3 Cara Mudah Menulis Artikel agar Tidak Mentok dan Sesuai dengan Jumlah Kata di Media Online yang Kita Tuju

3 Cara Mudah Menulis Artikel agar Tidak Mentok dan Sesuai dengan Jumlah Kata di Media Online yang Kita Tuju

Saya akui, bagi penulis pemula untuk menulis artikel dengan jumlah kata yang sesuai dengan media online yang kita tuju tidak lah mudah. Saya sendiri sering mengalaminya.

Tema sudah oke. Judul sudah saya pastikan bakal menggugah redaktur dan pembaca. Pembukaan pas bikin artikel di paragraf pertama sudah mantap. Tapi, masuk ke paragraf empat malah mentok. Bingung mau melanjutkannya lagi.

Di media online yang kita tuju, biasanya ada ketentuan kirim naskah. Terutama jumlah kata yang harus kita tulis ada berapa kata. Saya kasih contoh di Terminal Mojok. Di media sana kita harus menulis dengan jumlah minimal 600 kata. Nah, gimana sih agar artikel kita bisa sampai 600 kata dan bahkan kalau bisa lebih dari itu.

Bagi penulis yang sudah terbiasa, saya pikir gampang lah. Berarti tinggal mikirin tema dan judul alih-alih naskahnya ditolak misalnya. Sedangkan penulis pemula, boro-boro mikirin tema dan judul. Nulis artikel bisa sampai 600 kata aja susah. Betul tidak?

Akan tetapi, semakin kesini karena saya sudah terbiasa menulis. Saya punya caranya. Setidaknya saya punya 3 cara mudah menulis artikel agar tidak mentok. Sebab, penulis pemula biasanya suka mentok di paragraf lima misalnya. Sehingga belum sesuai dengan jumlah kata di media online yang kita tuju.

Berikut 3 cara mudah menulis artikel agar tidak mentok. Ini sekadar berbagi pengalaman aja, ya. Bukan bermaksud menggurui.


Paragraf pertama dan kedua bercerita dulu

Lha, masa mau bikin artikel harus bercerita dulu sih? Maksud saya begini. Kalau kamu mengangkat tema seputar "kebencian kamu terhadap dangdut" maka di paragraf pertama bercerita aja dulu di sebuah pernikahan suka ada acara dangdut. Kamu tidak suka melihat artis dangdut joged-joged seksi tidak jelas.

Lebih dari itu, kamu tidak suka sama laki-laki yang nyawer sang artis. Padahal, sayang uangnya mending buat orang tuanya atau buat jajan. Terus kamu bilang bahwa sebaiknya acara dangdutan di suatu pernikahan itu tidak perlu diadakan lah. Intinya seperti itu.

Dengan paragraf pertama dan kedua bercerita dulu maka ada kemungkinan jumlah kata di artikel yang kamu tulis bisa sampai 150 kata lebih. Kalau bisa rapatkan lagi agar 200 kata. Berarti sisanya yaitu 400 kata lagi.

Mari kita masuk ke paragraf ketiga dan seterusnya.

Paragraf ketiga dan seterusnya menulis poin-poin dan alasan dengan informatif

Kalau judul artikel kamu tentang alasan kenapa kamu tidak suka sama dangdut. Praktis, ada beberapa poin yang wajib kamu sampaikan. Alangkah baiknya poin-poin tersebut minimal tiga alasan. Bisa lebih dari tiga alasan artikel kamu bisa melebihi 600 kata.

Akan tetapi, nulis alasan tentu harus mencengangkan pembaca. Informasi yang belum diketahui pembaca. Adalah poin-poin yang informatif. Memberikan wawasan luas kepada pembaca. Itu cara yang sering saya gunakan sehingga naskah saya sering dimuat di media online yang saya tuju.

Kalau alasan yang kamu tulis ngawur, pembaca seperti saya bakal menggelengkan kepala. Namun, ketika artikel kamu informatif. Nama kamu akan mereka cari. Bahkan ketika nama kamu muncul, mereka akan langsung mengklik artikel yang kamu buat. Itu sih pengalaman saya sejauh ini.

Oke, balik lagi. Paragraf ketiga dan seterusnya tulis poin-poin yang akan kamu sampaikan. Bahkan nulis poin-poin ini biasanya lebih banyak paragraf lagi. Nulis poin-poin ini juga sambil bercerita juga sama sih. Tapi, harus lebih informatif. Itu yang harus kamu lakukan.

Bikin kesimpulan jika artikel kamu sudah ada di 550 kata

Saya kalau lagi edan nulis, keasyikan nulis, suka tidak terasa. Eh sudah 550 kata lagi. Biasanya kalau sudah 550 kata, saya langsung nyari kesimpulan buat memperkuat artikel saya. Kalau saya tidak suka, saya pertahankan ketidak sukaan saya. Kalau saya sangat setuju, saya tulis keberpihakan saya. Gitu sih.

Nah di kesimpulan ini, teknis-nya maksimal 650 kata lebih lah. Atau kalau lagi enak maksimal 700 kata. Biar ada nilai plus-nya di mata redaktur. Jadi artikel kita panjang tidak, terlalu pendek juga tidak.

Saya pribadi kalau artikel yang saya buat sudah ada 550 kata, pasti langsung tenang. Tinggal eksekusi bagian akhirnya. Barangkali itu 3 cara mudah menulis artikel agar tidak mentok dan sesuai dengan jumlah kata di media online yang kita tuju.
Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url