Artikel Terbaru

Cara Membuat Bookstagram: Mulai Membikin Akun, Memilih Tema, Edit Foto, hingga Meningkatkan Engagement

Cara Membuat Bookstagram

Cara membuat bookstagram - Ide tulisan seringkali muncul ketika saya membuka Twitter. Itu sebabnya beberapa bulan yang lalu saya pernah menulis tentang 4 cara mendapatkan ide tulisan lewat Twitter.

Salah satu alasan yang membikin ide tulisan datang saat saya bermain Twitter, yakni kebanyakan following saya akun literasi.

Dan beberapa teman saya di Twitter juga orang-orang yang suka menulis dan membaca buku. Sehingga, thread-thread tentang dunia kepenulisan dan buku kerap muncul di timeline saya.

Di Twitter, ada banyak thread seputar dunia literasi baca-tulis. Dan beberapa thread saya bookmark untuk nantinya saya tulis di blog ini.

Tentu tulisan yang didapati melalui thread Twitter pasti minta izin dulu kepada penulis thread, atau apabila DM saya tidak dibalas maka cantumkan saja sumber thread-nya melalui artikel yang sudah saya buat.

Nah pada Januari lalu saya menemukan thread yang menarik tentang bookstagram tips.

Oleh karena itu, saya punya rencana (dari dulu) pengin memuat tulisan tentang cara membuat bookstagram. Mulai dari membikin akun, memilih tema, edit foto, hingga meningkatkan engagement.

Sumber tulisan ini saya ambil dari akun Twitter @darklingreads, atas nama: Ranti. Silakan cek sumber tulisan asli melalui akun @darklingreads. Selebihnya, thread tersebut saya kembangkan lagi dengan sebagai berikut.

Cara Membuat Bookstagram

Cara membuat bookstagram

1. Starting up your bookstagram account

Untuk memulai membikin akun bookstagram, kamu perlu memperhatikan tiga hal penting.

1). Memilih username
2). Setting bio di profil
3). Memilih foto pertama di akun booksta-mu

Dalam membuat username, silakan bebas saja tergantung kemauan kamu.

Tapi, ada baiknya, sesuai username akun booksta Ranti, agar brandingnya kena bahwa akun booksta-mu adalah akun buku maka usernamenya juga harus yang identik dengan perbukuan.

Sebagai contoh, kita lihat akun @darklingreads. Di sana, ada kata "reads" yang berarti baca atau membaca. Atau kalau pengin terlihat benar-benar akun buku, yaaa kasih nama aja @books(nama kamu).

Mudah, kan?

Terkait menulis bio hampir sama dengan memilih username, agar brandingnya kena, ada baiknya ngasih penjelasan seperti "Indonesian book". Terus kalau punya blog khusus mereview buku, cantumkan saja link-nya di bio.

Mudah juga, kan?

Lebih lanjut untuk memilih foto pertama buku kamu, saya setuju arahan dari Ranti.

1). Pilih tema feeds
2). Properti dan alat ukur buku
3). Cara memotret dan mengeditnya

Mari perdalam lagi.

2. Memilih tema feeds akun booksta-mu

Biasanya setiap akun booksta memiliki ciri khas tertentu. Baik dari sisi "tema" atau "warna" di feeds- nya mereka.

Nah soal ini bisa kamu pilih, tergantung mood dan keinginan kamu. Bisa berwarna pink, coklat, kuning, dan lain sebagainya.

3. Properti dan alat ukur buku

Untuk alat foto buku cukup pakai kamera hp aja sih, itu sudah oke banget, kok. Tapi, pastikan kamu dapat pencahayaan yang cukup dari sinar matahari supaya foto kamu hasilnya makin bagus.

Bagi Ranti sendiri, alat foto yang digunakannya adalah kamera hp dan kamera sony a6000. Adapun dalam sisi pencahayaan atau lighting, ia biasanya benar-benar tergantung sama cahaya matahari. Lebih natural, katanya.

Untuk properti foto, kamu bisa mulai dari:

- artificial flowers/dried flowers
- candles 
- old newspaper 
- bookish merchandise 
- vas bunga 
- tatakan kayu 
- kain goni

4. Posting your booksta photo

Di poin keempat ini, hal yang harus kamu perhatikan di sini adalah:

1). Caption postingan kamu
2). Hashtag yang kamu pakai
3). Tag photo ke publisher/penulis
4). Konsistensi posting (semakin sering, maka semakin bisa naik engagement-nya)

Terkait bikin caption untuk postingan booksta memang yang paling sulitnya di sini. Kadang bingung juga, kan.

Biasanya Ranti memulainya dengan QOTD (Question of The Day), seperti, "What are you currently reading?"

"What is your favorite series ever?"

Ditambah lagi, caption-nya juga tidak harus QOTD terus, kok.

Kalau kamu mau posting review buku juga bisa di dalam caption-nya. Kamu juga bisa taruh quotes dari buku di caption.

Tujuan bertanya memakai QOTD itu biar kamu bisa engage sesama bookstagram lainnya. Disini lah salah satu faktor yang bisa meningkatkan engagement akun kamu.

Sedangkan untuk hashtag sendiri, biasanya Ranti selalu masukin di caption bagian paling bawah.

Cara Membuat Bookstagram

Hashtag ini juga penting, supaya postingan kamu bisa dilihat sama orang lain.

Untuk keterangan lebih lanjut, langsung meluncur ke sumber asli, ya: @darklingreads.

BACA JUGA: Hobi Nulis Quotes di Instagram? Jangan Malu DIbilang Bucin!

Tidak ada komentar

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.