Artikel Terbaru

5 Media Online yang Membayar Kontributornya dan Honornya Lumayan Buat Uang Jajan mah

5 Media Online yang Membayar Kontributornya dan Honornya Lumayan Buat Uang Jajan mah

Saya ngirim tulisan ke beberapa media online yang membayar kontributornya untuk sekadar mencoba, apakah hobi saya bisa menghasilkan?

Berangkat dari pertanyaan itu, saya pun rutin menulis artikel-artikel yang saya kuasai. Mulai dari artikel bertema sepak bola, kedaerahan dan hal-hal yang dekat dengan saya.

Kebetulan, saya rajin nulis artikel buat dikirim ke beberapa media online mulai tahun ini. Saya memang sudah cukup lama suka sama aktivitas literasi.

Tapi, saat itu hanya sebagai pembaca saja. Dari SMA, sekira 2015, saya sudah rajin membaca artikel-artikel di Mojok, Voxpop, Detik, dan media online lain.

Sejak itu, saya belum berani menulis. Sebab, saya masih suka membaca doang. Entah lah, saya pikir banyak orang yang suka membaca, tapi tidak bisa menulis.

Saya pun demikian. Sebab, ada semacam kenikmatan tersendiri ketika saya membaca artikel-artikel yang renyah buat saya konsumsi.

Baca juga: 3 Tips Menulis ala Raditya Dika.

Seiring berjalannya waktu, saya kemudian mencoba menulis. Tulisan pertama yang saya kirim dimuat langsung oleh salah satu media online yang membayar kontributornya.

Di situ lah hobi saya bertambah, dari membaca sekaligus menulis. 

Setidaknya, saya menemukan 5 media online yang membayar kontributornya.

Sebenarnya, banyak sih media online yang membayar tulisan kontributornya, tapi ini mah media online yang setiap hari sudah pasti saya usahakan agar tulisan saya tembus di media online tersebut.

Berikut 5 media online yang membayar tulisan kamu, honornya lumayan buat uang jajang mah.

Detik

Di detik, kalau tulisan kamu tembus, dibayar 600 ribu rupiah. Wah ini mah bukan lumayan lagi, tapi lumayan banget. Honor menulis di detik dibayar segitu sepengetahuan mah.

Di media online nomor satu ini, penulis bisa kirim tulisannya lewat kolom detik. Gampang nggak sih nulis di Detik? Gampang lah buat penulis yang udah jago mah.

Apa ya, nulis di Detik itu memang selektif tapi kalau udah tembus, ada semacam kebanggaan tersendiri. Bahkan di dalam lubuk hati saya yang paling dalam, tulisan saya minimal satu aja harus tembus Detik.

Teman-teman bisa stalking di kolom detik itu, perhatikan tema-tema yang suka mereka angkat. Perhatikan gaya menulisnya. Perhatikan ketentuannya dan lain-lain. Begitulah cara menulis di detik sepengetahuan saya.

Mojok

Wah ini, media online favorit saya yang kalau saya buka laptop bakalan langsung ngetik mojok.co. Bahkan sehabis bangun tidur, langsung berselencar ke Mojok.

Saya sudah lama jadi pembaca Mojok. Satu tahun setelah Mojok berdiri. Mojok kan berdiri tahun 2014, saya punya hape bagus pas tahun 2015, nah di situ lah rajin baca Mojok.

Bayangkan saja udah berapa tahun saya suka sama Mojok. Pas SMA, kalau jam istirahat pasti baca Mojok.

Tapi, selama jadi pembaca Mojok, baru tembus dua artikel doang di rubrik Malam Jumat. Sebab, emang jarang ngirim tulisan ke redaksi Mojoknya.

Kalau ke Terminal Mojoknya rajin banget, dan udah banyak artikel saya yang dimuat.

Honor di Mojok, 300 ribu. Di Terminal Mojok, tembus 10 artikel dapet 200 ribu.

Saya nulis di Mojok nyari popularitas, bukan duitnya. Entah kenapa kalau tulisan saya dimuat di Terminal Mojok suka ada yang ngeciye-ciyein di Facebook. Media satir kayak gini kok terkenal banget, ya.

Voxpop

Media online berikutnya yang membayar tulisan kamu kalau dimuat adalah Voxpop. Selain Mojok, saya juga udah lama baca-baca artikel di Voxpop.

Saya suka penulis yang bernama Haris Firmansyah yang kerap bikin saya terpingkal-pingkal kalau membaca artikelnya. Voxpop memberikan honor sekitar 200 ribu rupiah. Tapi, tema-tema di Voxpop, agak gimanaa gitu.  Saya jadi pembaca setia mereka aja, deh.

Silakan baca ketentuannya di sini.

Milenials.Id

Sama seperti nama medianya, artikel-artikel di Milenials.id ini cukup milenials. Gaya menulisnya tidak membosankan. Asyik banget.

Di media ini, rubriknya banyak. Mulai dari isu, pantau, muda-mudi, terpelajar, mikir, dan lain sebagainya.

Kontributor yang dimuat artikelnya di Milenials.id, kalau sudah lima artikel, berhak melakukan klaim pencairan. Lima artikel dapat 100 ribu rupiah. Gampang, kok. Silakan.

Untuk informasi mengenai hak-hak kontributor di Milenials.id, silakan kunjungi websitenya.

Baca juga: Jadilah Penulis Kreatif di Penulis Garut.

Susahtidur.net

Nama media online yang satu ini unik, ya. Mudah diingat juga. Susah tidur net!

Di susah tidur net, konsep pemberian honorariumnya, kalau artikel kontributornya ditayangkan dapat uang senilai 10 ribu rupiah. Pembayarannya setiap tanggal satu. Pembayaran diberikan lewat akun Gopay.

Artikel saya beberapa kali dimuat oleh media ini. Lumayan buat beli martabak di dekat rumah pake saldo Gopay. Silakan baca buat yang pengin kirim tulisan ke susah tidur net melalui websitenya.

Nah, itulah 5 media online yang membayar tulisan kamu kalau dimuat di media-media yang saya sebutkan di atas. Coba aja, stalking dulu sana.

Lantas, bagaimana cara agar tulisan kamu dimuat oleh media-media di atas, saya sudah punya tipsnya.

BACA JUGA: 5 Tema Tulisan yang Sering Dimuat di Media Online

3 komentar:

  1. Klo ngirim tulisan di detik itu jangka waktu berapa lama bisa dapat email balasan kalau tulisan nya tembus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hitungan hari juga ada, kalo artikel kita belum layak publish bakal ada feedback dari kurator

      Hapus

Tolong berkomentar dengan baik dan logis. Jangan melakukan spam. Kalau bisa, berkomentar lah pakai nama, jangan anonim. Komentar kalian saya filter dulu. Jika komentar kalian sesuai selera saya, akan saya setujui. Terima kasih.