Artikel Terbaru

Membedah Proses Kreatif Menulis Novel menurut Para Penulis

Proses Kreatif Menulis Novel


Tujuan saya aktif di Quora karena tiga hal; pertama, untuk mendapatkan visitor unik. Kedua, guna memperoleh tautan balik. Ketiga, mencari ide tulisan.

Entah mengapa sejak aktif di Quora, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang saya pikir, perlu saya ambil menjadi sebuah tulisan. Tentu setelah tulisan berhasil dimuat di blog ini, akan saya bagikan di Quora.

Dan, judul tulisan hari ini kebetulan berangkat dari salah satu pengguna Quora yang bertanya tentang proses kreatif menulis novel.

Sebagai novelis yang lumayan agak aktif di beberapa platform menulis novel online, saya tertarik ingin mengeksekusi pertanyaan tersebut sesuai dengan pengalaman saya sejauh ini.

Jujur, saya masih belum merasa kreatif dalam menulis novel. Tapi, dua editor saya pernah bilang begini, "Novel kamu selalu saja bagus, dan juga kreatif. Coba tulis tipsnya di blog penulis Garut".

Oleh karena saya mendapatkan pujian seperti itu, jadi mari kita bedah bagaimana saya, dan penulis-penulis novel yang kalian anggap kreatif, bisa menulis novel dengan kreativitas yang luar biasa hebat.

5 proses kreatif menulis novel

Setidaknya ada lima proses yang perlu dikemas dengan baik oleh seorang novelis agar karyanya dicap "kreatif".

Berikut saya jelaskan secara runut. Dan apabila kalian berkenan, tiru saja cara-cara di bawah ini.

1. Menyiapkan outline novel

Gays, kalau kalian sedang berselancar di Internet, mencari informasi tentang tips menulis, lalu ada poin pembahasan "outline novel", mohon jangan bosan.

Sebab, kebanyakan penulis novel agar cerita dia cepat selesai dengan baik, lalu supaya novel dia dianggap kreatif, cara pertama yang dia lakukan adalah membuat outline novelnya dulu.

Jujur, saya sepakat bahwa, salah satu keberhasilan membuat novel yang bagus, itu disebabkan karena ada outline atau kerangka novel yang sudah disiapkan lebih dulu oleh seorang penulis.

Memang ada juga penulis novel yang meski tanpa outline, dia nulisnya kreatif. Tapi, kalau berbicara "rata-rata", maka kebanyakan penulis membikin kerangkanya dulu.

Lagi pula dengan adanya kerangka, novel akan terarah. Dan boleh jadi, ia akan sangat cepat selesainya.

Jadi, usahakan, buat lah kerangka atau outline novel.

Teknik tiap penulis dalam membikin kerangka, tentu berbeda-beda. Silakan kalian bereksperimen sendiri sesuai dengan kenyamanan kalian sendiri.

Nah, tulisan berikut ini akan membantu kalian dalam membikin kerangka novel, bila ada waktu senggang, silakan mampir: cara membuat kerangka novel.

2. Pandai mendeskripsikan tokoh novel

Di tulisan ini, bagi saya, tema dan judul tidak termasuk dalam proses kreatif menulis novel.

Mengapa?

Sebab, ada banyak judul dan tema novel yang tidak begitu menarik perhatian pembaca, tapi tulisannya dapat memuaskan pembaca.

Saya sering mendapati jenis novel seperti itu di pameran-pameran buku.

Judulnya biasa aja, tema-nya tidak saya sukai, penulisnya nggak begitu terkenal, tapi ketika saya membeli novel mereka untuk keperluan taman baca, gilaaa tulisannya kreatif banget.

Lantas, mengapa jenis novel seperti itu bisa saya anggap kreatif?

Jawabannya adalah, dia, sebagai penulis novel pandai mendeskripsikan tokoh-tokoh novelnya. Dan saya juga saat membuat novel, selalu mikirin nama tokoh novelnya siapa, karakternya bagaimana, dan lain sebagainya.

Nah, bagi kalian, yang suka menulis novel dengan genre yang tidak umum seperti kebanyakan penulisan lainnya, jangan khawatir. Karena, untuk menjadi penulis novel kreatif, ini bisa dilihat dari bagaimana kita menghidupkan karakter novel yang kita ciptakan.

Jadi, hias saja novel kalian dengan karakter-karakter yang menakjubkan. Sebagai contoh, baca tulisan saya tentang: menghidupkan karakter novel.

3. Fokus pada satu genre novel

Kalian mau dilabeli penulis yang ahli menulis novel di genre yang mana?

Itu lah pertanyaan editor saya pas awal-awal belajar menulis novel.

Pertanyaan tersebut sekaligus memecahkan semua pertanyaan-pertanyaan di kepala saya. Maksud saya, mengapa penulis novel harus fokus pada satu genre novel saja?

Bukan kah imajinasi seorang penulis novel itu liar? Jadi sah-sah aja, kan, nulis novel dengan genre apa pun?

NO!

Memang nggak ada yang melarang mau nulis novel genre ini dan itu, tapi apabila kita ingin memiliki branding dan label, entah dari editor, penerbit, dan juga pembaca, sebaiknya fokus pada satu genre.

Dengan fokus pada satu genre, orang-orang akan menilai bahwa, betapa konsisten dan kreatifnya kita menulis novel dengan genre yang itu-itu saja. Terlebih, kita akan memiliki pembaca yang solid.

Jadi, seorang novelis dianggap kreatif apabila ia fokus menulis pada satu genre aja. Kalau ahli nulis novel genre romance, ya teruskan! Genre fantasy, ya teruskan!

Beralih dari genre satu ke yang lainnya, itu seperti sedang mencari jati diri saja. Boleh kok menulis novel dengan banyak genre, tapi tunjukkan kepada pembaca, mana genre novel yang paling kalian kuasai.

Pembaca, membutuhkan hal itu.

4. Membuat alur cerita yang logis

Ada banyak novel, entah dalam bentuk fisik maupun online, alur ceritanya kurang logis. Saya tidak begitu suka membaca novel seperti itu.

Perlu diingat, hal utama yang dibutuhkan pembaca adalah, mereka ingin membaca novel yang mempunyai plot dan alur cerita yang logis, mudah dipahami, dan enak dibaca.

Apabila seorang penulis novel masih sulit merangkai kalimat yang logis, maka akan sulit juga membuat novel yang kreatif.

Dan untuk membuat alur cerita yang logis, maka butuh latihan menulis setiap hari. Butuh meminta masukan dan saran kepada orang lain.

5. Awal, tengah, dan ending cerita kerap dipikirkan

Ini dia langkah terakhir dalam proses kreatif menulis novel.

Yaps! Kalian harus memikirkan opening cerita mau digimanain, di tengah cerita mau dibawa kemana, dan ending cerita; happy or bad?

Sulit untuk membuat novel tanpa persiapan atau tanpa memikirkan banyak hal. Sebab, novel bukan jenis tulisan curhatan setiap hari, bukan juga jenis tulisan pengalaman pribadi.

Novel, sumber utamanya ialah imajinasi. Imajinasi memang karakternya liar, tapi kita perlu memfilter imajinasi tersebut dengan persiapan-persiapan yang matang. Hal ini perlu dilakukan agar novel yang kita ciptakan bagus di mata pembaca.

"Tapi, kan, jangan terlalu banyak mikir juga?"

Memang benar, menulis sih menulis aja apa yang ada di kepala kita. Namun, balik lagi, tidak semua tulisan harus apa adanya tanpa memikirkan banyak hal. Apalagi novel yang kita tulis untuk dikirimkan ke platform menulis online atau untuk diterbitkan.

Masa mau apa adanya? Kan tidak.

Hayo! Niatkan dalam diri kita untuk membuat novel yang kreatif. Sulit? Memang. Tapi, terus lah belajar. Step by step aja belajarnya, dan jangan putus asa.

Semoga berhasil! 

Untuk melengkapi tulisan ini, ada baiknya kalian membaca tulisan: cara simple membuat outline.

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.