Angst Adalah Genre Fanfiction, Ini Cara Saya Menulis Cerita Angst

Angst Adalah

Ada banyak istilah menarik dalam cerita fanfiction. Mulai dari istilah adventure universe atau umumnya dikenal dengan sebutan AU, ada juga istilah bash, hingga angst.

Nah, bagi saya pribadi, cerita yang menarik untuk dibaca dalam dunia fanfiction yaitu angst. Angst adalah cerita yang identik dengan rollercoaster emosional. Dalam isi cerita angst, akan ada perasaan takut, cemas, dan juga penderitaan.

Tone atau gaya penulisan angst seringkali kelam. Sebab, trauma yang dirasakan oleh karakter utama sangat mendalam. Maka dari itu, menulis cerita angst terbilang sulit.

Sebelum saya memberikan panduan menulis angst, sebaiknya pahami dulu beberapa alasan mengapa cerita angst termasuk cerita yang paling laris di hadapan pembaca novel.


3 alasan cerita angst disukai banyak pembaca novel

1. Konflik cerita angst beragam

Plot yang terjadi dalam genre angst konfliknya terbilang kompleks. Terlebih lagi, cerita yang ditulis dalam angst kadang membuat kita memiliki sudut pandang yang variatif.

Genre angst memang tepat sekali untuk kita-kita yang bosan membaca konflik novel yang alur ceritanya itu-itu saja, seperti pada konflik cerita romance pada umumnya.

2. Memberikan pelajaran bagi pembaca agar berlapang dada

Di genre angst, semua alur cerita tidak hitam-putih bak orang baik vs orang jahat. Atau tidak seperti antagonis vs protagonis saja.

Semua cerita angst biasanya akan memberikan pengalaman yang menarik bagi pembaca, dan si penulisnya selalu ngasih yang terbaik untuk karakter cerita yang ditulisnya.

Lebih dari itu, berhubung cerita angst adalah erat kaitannya dengan penderitaan atau patah hati, sehingga mudah memberikan pelajaran kepada pembaca supaya berlapang dada apabila sudah melepaskan seseorang. Entah karena sepakat menyelesaikan hubungan maupun ditinggal oleh kematian.

3. Cerita angst lebih relate aja bagi pembaca

Penulis fanfic genre angst kalau saya tilai gaya menulisnya, sebenarnya tulisannya biasa-biasa saja. Alur ceritanya juga biasa-biasa saja.

Hanya saja, yang luar biasa dari penulis angst adalah mereka selalu mengangkat sebuah tema atau cerita yang bisa bikin pembacanya "ngeh", lalu pembaca seolah setuju sama tulisan si penulis, dan pada intinya relate aja saat dibaca.

Seburuk apapun tulisan, memang akan terasa keren kalau tulisan tersebut kena ke hati pembaca. Apalagi pembaca merasakan juga pengalaman yang terjadi pada si penulis. Inilah yang saya pikir istimewanya para penulis angst.


Cara menulis cerita angst

1. Melakukan riset atau penelitian

Agar cerita angst lebih terasa feel-nya terhadap pembaca, sebaiknya kalian lakukan riset dulu. Entah itu menggali informasi tentang berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan kesehatan mental, seperti trauma atau depresi.

Mengapa harus demikian?

Sebab, dalam cerita angst, tidak ada sisi romantisme layaknya cerita romance. Kebanyakan isi ceritanya 'mengharukan' dengan dibarengi adanya penyakit-penyakit mental.

Riset bisa dengan cara membaca buku maupun wawancara.

2. Menentukan apa yang membuat tokoh bisa trauma berat

Silakan kalian tentukan mengapa tokoh yang kalian ciptakan bisa trauma banget. Dan apa yang menyebabkan dia trauma.

Misalnya, apakah traumanya itu karena penindasan, kekerasan, pelecehan, perceraian, terjadinya peperangan, trauma karena rumahnya kebakaran, atau karena bencana alam, kematian, dan lain sebagainya.

Hal ini penting ditentukan agar memiliki ciri khas terhadap tokoh utama yang kita buat.

3. Hadapkan karakter terhadap traumanya itu

Dalam cara ketiga ini, usahakan tokoh cerita yang kita ciptakan itu lari ketakutan, atau menghindarinya, atau mereka sekan muak dengan rasa trauma tersebut dan menghadapinya dengan kekuatan atau keberanian yang sengaja dikumpulkannya.

4. Ceritakan latar belakang hidupnya

Gunakan juga latar belakang hidupnya untuk menambah isi cerita. Dengan ngasih gambaran latar belakang terhadap karakter, itu akan dapat membantu dalam membangun reaksi emosional terhadap tindakan atau bahkan juga terhadap bahasa tubuh yang kelihatannya kecil sekalipun.

Membayangkan kejadian atau peristiwa sedih dengan dihadapkan latar belakang, itu bisa membuat klimaks lebih intens terasanya.

Akan tetapi, jangan biarkan juga hal itu menjadi berlebihan di mana karakter tak pernah berhenti mengeluh tentang masa lalunya atau bahkan terus-menerus menangis. Pembaca, saya yakin, tidak akan merasakan simpati apapun untuk karakter utama jika terlalu banyak mengeluh.

5. Pasangkan emosi kuat dengan emosi yang biasa-biasa saja

Ketika bekerja dengan kehadiran emosi yang meningkat dan juga intensitas tinggi, pikirkan juga cara untuk memasangkannya dengan emosi-emosi yang lemah nan biasa. Hal ini akan dapat membantu perasaan yang lebih intens atau emosi yang meningkat akan lebih menonjol.

Barangkali itu penjelasan singkat saya mengenai angst. Jadi, angst adalah genre fanfiction yang katakan lah lumayan sulit untuk membuatnya.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url