurang-lebih 40 tahun. Lalu, pada suatu hari dokumen kasus ini langsung diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai. Ia adalah seorang detektif yang eksentrik.

7. Novel Pembunuhan di Rumah Miring karya Soji Shimada

Rumah Miring berada di tebing berselimut salju. Ia menghadap ke lautan es. Ia berada di ujung utara Jepang yang sangat terpencil.

Tempat yang amat aneh memang. Banyak labirin lantai dengan kondisi miring dan tangga-tangga di tempat yang sangat tidak biasa.

Ketika terlihat ada seorang pria ditemukan mati karena dibunuh di salah satu kamar, polisi kemudian datang menyelidiki kasus ini, namun mereka tidak mampu memecahkan teka-teki.

-

Itulah tujuh novel thriller Indonesia yang wajib Anda baca satu per satu.

BACA JUGA: Cara Menulis Buku Nonfiksi
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url