Konsep NGABUBUWRITE ala Blog Penulis Garut yang Dapat Dicontoh oleh Media-Media Kepenulisan

Ngabubuwrite

Menjelang Ramadan, media kepenulisan yang aktif di Instagram maupun di blog sedang bersiap-siap mengajak followers-nya agar produktif menulis. Bukan hanya mengajak produktif menulis saja, tapi juga produktif membaca. Terbukti, hastag #NGABUBUWRITE dan #NGABUBUREAD bertebaran di media sosial.

Penulis Garut, sebagai blog niche kepenulisan malam tadi (7/04) mengumumkan lewat Instagram. Tim penulis Garut mengajak orang Garut yang hobi menulis untuk meramaikan acara NGABUBUWRITE. Hasilnya, banyak penulis muda yang siap mengikuti acara ini.

Tujuan dibikinnya NGABUBUWRITE untuk menantang, sejauh mana seorang penulis mampu menulis konsisten di bulan Ramadan. Terlebih, sejauh mana seorang penulis dapat memaksimalkan bulan suci tersebut dengan baik. Main-main di sore hari buat ngabuburit sih oke-oke aja, tapi luangkan waktu sedikit saja untuk menulis. Bisa, kan?

Saya yakin, seorang penulis yang terbiasa menulis tidak akan terbebani mengikuti acara NGABUBUWRITE. Adapun seorang penulis yang merasa terbebani, mungkin konsep NGABUBUWRITE yang diikutinya kurang terlihat menarik.

Lantas, gimana konsep NGABUBUWRITE yang kiranya bikin enjoy bagi para penulis? Dan juga nantinya dapat terhindar dari writers block? Berikut konsep NGABUBUWRITE ala blog penulis Garut yang dapat dicontoh oleh media-media kepenulisan.

Menulis di blog

Syarat pertama mengikuti acara NGABUBUWRITE with penulis Garut adalah peserta harus memiliki blog. Dan sebelum saya memutuskan hal ini, saya sadar bahwa tidak semua peserta punya blog. Tapi, bikin blog kan gratis. Ditambah lagi ngeblog bisa melalui ponsel.

Mengapa harus menulis di blog pribadi? Jawabannya agar peserta lebih bebas aja. Sebab, mereka menulis di rumahnya sendiri. Dan tiap peserta kan punya gaya menulis masing-masing. Jadi saya pikir ini tidak akan terbebani.

Bagi peserta yang belum memiliki blog, bikin aja melalui Blogger, Wordpress, dan Medium. Sekali lagi, bikin blog gratis dan mudah kok.

Tema ditentukan oleh penyelenggara acara

Untuk mengantisipasi kebingungan peserta, ada baiknya tema ditentukan oleh penyelenggara acara. Bahkan sebelum acara NGABUBUWRITE dimulai, penyelenggara acara seharusnya sudah menentukan tema apa saja yang mau diangkat. Misal, hari pertama temanya, "Mencintai diri sendiri di bulan Ramadan". Peserta dipersilakan bercerita tentang gimana cara mereka mencintai dirinya sendiri di bulan Ramadan?

Menulis di hari Senin dan Kamis aja

Banyak media kepenulisan yang mengajak peserta untuk menulis satu bulan penuh. Saya salut bagi peserta yang sanggup melakukannya. Hebat, sekonsisten itu. Tapi, terkadang, menulis memerlukan jeda.

Balik lagi, guna meminimalisir writer's block dan untuk mempermudah acara NGABUBUWRITE, ada baiknya menulis dua hari saja. Tapi kalo gitu mungkin ujian produktifnya terlalu mudah? Ya, bagi beberapa penulis, mungkin. Tapi kan di bulan Ramadan tidak sepenuhnya buat menulis. Kudu banyak-banyak baca Al-Quran, ngaji, dan lain sebagainya.

Penulis Garut sendiri lebih mengutamakan perbanyak lah beribadah ketimbang menghabiskan waktu buat hobi. Tapi ini tergantung pihak penyelenggara acara masing-masing.

Posting tulisan peserta di Instagram kalau ceritanya menarik

Peserta yang tulisannya rapi, ceritanya mengalir, unik, dan menarik ada baiknya diposting aja tulisannya di Instagram. Semacam apresiasi. Itu pun kalau ia berkenan. Kalau tidak, mungkin bisa dirahasiakan nama pena-nya.


Beri hadiah untuk peserta yang mengikuti acara NGABUBUWRITE dengan penilaian ini

Hadiah penting nggak sih? Di lain sisi, penting agar tambah semangat. Di lain sisinya lagi sebenarnya yang lebih penting adalah punya balad menulis. Terus nambah-nambah pembaca blog juga, kan.

Kalau mau ngasih hadiah, entah berupa buku, totebag ala-ala kutu buku, dan lain-lain beri hadiahnya kepada peserta dengan penilaian sebagai berikut:

1. Blognya diurus
2. Tulisannya rapi
3. Judulnya menggugah
4. Isi cerita menarik
5. Aktif berkomentar di blog peserta lain
6. Daftar paling cepat
7. dsb...(tentukan oleh penyelenggara acara)

Manfaat ikut NGABUBUWRITE

Di balik acara NGABUBUWRITE, ada banyak manfaatnya. Pertama, nambah temen. Seneng lah punya temen yang sefrekuensi di dunia tulis-menulis. Kedua, kalau acara NGABUBUWRITE berhasil diikuti hingga selesai berarti kita betul-betul sayang sama aktivitas menulis. Ketiga, istilahnye silatuhami aja sama orang-orang yang hobi nulis di kota kita sendiri.

Cara daftar acara NGABUBUWRITE with Penulis Garut

Buat teman-teman pembaca setia blog penulis Garut yang mau ikutan, silakan daftar melalui WA: 0895635986914.

Format pendaftaran:

1. Nama:
2. Tempat tinggal:
3. Link blog:


FAQ

Saya boleh ikutan Kak meski bukan orang Garut? BOLEH DONG! Buat nambah-nambah temen kan. Silakan~

Happy writing!

-

UPDATE: Pendaftaran terakhir hari Minggu, 11 April 2021.

Hari Senin 12 April diinformasikan segalanya melalui nomor WA peserta masing-masing


Ridwansyah
Pendiri penulis Garut | Penggiat literasi | Follow IG/Twitter: @aaridwan16.

Artikel Selanjutnya Postingan Selanjutnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url