Gaya Penulisan Buku dan Cara Penulis dalam Menentukannya

Gaya Penulisan Buku


Lima tahun lalu sebelum saya sungguh-sungguh berkeinginan untuk menulis buku sendiri, langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari tahu dulu tentang gaya penulisan buku.

Pada saat itu saya takut. Takut tulisan saya terlalu berat dibaca oleh orang lain, atau mungkin dianggap berlebihan.

Bagaiamana pun juga setiap buku yang kita tulis, gaya penulisannya itu harus disesuaikan dengan target pembaca. Jangan sampai kita menargetkan pembaca anak SMA, eh gaya tulisan malah formal banget. Sehingga, tidak relevan antara tulisan dengan target pembaca yang kita tuju.

Untuk memahami dan menentukan bagaimana sebaiknya seorang penulis memilih gaya dalam menulis buku, perhatikan penjelasan berikut ini.

Apa itu gaya penulisan?

Dikutip dari laman Wikipedia, gaya penulisan memiliki unsur-unsur utama, seperti adanya tata bahasa, tanda baca, ejaan, struktur kalimat, dan juga struktur paragraf.

Semua unsur tersebut harus disampaikan kepada pembaca secara efektif. Ditambah lagi harus mudah dicerna oleh pembaca.

Selain itu, gaya penulisan mempunyai beberapa titik penting di antaranya:
  1. Menunjukan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan penulis dalam menulis
  2. Menampilkan kepribadian penulis
  3. Menjaga perhatian pembaca dengan menyajikan tulisan yang menarik
Pada intinya dari berbagai gaya penulisan yang disajikan oleh setiap penulis, harus mampu dipahami oleh pembaca. Subsitansinya harus jelas. Dan gagasan apa saja yang disampaikan dalam sebuah tulisan atau buku, setidaknya harus kena di hati pembaca.

Terlepas nantinya pembaca suka atau tidak, protes atau setuju terhadap gagasan kita, itu tidak penting. Yang paling utama adalah refleksi dari pembaca.

Saat pembaca reflek lalu merespon tulisan kita, berarti apa yang kita sampaikan dalam buku, sudah tertuju ke benak pikirian pembaca.

Mengenal berbagai gaya penulisan buku

Ada beberapa gaya menulis buku, berikut ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Gaya penulisan gaul

Keberadaan gaya menulis dengan mode gaul mampu menggaet pembaca yang tidak terbiasa membaca buku. Dengan adanya penulisan buku yang gaul abis, praktis orang-orang yang tidak hobi membaca, jadi tertarik.

Gaya menulis yang satu ini sudah ada sejak lama. Terutama oleh penulis yang dilahirkan dari sosial media, seperti Twitter misalnya. Biasnya dari sebeltwit-selebtwit ternama yang sekali ngetwit mendapatkan banyak impresi dari pengikutnya.

Tema buku yang diterbitkan pun lumayan unik. Mulai dari kisah percintaan remaja, membahas jomblo, dan semacamnya.

2. Gaya penulisan sastra

Penulisan buku sastra biasanya dikhususkan untuk genre fiksi. Gaya penulisan yang satu ini pun sering digunakan oleh orang-orang puitis. Atau oleh orang-orang yang suka membuat buku kumpulan quotes.

Terkadang, menulis dengan gaya tulisan sastra hanya mampu disenangi oleh sebagian pembaca saja. Dan biasanya orang yang dapat memahami dan menggangap asyik, adalah orang-orang yang juga suka baca buku fiksi.

3. Gaya penulisan formal

Untuk tulisan formal tertuju pada buku pelajaran maupun kuliahan. Penulis akademisi biasanya kerap menerbitkan buku formal dengan gaya menulis yang berat-berat.

Gaya tulisan ini juga diaplikasikan dalam buku biografi dan jenis buku-buku serius.

4. Gaya penulisan anak

Tujuan menggunakan gaya tulisan keempat ini adalah agar mudah dicerna oleh anak kecil. Tulisan harus seringan mungkin. Namun, meski tergolong ringan, tentu saja harus kelihatan menarik. Mulai dari judul, cover buku, hingga narasi cerita.

Jenis gaya menulis ini sering dianggap mudah, padahal tidak semudah itu. Mentang-mentang target pembacanya anak kecil, bukan berarti cara penyampainnya gampang. Tetap saja banyak kesulitannya.

5. Gaya penulisan bebas dan apa adanya saja

Untuk penulis pemula yang baru menggeluti dunia penulisan, gaya tulisan nomor lima ini lebih sering mereka praktikan. Tapi, pada dasarnya memang tidak apa-apa. Sah-sah saja.

Bahkan, kalau kalian ingin menulis pengalaman pribadi, sebaiknya gunakan gaya penulisan bebas. Sebab, akan tampak lebih mudah menyelesaikan naskahnya. Dan lebih mengalir juga.

Untuk itu, wajib baca tulisan ini: gaya menulis novel.

Cara menentukan gaya penulisan buku

Mari masuk ke inti kedua dalam pembahasan ini. Bagaimana cara menentukannya?

1. Tengok kemampuan sendiri

Tengok dulu skill kalian sendiri dalam dunia tulis-menulis ini. Apakah mampu membuat tulisan formal, mendalam, dan enak dibaca? Jika tidak, tulis apa adanya saja dulu.

Kalau toh sudah berpengalaman menulis formal, runut, dan logis, silakan gunakan gaya menulis nomor 4 tadi.

2. Apa genre bukunya?

Untuk menentukan gaya menulis, silakan tilik genre bukunya apa?

Tidak mungkin menulis buku novel, tapi gaya tulisan ala-ala akademisi. Novel, lebih kepada gaya sastra.

3. Siapa target pembacanya?

Tentukan target pembacanya dulu, lalu sadari sendiri; apakah jika target pembacanya remaja, cocok kalau pake gaya penulisan formal?

Saya yakin, dalam hal ini, kalian mampu memahami dan menentukannya.

-

Barangkali itulah gaya penulisan buku yang, silakan kalian tentukan sendiri, mana yang lebih dapat dikuasai.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url