The Words: Sukses Jadi Penulis Besar tapi Hasil Menjiplak Karya Penulis Lain

The Words: Sukses Jadi Penulis Besar tapi Hasil Menjiplak Karya Penulis Lain

Saya dua kali nonton film The Words hanya untuk mencoba memahami maksud cerita di film ini. Sebab, di film ini saya agak kesulitan memahaminya.

Namun, setelah dua kali nonton, setidaknya saya menyimpulkan film ini sebagai berikut.

Film The Words dibuka dengan scene Clayton Hammond, penulis buku The Words. Hammond, semacam di acara launching bukunya, ia menarasikan kisah yang ditulisnya di depan khalayak. 

Hammond menceritakan tentang kisah Rory Jensen, penulis besar dan terkenal tapi karyanya hasil menjiplak penulis lain.

Diceritakan Rory Jensen merupakan penulis jelek. Naskahnya sering kali ditolak penerbit. Tapi, Rory keukeuh mendedikasikan hidupnya untuk menjadi seorang penulis besar.

Ayahnya sudah mengingatkan bahwa hidup itu harus realistis. Sebab, jadi penulis tidak akan bisa menghidupi keluarga. Sebab sejatinya, lanjut ayah Rory, jadi laki-laki itu harus punya pekerjaan tetap.


Rory ini mirip-mirip lah sama saya pribadi. Tidak mau bekerja di tempat orang lain kecuali pekerjaan itu ada hubungannya dengan hobi kami. Dan benar, untuk menggapai cita-citanya menjadi penulis besar, Rory bekerja di sebuah penerbitan.

Tujuan ia kerja di sana, untuk mencari koneksi. Siapa tahu, naskahnya kalau sudah kerja di penerbitan, bisa diangkat menjadi sebuah buku.

Kerja di penerbitan membuat Rory berhasil menikahi Dora. Perempuan cantik yang ia sayangi. Rory dan Dora bulan madu ke Paris.

Di Paris, mereka masuk ke toko antik. Di toko ini, Rory menyukai tas jaman dulu. Dora kemudian membeli tas itu untuk Rory.

Di dalam tas itu, ternyata ada sebuah manuskrip. Manuskrip yang bersisi kata-kata bagus, menyentuh, dan luar biasa hebat.

Rory mendapati manuskrip itu saat dirinya bersiap-siap kerja. Kepalang suka dengan kata-kata di manuskrip itu, Rory membacanya sampai tuntas.

Sebagai penulis jelek, Rory ingin merasakan bagaimana rasanya menulis yang bagus. Ditulis ulang lah manuskrip itu. Tanpa ada kata yang diubah sedikit pun.

Usai menulis ulang manuskrip tersebut, Dora membacanya. Dan, Dora tersentuh dengan kata-kata yang terdapat di laptop pribadi Rory.

Dora kemudian memberikan saran kepada Rory agar tulisan tersebut dikirim ke penerbit. Rory tidak jujur kalau itu bukan hasil tulisan pribadinya.


Rory, karena sudah lama kerja di penerbitan, permintaan ia cuma satu kepada bosnya. Tolong naskahnya ini dibaca. Itu saja.

Berminggu-minggu berlalu, bahkan Rory agak lupa dengan naskhanya itu.

Sang Bos kemudian memuji naskah Rory. Dan diterbitkan lah naskah tersebut. Sehingga, Rory tidak bekerja lagi. Sebab, ia sudah menjadi penulis besar dan terkenal. Ia sukses, kaya raya..

Hingga suatu hari, Rory bertemu dengan kakek-kakek. Dan, kakek-kakek ini ngobrol panjang lebar bersama Rory. Sang kakek menceritakan tentang perang kedua, istri, dan anaknya. Menceritakan kalau dirinya seorang kutu buku dan suka menulis.

Sang kekek kemudian bercerita ke masalah inti bahwa ia dulu pernah nulis. Tulisannya itu disimpan dalam sebuah tas. Tapi, tasnya hilang.

Ia sampai stress kehilangan tulisannya itu. Hingga, sang kakek mengatakan bahwa buku si Rory ini mirip sekali dengan tulisanya saat itu.

***

Bayangkan, sudah menjadi penulis besar, sukses, dan kaya raya tapi kemudian bertemu dengan penulis buku aslinya.

Sampai kapan pun, kalau nulis hasil menjiplak dari tulisan orang lain, bakal terus kepikiran. Si Rory menyesal atas perbuatannya..

Pesan moral di film The Words adalah hindari plagiarisme. Kalau saat ini kita sebagai penulis masih merasa tulisan kita jelek, lebih baik belajar terus daripada menulis hasil menjiplak dari penulis lain.

Film The Words tidak membosankan untuk Anda tonton. Film ini dilengkapi dengan kisah romantisme dan cerita-cerita kehidupan si kakek saat muda.

Saya senang nonton film ini. Reccomended buat yang suka nulis.

Skor saya untuk film ini 7,5/10.

Sumber gambar: Entertainment.com.

Postingan Selanjutnya Artikel sebelumnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url