Cara Membuat Testimoni Novel yang Menyentuh Pembeli

Cara Membuat Testimoni Novel


Sebenarnya keberadaan testimoni pada sebuah novel bukan suatu keharusan. Tapi, ia merupakan salah satu strategi agar novel yang kita tulis dapat memikat hati pembeli.

Ini terjadi pada novel pertama saya. Sebelum novel tersebut diterbitkan, saya kasih dulu naskahnya ke seorang guru yang cukup familiar di sekolah.

Lalu, saya minta ke guru tersebut agar memberikan semacam apresiasi atau pujian pada novel saya.

Hasilnya, sangat memuaskan. Saat nama guru tersebut tertulis di belakang sampul novel, lalu dia mempromosikan novel saya di media sosial, pembeli langsung membludak.

Lantas, intinya, gimana cara membuat testimoni novel? Khususnya testimoni yang menyentuh pembeli?

Nah, pada artikel ini saya akan mengerucutkan pembahasan ke dalam dua poin. Pertama, langkah apa saja yang perlu kalian lakukan agar novel kalian mendapatkan testimoni.

Kedua, membahas soal panduan membikin testimoni novel lewat tulisan kita sendiri untuk novel orang lain.

Sampai di sini paham, ya?

Kalau sudah paham, silakan perhatikan secara seksama penjelasan saya di bawah ini.

Apa itu testimoni novel?

Testimoni novel adalah bentuk pembuktian dari seorang pembeli novel atau pembaca yang telah mengkhatamkan novel kita.

Mereka ngasih ulasan singkat tentang novel kita. Minimal satu atau dua paragraf. Ulasan singkat itu bisa berupa pujian maupun rasa bangga.

Ingat bahwa testimoni novel berbeda dengan teknik mereview buku. Kalau review buku terkesan menyeluruh, sedangkan testimoni hanya beberapa kalimat atau beberapa paragraf saja.

Testimoni novel tidak termasuk ke dalam unsur ekstrinsik novel, apalagi unsur intrinsik. Jelas tidak. Tapi, sekali lagi, kegunaan testimoni hanya untuk memikat hati pembeli.

Lebih dari itu, orang yang berhak hasil testimoninya diletakkan di belakang cover novel, itu bisa kita tentukan sendiri. Alias, kita bisa merequest-nya.

Cara membuat testimoni novel untuk karya sendiri


Jangan kirim dulu naskah kalian ke penerbit

Langkah pertama yang wajib kalian lakukan adalah, tahan. Ya, tahan dulu naskah novel yang telah kalian selesaikan itu, jangan dulu dikirim ke penerbit.

Tapi, kasihkan dulu naskahnya ke orang yang sudah kalian rencanakan untuk diminta testimoni. Ini berlaku bagi penulis novel yang ingin menerbitkan karyanya melalui penerbit indie.

Adapun pihak penerbit indie ketika mendapatkan informasi bahwa naskah kalian akan ada testimoninya, itu bisa bikin mereka senang. Sebab, penjualan bakal terbantu.

Maka dari itu, penting adanya testimoni pada sebuah novel.

Lantas, siapa yang perlu kalian pilih untuk mencantumkan nama pemberi testimoni di belakang cover novel?

Perhatikan langkah berikutnya.


Pilih orang-orang yang memiliki pengaruh besar

Sebut saja seorang guru. Lebih bagus lagi sesama penulis.

Mengapa salah satunya harus kepada seorang guru?

Sebab, saat guru tersebut memberikan testimoni maka sudah pasti ia akan merekomendasikan novel kalian ke kepala sekolah. Dan kepala sekolah akan bangga bahwa ada alumninya yang sudah menjadi pengarang novel.

Praktis, 10 novel kalian bakal dibeli sama mantan sekolah kalian sendiri. Untuk itu, agar langkah kedua ini terealisasi, lakukan langkah selanjutnya.


Taruh nama instansi sekolah atau kampus di belakang sampul novel

Untuk mencapai langkah kedua, maka cantumkan nama bekas sekolah atau kampus di sampul novel.

Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi semua alumni sekolah, guru, dan siswa-siswi yang sedang belajar.

Coba baca artikel ini untuk memahami lebih dalam: cara menjual novel sendiri.


Letakkan dua testimoni saja

Cukup dua testimoni saja. Pertama, dari guru sekolah. Kedua, silakan tentukan sendiri.

Pokoknya, cari orang yang memiliki pengaruh besar, terutama di sosial media kalau zaman sekarang mah.

Cara membuat testimoni novel melalui tulisan kita sendiri

Di atas, kalian sudah memahami tentang cara pembikinan testimoni untuk karya sendiri. Sekarang, bagaimana cara menulis testimoni?

Ini antisipasi atau sebagai pembelajaran saja. Istilahnya, persiapan lah apabila nanti ada penulis lain yang minta novelnya dikasih testimoni sama kalian sendiri.

Baca keseluruhan isi novel

Sama halnya seperti mau mereview buku, ngasih testimoni pun harus baca novelnya dulu. Sebab, kalau separuh-separuh bacanya, yang ada testimoni kalian tidak tampak jujur nantinya.

Jadi, baca aja sampai beres isi novelnya.

Gunakan kalimat ajakan membeli

Oleh karena fungsi testimoni adalah untuk menggugah calon pembeli, maka ada bagusnya dikasih kata-kata atau kalimat ajakan membeli.

Contoh:

Buku karya Andrea Hirata ini sangat menginspirasi. Saya rasa untuk Anda yang menyukai cerita romance dengan gaya Islami, wajib membelinya! Saya sampai menitikkan air mata usai mengkhatamkannya.

Berikan pujian dengan sederhana saja

Yang paling penting adalah memberikan pujian dengan jujur. Jangan berlebih-lebihan, sederhana saja. Ini kelihatan natural nantinya.

Hindari ngasih testimoni dengan menjelekkan atau malah ngasih saran

Jika kalian membaca isi novel orang yang meminta testimoni kepada kalian kurang bagus, sebaiknya "saran" dikasihkan saat berdiskusi secara langsung. Sekalipun misalnya jelek, ngomong aja langsung.

Untuk testimoni, apalagi diletakkan di sampul novel, harus yang bagus-bagus saja. Jangan ada kalimat "saran saya" atau mengungkapkan rasa kecewa.

Itu saja barangkali tema hari ini. Sekian.


Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url