Review Novel 'Rat Race!' karya Hilman Siwabessy

Review Novel 'Rat Race!' karya Hilman Siwabessy

Dunia kerja memang sarat akan atmosfer kompetisi. Tak ayal, semua orang menunjukkan “taring” agar posisinya tetap aman.

Bagi para fresh graduate, tentu perlu kesiapan diri untuk menghadapi hal-hal semacam ini. Tak ada salahnya mengumpulkan informasi dari pelbagai pengalaman orang lain. Anggap saja sebagai referensi.

Berbicara soal reference, salah satu buku yang berani mengangkat isu dunia kerja ialah Rat Race!. Novel dengan tebal hampir 500 halaman ini merupakan buku pertama Hilman Siwabessy.

Penasaran dengan gambaran umum dan ulasan novel Rat Race!?

Simak ulasannya sebagai berikut.

Baca Juga: Review Buku PSBB (Pernah Setia Belum Berjodoh)

Review Novel Rat Race! karya Hilman Siwabessy

Deskripsi Buku

Judul: Rat Race!
Penulis: Hilman Siwabessy
ISBN: 978-623-5515-53-3
Penerbit: One Peach Media
Isi: 495 halaman
Tahun Terbit: Januari 2022
Cetakan: Pertama
Jenis/Kategori: Novel/Fiksi

Gambaran Umum Novel Rat Race!

Novel dengan tebal 495 halaman ini terdiri dari 29 subjudul. Agar lebih ringkas, berikut gambaran umum Rat Race!

Perkenalan Tokoh

Baik, kita akan berkenalan dengan empat tokoh utama, yaitu Caesar, Kaira, Fikar, dan Tara.

1. Caesar

Di dalam film atau buku, pernah mengenal tokoh pria yang karismatik, anak tunggal, dan kaya raya?

Nah, Caesar contohnya.

Seorang alumnus dari National University of Singapore ini merupakan anak tunggal dari sang pengusaha di bidang real estate. Sikapnya dingin, terlebih pada orang yang baru dikenal. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai hangat dengan teman-temannya di program MT.

2. Kaira

Seorang gadis yang rela menempuh jarak Bogor-Jakarta ini merupakan anak kedua. Di balik sikapnya yang cukup friendly, ternyata ia memiliki luka batin. Selama ini, ia jengah dibandingkan dengan sang kakak. Ia hanya ingin mendapat validasi dari keluarganya.

3. Fikar

Seorang pemuda lulusan Universitas di Malaysia ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Dengan balutan kesederhanaan, Fikar mendapat kasih sayang yang sempurna dari ibunya.

4. Tara

Tara merupakan seorang pemuda yang cerdas dan ambisius. Ia tidak ingin kalah dari siapapun, dalam hal apapun.

Tentang Perusahaan

PT BDC (Bien de Consommation) merupakan salah satu perusahaan FMCG multinasional yang berkantor pusat di Paris. Perusahaan yang tersebar di beberapa negara (termasuk Indonesia) ini memiliki reputasi baik, sehingga banyak fresh graduate yang ingin melamar.

PT BDC memiliki anak perusahaan yaitu PT Pralle yang memproduksi makanan dan minuman kemasan, PT Prochels yang bergerak di bidang kosmetik dan kebersihan, dan PT Procare yang menciptakan produk kebutuhan rumah tangga.

Konflik Antartokoh

Caesar, Kaira, Fikar, dan Tara berhasil menyingkirkan ribuan pelamar dan berkesempatan mengikuti Management Trainee (MT) di PT BDC.

Caesar, Kaira, dan Fikar ditugaskan di divisi Supply Chain. Sedangkan Tara di divisi IT.

Mulanya, keempat calon karyawan ini saling menjalin hubungan yang baik. Bahkan, Caesar si Pangeran Es, mulai berbaur dengan ketiga temannya.

Banyak hal yang mereka lakukan bersama, mulai dari makan siang di kafetaria, olahraga, hingga saling bercerita kehidupan masing-masing.

Namun, semuanya berubah sejak adanya perombakan besar-besaran akibat pergantian Board of Director (BOD). Imbasnya pada program MT, dikabarkan hanya dua orang yang akan diangkat jadi karyawan tetap. Ya, hanya dua dari empat orang.

Kabar ini tentu menjadi mimpi buruk. Pertemanan mereka menjadi semu.

Tara yang sejak awal sudah ambisius, semakin menunjukkan “taring”-nya. Ia tidak ingin kalah dari siapapun, dalam hal apapun. Sedangkan Kaira yang tidak ingin gagal dan dianggap remeh oleh keluarganya, mulai lebih serius pada program MT. Hal yang sama dilakukan Fikar, ia ingin menjadi yang terbaik agar bisa stay di Jakarta, menemani ibunya.

Caesar yang tak nyaman dengan situasi tersebut, mulai mempertanyakan perubahan yang terjadi. Jelas, pergesekan tersebut ditengarai oleh adanya BOD dan kebijakan baru.

Singkat cerita, hubungan Caesar dan Fikar mulai membaik. Fikar bahkan dikenalkan dengan Alex, sahabat Caesar, yang juga pemilik perusahaan start-up.

Di bagian “Babak Akhir”, pengumuman program MT tiba. Menariknya, meski hanya dua orang yang lolos, bukan berarti dua orang sisanya gagal. Justru dua orang yang “gagal” ini mengundurkan diri sebelum pengumuman tiba. Mereka membiarkan dua orang temannya untuk bertahan di perusahaan tersebut.

Siapakah dua orang yang lolos itu?

Bagaimana nasib dua orang sisanya? Siapa mereka? Mengapa mereka mengundurkan diri?

Tentu pertanyaan-pertanyaan itu terjawab di halaman akhir buku ini. So, lekas pinang novel ini untuk melihat keseruan dinamika ceritanya.

Pemeran Rat Race!

Nama-nama yang turut memeriahkan novel ini, diantaranya:

1. Caesar Moeljoto
2. Kaira Namari
3. Fikar Baehaqi
4. Tara
5. Tokoh di perusahaan: Bu Asmi, Winarni, Tiara, Pak Buntar, Bu Ratu, Mas Dana, Ferdi, Rangga, Sandy, Bono, Tari, Dinda, Pak Togar, Pak Dodo, Nuri
6. Tokoh lainnya: Alex, Lexy, Bondan, Lydia, Lela, Fikri, Denis, Sriati, Darmanto, Kalina, Arlo, Lani, Maesaroh, Agung, Tinah, Maemunah, Joni, Elang, Rizal, Rojali, Haji Na’in, Hamidah, Seno, Rafi, Kosasih, Juned, Rani

Baca Juga: Review Baper Suka Merasa Benar

Sudut Pandang Reviewer Mengenai Novel Rat Race!

Ulasan buku ini bermula dari bagian sampul. Ditinjau dari segi visual, sampul buku mengilustrasikan “rat” yang sedang bersaing di sebuah lintasan menuju “gedung” bernama Chee$e. Visual yang eye-catching ini relevan dan mampu merepresentasikan isi buku.

Lebih lanjut, novel dengan sudut pandang orang ketiga ini sangat apik mendeskripsikan latar tempat, waktu, suasana, hingga penokohan. Hal ini mempermudah pembaca untuk mengimajinasikan penggambaran sang pemilik pena.

Contoh kalimat deskriptifnya sebagai berikut.

“Sebuah infografis dengan enam simbol bulat warna-warni disusun secara horizontal, kini muncul di sebuah layar putih” (hlm. 67)

Oh iya, terlepas dari karakter para tokoh utama, salah satu tokoh pendukung yang saya sukai ialah Mpok Lela a.k.a emaknya Fikar.

Setiap ada part yang dilakoni oleh Mpok Lela, saya selalu membayangkan sosoknya yang polos, cerewet, dan penyayang dalam waktu yang bersamaan. Berikut ini contoh kalimat yang dilontarkan oleh Mpok Lela.

“Yeh, nenek-nenek lo suruh pake hape, buat maen togel?”

“Buset, Saroh, itu bibir merah amat kayak pinggiran borok”

“Pala lo bau matahari, bujug buneng”

Ok, back to review.

Rat Race! cukup berani mengangkat isu dunia kerja seperti kompetisi. Menampilkan empat tokoh utama yang heterogen, penulis begitu cakap menghidupkan karakter masing-masing.

Begitupun penggunaan istilah korporat seperti divisi, ruangan kerja, hingga istilah-istilah pemrograman, dituliskan dengan baik. Penulis sangat all out dalam menyajikan ceritanya.

O ya, tentu saya tidak hanya memuji gaya bahasa, sampul, dan cara penyajiannya. Setelah membaca novel ini, setidaknya ada tiga nilai penting yang patut diambil. Pertama, libatkan doa orang tua di setiap langkahmu. Kedua, bersainglah secara sehat. Ketiga, hargailah orang-orang yang sudah berkenan membantumu.

Overall, saya benar-benar menikmati penuturan penulis dalam Rat Race! ini. Padahal awalnya saya skeptis, takut isinya terlalu “berat”. Ternyata penulis mampu menyajikan cerita secara sistematis. Saya bahkan mendapat insight baru dari point of view para calon karyawan di suatu perusahaan besar.

Lekas miliki novel ini dan bersiaplah dengan kejutan-kejutan yang akan diberikan oleh Caesar, Kaira, Fikar, dan Tara!

Wawancara dengan Hilman Siwabessy (Coming Soon)

Reviewer: Oalah Mas, ternyata Rat Race ini novel pertama ya? Walaupun jadi buku pertama, tapi Mas Hilman kok bisa sangat apik mendeskripsikan setting hingga penokohan dalam buku ini? Apakah sebelumnya riset dulu? Lalu, saat merampungkan buku ini, apakah Mas Hilman menemukan kendala?

Hilman Siwabessy:

Reviewer: Apakah ada alasan khusus mengusung karakter Caesar, Kaira, Fikar, dan Tara?

Hilman Siwabessy:

Reviewer: Saya salfok sama buku-buku yang dibaca Caesar (“Man’s Search for Meaning” dan “Against Depression”), kenapa Mas Hilman memilih buku tersebut?

Hilman Siwabessy:

Reviewer: Mas kayaknya suka baca buku-buku psikologi, ya? Sampai tahu teori psikoanalisis Sigmund Freud hingga teori kepribadian dari Carl Gustav Jung. Barangkali boleh dijelaskan “benang merah” antara teori-teori ini dengan novel Rat Race?

Hilman Siwabessy:

Reviewer: Next, apakah Mas ada rencana untuk bikin buku dengan tema serupa?

Hilman Siwabessy:

-

Penulis novel Rat Race! dapat disapa melalui Instagram @hilmansiwabessy.

Reviewer: Fitri Ayu Febrianti.

BACA JUGA: Review Novel Anak-Anak Daksa
Artikel Selanjutnya Postingan Selanjutnya
Tidak Ada Komentar
Tambahkan Komentar
comment url