5 Tema Tulisan yang Sering Dimuat di Media Online

5 Tema Tulisan yang Sering Dimuat di Media Online

Melanjutkan postingan tentang 5 media online yang membayar kontributornya, kali ini saya akan berbagi mengenai 5 tema tulisan yang sering dimuat di media online.

Hal ini dikarenakan banyak banget yang bertanya kepada saya terkait tema apa saja yang sering dimuat di media online?

Berdasar pengalaman pribadi dan riset kesana-kesini, ada 5 tema tulisan yang kemunginan bisa dimuat. Namun, perlu diperhatikan juga kerapian ketika menulis.

Percuma saja tema artikel yang kamu kirim bagus, sedangkan pas nulisnya acak-acakan. Kasihan redakturnya..

Saya sering banget mendapati tulisan-tulisan yang dimuat oleh media online, tapi masih acak-acakan nulisnya sehingga sulit untuk saya pahami.

Ujungnya, suka males bacanya. Kadang-kadang saya berpikir, kok redaktur ngangkat tulisan yang kayak begitu, sih.

Kadang, ada alasan tersendiri kenapa redaktur memuat tulisan yang acak-acakan. Sok tahunya saya, mungkin karena temanya bagus. Dan, ada semacam cita-cita di tulisan tersebut.

Tapi, salutnya sama para redaktur adalah ia dengan sabar mengedit tulisan yang acak-acakan itu. Tapi, sayangnya, ada saja penulis yang tidak mau belajar dari artikel yang sudah dimuat oleh media tersebut.

Maksud saya begini. Kalau tulisan kamu sudah dimuat oleh media online tersebut, sebisa-bisa mah perhatikan mana kata yang sudah diubah dan mana gagasan kamu yang dihilangkan oleh sang redaktur. 

Berikutnya, pas mau ngirim tulisan lagi, perbaiki secara detail tulisan tersebut.

Di sini, saya tidak bermaksud mengajari dan merasa tulisan saya udah bener. Gila kali, saya pribadi masih banyak kekurangan. Tapi, saya mengajak kamu agar peka sama tulisan-tulisan kamu itu.

Baca juga: Pengalaman Mencari Ide Menulis. Ternyata Mudah!

Baik lah, berikut 5 tema tulisan yang sering dimuat di media online.

Hal-hal yang dekat dengan kamu


Di dunia tulis-menulis, saya merasa masih pemula. Ini serius, lho. Bukan merendah. Maka dari itu, karena merasa masih pemula, maka saya sering nulis tema hal-hal yang dekat dengan saya.

Bagi saya, kejauhan kalau saya nulis tema yang agak abot. Pernah nyobain? Pernah, tapi ditolak. Lantas, bagaimana maksud tema hal-hal yang dekat dengan kita?

Contohnya, kamu menulis tema tentang membandingkan pekerjaan rumah apa yang paling mudah sampai yang paling sulit.

Dari cuci piring yang mungkin bagi kamu mudah sampai nyetrika yang agak sulit. Atau, nulis tips merapikan baju agar tidak acak-acakan seperti tulisan kamu di lemari.

Banyak kan hal-hal yang dekat dengan kita untuk dijadikan konten tulisan. Di kamar misalnya, lebih bagus gantungan baju berbahan plastik ketimbang almunium! Tulis! Ah banyak, deh.

Manfaatnya, nulis tema hal-hal yang dekat dengan kita, pembaca bakal ngerasa relate.

Baca juga: 12 Tips Mencari Insprasi ketika Menulis.

Kedaerahan


Senjata saya adalah menulis tema kedaerahan. Ini bukan berarti saya yakin tema ini bakal dimuat, tapi suka aja euy nulis tema kedaerahan.

Dan pembaca kemungkinan bakal langsung ngeklik sebab pengin tahu tradisi di kota Garut apa saja, di Banten apa saja, dan kota-kota lain.

Belakangan ini saya lagi suka nulis tema Gagarutan dan Sunda-Sundaan. Diselipin juga pakai bahasa Sunda. Tidak bisa dibayangkan, betapa senangnya artikel saya kalau dimuat terus ada bahasa Sundanya. Lucu aja gitu.

Nah, tema kedaerahan ini kan tema yang tidak akan basi, sih. Jadi, kalau dimuat, orang pas ngetik "Tradisi khas Garut" di Google boleh jadi si media yang memuat tulisan kita dapat pembaca dari search engine.

Kamu tinggal Bandung? Bahas soal batagor, seblak dan lain-lain. Rame pasti. Sebagai contoh tulisan saya yang sudah dimuat di media online, baca di sini.

Viral


Tema yang lagi viral biasanya dilirik redaktur. Bahkan boleh jadi, hari ini kita ngirim tulisan, besoknya dimuat. Tantangannya kudu gercep.

Saya pernah nulis hal-hal yang lagi viral, tapi hanya sekitar dua harian baru dikirim, eh langsung tidak ada email penolakan. Maksudnya, digantung. Digantung kan sakit banget ya daripada ditolak.

Nulis tema viral ini rujukan utamanya main Twitter. Di Twitter, banyak hal-hal yang trending. Terus, di Twitter, kita bisa nyari konten apa saja.

Saya pernah punya pengalaman. Saking tidak punya konten yang mau saya tulis, saya ketik aja "thread Garut" eh ada thread horor di daerah Garut.

Saya minta threadnya untuk saya tulis ulang, diizinkan sama yang bersangkutan, saya tulis dan kirim. Ternyata, dimuat.


Politik


Tema tulisan yang sering dimuat di media online, berikutnya adalah tema politik. Waini, bagi yang ngerti politik, silakan dicoba.

Mau memuji kinerja Pak Jokowi, silakan. Mau ngejulidin Pak SYB, silakan. Kebalik tidak sih mana yang harus dipuji dan dijulidin? Eh, maaf.

Jadi, tema politik ini memang tema yang kemungkinan dilirik juga oleh sang redaktur.

Tidak General


Saya yakin, redaktur bakal bosan membaca tulisan tentang hal-hal menyebalkan jadi anak bungsu. Atau, tipe-tipe orang pas lagi baca buku.

Apalagi judul yang kalian kirim tidak cukup menggugah. Apalagi paragraf pertamanya membosankan.

Cari tema yang tidak umum. Saya dulu pernah nulis bahwa riset dulu di media online yang kamu tuju, udah dibahas belum tema yang akan kamu tulis itu. Gitu, sih.

Untuk memahami maksud tema yang tidak general, baca tulisan saya sebelumnya di sini.

Nah, itu lah 5 tema tulisan yang sering dimuat di media online. Ini catatannya yang "sering" bukan "pasti". Sebab, meski sudah nulis 5 tema di atas, kalau tulisan kamu tidak mudah dipahami redaktur, boleh jadi email penolakan masuk ke email-mu.

BACA JUGA: 5 Media Online yang Membayar Kontriburnya dan Honornya Lumayan Buat Uang Jajan mah.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url